Serunya Touring D’Gujubar-DAM (part 2), Scoopy Si Imut Yang Tangguh

Ndesoedisi.com-dalam artikel sebelumnya sudah dijelaskan bahwa Nde kebagian motor All New Scoopy CBS-ISS untuk turing ke Ciwidey. Di artikel kedua ini Nde akan bercerita tentang ketangguhan All New Scoopy CBS-ISS yang Nde gunakan. Mengapa Nde katakan motor tangguh ? Karena meskipun merupakan motor dengan kubikasi paling kecil & bentuknya paling imut, Honda Scoopy tidak kalah dengan motor lain yang kubikasinya jauh lebih besar dalam melibas jalanan berbatu. Penasaran seperti apa serunya ? Silahkan disimak.

we are teh TRX lovers 😎

Dengan agenda turing ke daerah pegunungan sebenarnya Scoopy bukan pilihan yang baik, karena pengalaman tahun lalu ketika rekan-rekan D’Gujubar turing ke daerah Lembang, power to weight ratio menjadi masalah yang sangat menggangu 😀 Tapi karena Nde mendapat jatah Scoopy ya sudah terima saja, daripada tukeran sama CRF misalnya kan malah lebih ribed 😆

Nde yakin kok kalau All New Scoopy CBS-ISS standar dengan power hanya sebesar 6,7 KW (9,1 PS / 7.500 rpm) dan torsi 9,4 Nm (0,96 kgf.m) / 6.000 rpm  masih sangat mampu mengangkat Nde yang beratnya hanya 45kg di berbagai jenis medan termasuk pegunungan.

Kembali ke cerita turing. Sebelum berangkat diadakan briefing & doa bersama agar semua peserta selamat dalam perjalanan. Dalam briefing juga dijelaskan bahwa nantinya akan ada 2 jalur dimana rider yang mengendarai CRF150L akan melintasi medan khusus. Oh iya untuk acara turing semua peserta menggunakan jaket Respiro TR-01 Thermoline R1.5 Charcoal termasuk Nde. Untuk Reviewnya seperti biasa ada di artikel terpisah ya 😀

Pelepasan peserta turing

Setelah dilepas oleh pihak DAM (Nde lupa sama bapak siapa 😀 ) peserta pun berangkat menyusuri jalanan di daerah Cimahi menuju ke lokasi CSR. Perjalanan cukup lancar karena rombongan dikawal oleh Pak Jun dari kepolisian dan rekan-rekan dari komunitas Honda Verza.

Disini Nde rasanya tidak perlu bercerita panjang lebar karena namanya metik itu habitatnya memang didaerah macet, sudah pasti untuk urusan stop and go dikemacetan ya bukan masalah buat Scoopy. Nde juga ga hapal rutenya melewati daerah mana saja, yang jelas kondisi jalan bervariasi dari aspal, ganti cor-coran, dari macet parah hingga jalan lowong pun ada 😀

hayo tebak siapa rider didepan Nde ? Yang bisa nebak silahkan minta hadiah sama orangnya  😀

Cerita baru dimulai ketika rombongan masuk ke daerah perkampungan, Nde sempat kaget juga karena lama-lama jalan semakin sempit dan rusak. Tapi perjalanan kan harus tetap diteruskan seperti kata peribahasa : sekali layar terkembang, pantang surut ke belakang 😎

Mungkin karena menggunakan motor-motor yang gede apalagi motor seperti CRF150L & CRF250 Rally yang memang didesain untuk medan seperti itu, maka peserta lain pun tancap gas, ga sadar kali ya kalau Nde cuma pake Scoopy yang udah modelnya paling imut kubikasinya juga imut 😥

Daripada ketinggalan rombongan , akhirnya Nde pun mau ga mau ikut menyesuaikan kecepatan rombongan, Nde menggunakan teknik buka tutup gas memanfaatkan putaran bawah Scoopy yang cukup bertenaga, memang bisa menguntit rombongan tapi konsumsi BBM jadi boros.

Setiap ada celah Nde menyalip, saking semangatnya sampai Nde baru sadar kalau Nde ternyata selama ini menguntit rombongan didepan yang terdiri dari CRF250 Rally (Mang Kobay), satu buah Supra GTR (Fery), yang lain menggunakan CRF150L, satu lagi metik lain yang ikut rombongan didepan adalah Vario 150 yang kalau tidak salah dikendarai oleh Mbah Dharmo. Mang Kobay sampai berseloroh : woi itu siapa yang ngijinin anak kecil pecicilan pake metik ? (tepokjidat 😆 )

Jika ditanya bagaimana rasanya ? Jelas rasanya itu ga enak (pake banget) karena memang Scoopy bukan motor untuk medan berbatu, goncangan lebih dari cukup membuat badan pegal, tapi disini Nde bisa merasakan bahwa All New Scoopy yang menggunakan ban tubeless berukuran 100/90-12 (depan) dan 110/90-12 (belakang) lebih enak dibanding dengan Scoopy eSP milik Nde yang menggunakan ban berukuran 80/90-14 (depan) dan 90/90-14 (belakang).

Masa sie lebih enak ? Ya lebih enak disini tentu saja dalam tanda kutip lah. Dengan ukuran ban lebih lebar lebih mampu meredam kondisi jalan yang rusak meskipun diameternya lebih kecil. Faktor yang lain adalah karena Nde adalah orang desa, sudah sangat-sangat terbiasa riding di desa yang kondisi jalannya tidak jauh berbeda.

penduduk sekitar juga menggunakan metik kok 😀

Seperti halnya rombongan penduduk sekitar yang melintas di jalur yang sama menggunakan metik, atau bahkan lebih parah adalah anak-anak sekolah yang motornya menggunakan ban ukuran cukup kecil bahkan ada yang bonceng tiga. Sayangnya Nde tidak sempat mengabadikan momen tersebut. Di kampung tetangga Nde didaerah Cipeundeuy pun ada orang yang menggunakan Scoopy meskipun jalan di kampungnya cukup jelek tetapi tidak menyurutkan niatnya untuk menggunakan Honda Scoopy. Jadi ada faktor kebiasaan yang berperan. Jadi rasanya tidak salah juga kalau Nde menyebut Honda Scoopy itu tangguh karena habitatnya di kota tapi sanggup digunakan di pedesaan.

Honda Scoopy di jalan berbatu di daerah Nde di Subang

Ok kembali lagi ke cerita turing, rombongan akhirnya beristirahat di sebuah warung di atas bukit di daerah yang bernama Panyandaan. Tempatnya cukup bagus untuk berfoto kemudian diupload di medsos 😀

Setelah istirahat dirasa sudah cukup, akhirnya rombongan pun melanjutkan perjalanan menuju lokasi CSR, untung saja jalurnya sebagian besar sudah cukup bagus meskipun sempit. Hanya beberapa ratus meter mendekati lokasi CSR yang jalurnya berbatu.

bisa tancap gas 😀

Wah tak terasa udah 700 kata lebih lumayan panjang juga ya, padahal sebenarnya masih banyak loh cerita yang belum Nde diceritakan. Jadi jangan pantengin terus blog ndesoedisi ini ya 😀

Salam dari desa 😉

Berikut foto-foto serunya perjalanan ke Panyandaan.

 

 

 

 

 

 

,

Iklan

Silahkan Dikomentari

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s