Pengalaman Kerja Mengurus Kendaraan, Antara Mobil Rental Dan Mobil Milik Perusahaan

Ndesoedisi.com-apa kabar semua ? Kali ini Nde akan bercerita tentang pengalaman Nde bekerja yaitu mengurus operasional kendaraan perusahaan. Dulu juga Nde pernah membuat artikel tentang pengalaman kerja dimana Nde ingat nopol semua kendaraan kantor, tapi malah lupa nopol motor sendiri 😂

Ilustrasi mobil operasional perusahaan

Di artikel ini Nde fokuskan membahas perbedaan dalam pengelolaan kendaraan terutama kendaraan roda empat, karena ditempat kerja Nde mobil operasional ada yang milik perusahaan dan ada kendaraan rental. Di perusahaan lain mungkin akan berbeda cara pengelolaan & sistem kepemilikannya, tapi Nde rasa secara umum akan mirip-mirip.

Perbandingan yang Nde ceritakan secara umum merupakan pandangan Nde sebagai pelaksana di lapangan jadi tidak sampai membahas detail ke perhitungan budget.

  • Service & Maintenance

Semua kendaraan baik tentu harus di service dengan teratur. Demikian juga dengan kendaraan operasional perusahaan.

Untuk mobil rental biasanya kita selaku user tinggal mengkonfirmasikan jadwal service dan keluhan kendaraan (apabila ada) setelah itu tinggal datang ke bengkel resmi atau bengkel rekanan yang ditunjuk oleh perusahaan rental mobil.

Selebihnya seperti urusan pembayaran service dsb akan diurus oleh perusahaan rental mobil dengan pihak bengkel.

Yang merepotkan biasanya adalah ketika pihak rental mobil tidak bekerjasama dengan bengkel resmi, sementara bengkel rekanan yang ditunjuk oleh rental mobil berada di luar kota. Kita sebagai user harus meluangkan waktu ke luar kota hanya untuk service.

Sedangkan mobil milik perusahaan sebelum servis terkadang harus meminta estimasi biaya+ suku cadang bahkan harus nego terlebih dahulu sebagai referensi pengajuan biaya.

Ketika mobil rental harus menginap di bengkel biasanya ada mobil pengganti yang dikirim sehingga operasional bisa tetep jalan, sementara kalo mobil milik perusahaan menginap di bengkel operasional bisa terganggu atau perusahaan harus mengeluarkan dana ekstra untuk menyewa mobil lagi selama mobil diservice.

  • Surat-surat Kendaraan


Selain soal servis, mengurus surat-surat kendaraan seperti STNK/Pajak, KIR juga ikut menjadi bagian pekerjaan Nde. Untuk mobil rental biasanya diurus oleh pihak rental mobil meskipun ada juga yang menerapkan dimana user yang membayar pajak kendaraan terlebih dahulu setelah itu direimburse ke pihak rental mobil.


Sedangkan untuk mobil milik perusahaan biasanya diurus sendiri oleh bagian yang mengurus kendaraan atau bisa juga lewat biro jasa meskipun tetep pada intinya kita turun tangan membuat estimasi pengajuan biaya & laporan realisasinya.

  • Rasa memiliki

Berbeda dengan mobil milik perusahaan, umumnya driver dan karyawan kurang merasa memiliki terhadap mobil rental, jadi terkadang kurang hati-hati dalam menggunakannya karena berpikir ah ini kan mobil rental, kalau rusak tinggal lapor aja ke rental nanti juga diperbaiki.

Sementara kalau mobil milik perusahaan, para driver atau karyawan cenderung akan lebih berhati-hati dalam menggunakannya meskipun tidak akan seperti memperlakukan mobil pribadi, tapi tetap lebih hati-hati dibanding mobil rental.

Nah itulah pengalaman Nde dalam mengurus kendaraan operasional perusahaan, tetapi meskipun secara umum mobil rental itu lebih menguntungkan & memudahkan bagi pelaksana di lapangan seperti Nde, tetapi perlu diperhatikan juga faktor perusahaan rental mobilnya juga.

Lebih baik memilih perusahaan rental mobil yang sudah terpercaya dengan layanan yang memuaskan, memiliki jaringan luas tersebar di banyak kota seperti contohnya TRAC sehingga memudahkan kita dalam bekerja. Untuk info lengkap TRAC silakan klik https://www.trac.astra.co.id

Jangan sampai karena salah memilih perusahaan rental mobil yang kurang bagus pelayanannya, malah merepotkan kita sebagai user.
Nde sendiri pernah punya pengalaman kurang bagus ketika menyewa mobil dari rental yang Nde sebut kurang profesional.

Ceritanya ketika serah terima dan dilakukan pengecekan dokumen ternyata pajak STNK kendaraan itu sudah telat beberapa bulan, lebih parah lagi KIR atau uji berkala kendaraan tersebut juga sudah mati setahun lebih sementara mobil tersebut memiliki plat nomor dari luar pulau sehingga berpotensi diberhentikan oleh Polantas. Selain itu customer servicenya juga susah sekali dihubungi, untung waktu itu periode sewa mobil tidak lama, jadi begitu masa sewa selesai, tidak diperpanjang lagi.

Itulah pengalaman Nde ketika menjadi staf General Affairs yang mengurusi operasional kendaraan, semoga berguna.

Salam dari desa 😉