Nostalgia Menjadi Pengguna Bus Budiman

Ndesoedisi.com-entah mengapa belakangan ini Nde lagi suka baca blog tentang cerita pengalaman baik itu pengalaman hidup maupun traveling, mungkin lagi (udah) jenuh sama berita otomotif kali ya jadi mencari hal yang baru. Makanya kali Nde kembali membuat artikel nostalgia semasa masih menjadi pengguna bus Budiman. Berhubung ini adalah pengalaman belasan tahun yang lalu maka Nde pun cerita seingatnya saja ya, yang penting diposting ujar Mang AsepΒ πŸ˜† .

ilustrasi Bus Budiman (pic: Imotorium)

PO Budiman merupakan armada bus yang cukup terkenal di jalur selatan Jawa Barat (berbagai informasi tentang bus termasuk Budiman, lebih lengkapnya bisa di baca di blog Imotorium.com). Nde sendiri sudah lupa kapan mulai mengenal bus Budiman. Yang jelas ketika masih SMP (mungkin sekitar tahun 1997an) ada 2 unit bus Budiman jurusan Bandung-Cilacap yang cukup menarik perhatian Nde.

Bagi Nde yang waktu itu masih SMP melihat bus Budiman itu kok kayaknya keren, dan ingin banget rasanya naik bus tersebut. Bahkan saking senengnya hampir setiap hari libur Nde rela nungguin bus Budiman jurusan Cilacap-Bandung tersebut lewat didepan rumah Nde πŸ˜€ . Ya mungkin mirip-mirip sama perilaku bismania abg jaman sekarang. Cuma waktu itu Nde cuma nungguin bus lewat, udah lewat ya udah tidak sampai melakukan perbuatan seperti nyari telolet & selfie didepan bus lewat apalagi sampai membahayakan keselamatan diri sendiri.

Pengalaman pertama naik bus Budiman justru baru bisa terlaksana beberapa tahun kemudian tepatnya di tahun 2001 ketika itu untuk pertama kalinya Nde pulang ke Cilacap setelah masuk kuliah di Subang. Nde pulang bareng dengan kakak nomer 2. Waktu itu Kakak Nde masih kerja di Jakarta dan sengaja mampir dulu ke Subang.

Sebelum pulang sempat ngobrol sama kakak mau pulang lewat mana karena kalau pulang lewat Pantura udah bosen, makanya ingin mencoba pulang lewat Bandung dan naik Budiman yang lewat depan rumah Nde di Sampang Cilacap sehingga mau sampai jam berapapun tidak menjadi masalah. Waktu itu Nde bertanya ke teman apakah ada jalur dari Cipeundeuy (Subang perbatasan) ke terminal Cicaheum selain jalur Purwakarta-terminal Leuwipanjang-Terminal Cicaheum. Teman Nde mengatakan ada yaitu lewat Subang-Terminal Ledeng-Cicaheum.

Berangkat setelah dhuhur, Nde dan kakak sampai di terminal Cicaheum menjelang maghrib. Setelah mencari-cari, akhirnya ketemu bus Budiman jurusan Bandung-Cilacap. Bus tersebut merupakan bus terakhir yang menuju ke Cilacap yang berangkat dari Bandung sekitar jam 19.00.

ilustrasi terminal Cicaheum (pic : jurnalbandung)

Nde sudah lupa berapa tarif Budiman Bandung-Cilacap waktu itu, seingat Nde juga waktu itu bis menggunakan AC dengan seat 2-2 dan penumpang hanya diberi air mineral. Penumpang yang naik pun hanya beberapa orang saja dan Nde memilih duduk dibelakang sopir. Bahkan beberapa kali naik bus tersebut pun Nde tetap memilih posisi duduk dibelakang sopir.

Sehabis Maghrib bus berangkat dan sampai di Sampang-Cilacap sekitar jam 1 malam. Sempat transit di pool Budiman Tasikmalaya dan beberapa kali kontrol tapi Nde sudah tidak ingat lagi πŸ˜€

Sejak itu Nde menjadi sering menggunakan bus Budiman untuk berangkat ke Cilacap dan pulang ke Subang. Awalnya ketika kembali ke Subang Nde juga menggunakan jalur yang sama dengan berangkat yaitu Cicaheum-Ledeng-Subang tetapi menggunakan bus yang berangkat pagi dari Cilacap.

