Mencoba Ban Aspira Premio Urbano Di Honda Revo 110

Ndesoedisi.com-bulan puasa kemarin ban belakang FDR Spartax yang Nde gunakan di Honda Revo sudah waktunya diganti. Sebagai gantinya Nde ingin mencoba ban yang saat ini populer sebagai ban yang terjangkau tapi punya kualitas yang cukup bagus yaitu Aspira Premio. Aspira Premio sendiri merupakan ban hasil kerjasama antara Astra Otopart dengan Pirelli. Nah Seperti apa review ban Aspira Premio Urbano tersebut ? Silahkan dipelototi πŸ˜€

Aspira Premio Urbano 80/90-17

Dari sekian banyak jenis ban Aspira Premio ternyata hanya Aspira Premio Urbano yang cocok untuk Si Nyoi Revo 110. Alasannya bukan karena harganya yang paling murah, tetapi karena si Nyoi Revo 110 masih menggunakan velg jari-jari standar pabrik (bukan ban cacing ya πŸ˜† ) jadi Nde memilih jenis ban yang menggunakan ban dalam. Sebenarnya bisa saja menggunakan ban tubeless cuma malas ngopreknya, motor buat kerja mah biarin aja kondisinya standar πŸ˜€

Aspira Premio urbano 80/90-17

Aspira Premio Urbano ukuran 80/90-17 untuk ban belakang Nde tebus dengan harga 170 ribuan. Sebenarnya ada ukuran lain yaitu 80/80-17 tetapi Nde kurang suka karena terlihat lebih ceper.

kembangan ban Aspira Premio Urbano

Pertama memegang ban Aspira Premio Urbano Nde kok rasanya lebih berat & lebih keras dibanding dengan ban lain, ketika Nde mencoba merenggangkan dinding (side wall) ban kok rasanya alot & keras.

Karena penasaran Nde lalu bertanya sama Alki Indoride yang sudah duluan menggunakan Aspira Premio Sportivo apakah ban Aspira Premio itu cenderung lebih keras dibanding yang lain, dan ternyata Alki mengiyakan kalau Aspira Premio memang cenderung lebih keras. Ok lah kalau begitu berarti tidak ada masalah.

Ada yang mau baca soal safety warning tersebut ? πŸ˜€

Selain tentang kompon yang terasa lebih keras, hal lain yang menarik perhatian Nde adalah tulisan tentang safety warning yang tercetak secara lengkap di side wall ban. Menurut Nde ya bagus juga meskipun kemudian Nde berpikir bahwa ga yakin tulisan tersebut akan dibaca oleh orang Indonesia πŸ˜€

Selain tulisan safety warning, ada juga tulisan TWI (Tread Wear Indicator) melengkapi tanda segitiga yang ada sebagai penanda keausan ban.

ada tulisan TWI (Tread Wear Indicator) sebagai penanda keausan ban

Pemasangan ban tersebut Nde lakukan di bengkel tetangga dekat rumah yang namanya bengkel didesa pada umumnya hanya menggunakan peralatan tradisional belum menggunakan mesin. Ketika memasang ban itulah terjadi perbincangan antar Nde dengan si mang yang memasang ban.

Obrolan pertama adalah soal harga, si mang tukang ban sangat terkejut ketika Nde mengatakan bahwa harga ban Aspira Premio itu sekitar 170 ribuan. Si mang mengatakan kalau harganya terlalu mahal dengan nadanya mengisyaratkan kalau Nde sudah tertipu πŸ˜€

Mendengar hal itu Nde hanya tersenyum dan memaklumi namanya juga tinggal didesa, wajar kalau menganggap bahwa Aspira Premio itu sama dengan Aspira biasa. Orang desa (termasuk Nde) pada umumnya membeli ban motor dengan harga dibawah 150 ribu, kecuali anak-anak muda yang memang lebih gaul mau membeli ban dengan kualitas yang lebih bagus dan harga yang lebih mahal.

Obrolan soal harga Aspira Premio tersebut membuat Nde teringat bahwa sebelumnya Nde juga pernah mengobrol dengan tetangga yang memang bekerja di PT. Evoluzione Tyres (produsen Aspira Premio). Tetangga tersebut agak kaget juga ketika mengetahui Nde cukup familiar dengan merk Aspira Premio. Selanjutnya tetangga Nde tersebut bercerita tentang pengalamannya sering dibilang “ban Aspira kok mahal” ketika sedang memperbincangkan soal Aspira Premio πŸ˜€

Rasa keheranan si mang tukang pasang ban belum berakhir karena memasang ban Aspira Premio menggunakan alat tradisional ternyata cukup sulit. Dan setelah berusaha keras barulah ban tersebut terpasang. Alhasil si Mang kembali berkomentar : wah ban yang aneh, sudah harganya mahal, masangnya susah & keras, nanti kalau mau membuka ban juga pasti susah banget πŸ˜€

Tambah lagi si Mang berseloroh: wah ban ini mah ga usah di pompa juga udah keras, kalau kurang angin sedikit juga ga akan kerasa πŸ˜€ Ya jujur Nde agak aneh juga melihat ban Aspira Premio yang keras sehingga belum dipompa pun sudah membentuk dan tidak kempes seperti ban pada umumnya. Mungkin memang Nde yang terlalu Ndeso sehingga baru lihat fenomena seperti itu πŸ˜€

Aspira Premio urbano setelah terpasang di ban belakang

Selesai memasang ban, Nde lalu mencoba ban baru tersebut. Memang terasa ada perbedaan yang sangat sifnifikan dibandingkan dengan FDR Spartax yang Nde gunakan sebelumnya. Melintas di jalan baik aspal, jalan jelek terasa lebih smooth dan senyap, bahkan melintas di jalan beton kasar pun masih terasa senyap. Harap maklum karena selama ini Nde terbiasa menggunakan ban-ban yang tergolong murah sehingga Nde belum punya perbandingan tentang performa Aspira Premio dibandingkan dengan ban yang setara πŸ˜†

Sampai saat ini Nde sangat puas menggunakan Aspira Premio Urbano di berbagai kondisi jalan. Sayangnya Nde belum bisa merasakan performanya secara maksimal karena ban depan & komstir Revo perlu diganti.

Selain itu Nde juga belum mendapat kesempatan mengetes ban Aspira Premio tersebut untuk hujan-hujanan sehingga belum tau kemampuannya melintas di jalan basah itu seperti apa. Nanti kalau Nde sudah mencobanya akan Nde usahakan untuk membuat reviewnya buatkan di artikel terpisah.

Salam dari desa πŸ˜‰

Iklan

10 pemikiran pada “Mencoba Ban Aspira Premio Urbano Di Honda Revo 110

Silahkan Dikomentari

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s