Tetapi karena sampai di terminal Subang sudah sore, biasanya Elf jurusan Subang-Cikampek juga sudah mulai jarang (pernah Nde ceritakan di artikel : nostalgia Elf Purwasuka, angkutan umum yang tergerus oleh zaman), maka Nde pun berganti rute yaitu turun di pintu tol Cileunyi dan ganti bus yang menuju ke Purwakarta biasanya Nde menggunakan Primajasa. Karena waktu itu belum ada tol Cipularang maka perjalanan dari Bandung ke Purwakarta pun lumayan lama, dan biasanya paling cepet sampai di Purwakarta itu sekitar jam 5 sore.

ilustrasi pintu Tol Cileunyi (pic: Okezone)

Untuk menuju ke Cipeundeuy masih ada sisa-sisa elf dan angkot, dan kalau mau bersabar menunggu di terminal Sadang (sekarang Sadang Terminal Square ) masih ada bus 2/4 jurusan Majalengka dan Bus Warga Baru jurusan Subang yang tarifnya lebih murah dibanding Elf dan angkot.

Nde berhenti menggunakan Bus Budiman jurusan Bandung-Cilacap kalau tidak salah sekitar tahun 2004 . Ceritanya waktu itu Nde sudah hampir setahun tidak pulang ke Cilacap karena waktu liburan digunakan untuk magang/PKL di PT. Texmaco, padahal biasanya Nde pulang bisa 2-3 kali dalam setahun. Nde yang tidak tahu kalau armada Bus Budiman jurusan Bandung-Cilacap ternyata tinggal 1 bus aja seperti biasa berangkat sehabis duhur & sampai di Cicaheum menjelang maghrib.

Tetapi ketika menuju ke area dimana Bus Budiman berada kok tidak ada bus jurusan Bandung-Cilacap ya ? Karena penasaran Nde pun bertanya ke salah satu kru bus Budiman yang ada disana dan Nde mendapatkan jawaban bahwa Budiman jurusan Bandung-Cilacap sekarang hanya ada 1 bus yang beroperasi dan bus tersebut sudah berangkat sebelum maghrib. Sebuah keputusan yang masuk akal menurut Nde karena memang pengguna bus Budiman yang sudah mulai berkurang. Bahkan beberapa kali naik Budiman dari Bandung ke Cilacap, penumpangnya hanya beberapa orang saja.

Akhirnya Nde pun naik bus Budiman jurusan lain yang lewat dekat rumah Nde yaitu Budiman Bandung-Purwokerto (atau Wonosobo, Nde lupa πŸ˜† ) yang jelas jadinya Nde tidak turun tepat didepan rumah tetapi turun di pertigaan Rawalo yang jaraknya sekitar 4 km dari rumah yang bisa ditempuh dengan naik ojek.

Bersambung …

Sebenarnya masih banyak ceritanya tapi pas dicek ternyata sudah mencapai 800an kata ya, jadi biar tidak terlalu panjang Nde buat artikelnya dalam beberapa edisi ya πŸ˜€

Salam dari desa πŸ˜‰

Iklan

13 pemikiran pada “Nostalgia Menjadi Pengguna Bus Budiman

  1. Jadi ikutan nostalgia deh saya.
    Dulu waktu tahun 2000-2006 sering ke Pangandaran dari Bandung naik Budiman. Rute yang ke Pangandaran belum pakai AC waktu itu. Busa di kursinya udah pada keluar-keluar. Kadang ada kecoak juga ikutan nongol. Tapi tetap nyaman, dan yg penting selamat sampai tujuan

    Skrg Budiman udah apiiikkk

    Suka

    1. Emang

      Lho gimana sih mas anto ni,jelas2 anda menyebut bus budiman ke pangandaran.kalau memang bukan bus budiman ya jangan disebut dong..setahu saya waktu KKN di pangandaran tahun 2003,bus budiman itu bersih dan rapi,awak bus nya ramah2 dan itu masih berlaku sampai sekarang..khas bis jalur selatan.bis budiman ini bukan hanya cukup terkenal,tapi sangat terkenal.skarang masih penguasa jalur selatan jawa barat..bis nya keren2.

      Suka

  2. iwan bayaran

    Pernah naik budiman sakali waktu mudik ka wangon ka imah mitoha.. naik ti rambutan ka banjar trus nyambung bis lain ka wangon keun.
    emang edun ieu beus, edun kumaha ngitung profit na soalna penumpang na oge ngan babaraha hiji.

    Suka

Silahkan Dikomentari

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s