Impressi Pertama All New Honda PCX 150 2018

Ndesoedisi.com-melanjutkan artikel berjudul akhirnya bisa menyentuh All New PCS 150, kini Nde lanjutkan dengan artikel tentang review singkat atau sekedar impressi pertama All New Honda PCX 150 2018. Jadi ceritanya Nde ikut kebagian untuk mencicipi sebuah unit tes All New Honda PCX 2018 berwarna hitam setelah motor tersebut digunakan oleh Mang Jejen Macantua dan Mang Gilar Menyusurijalan. Ini adalah pengalaman pertama Nde mencoba All New PCX 150 alias PCX lokal karena memang belum pernah bertemu sama sekali, kalau PCX CBU pernah Nde coba yaitu milik mang Kobay (silahkan baca artikel berjudul : tesride Honda PCX 150, tiada kata selain nyaman).

Honda PCX lokal 2018

Sebenarnya artikel ini seharusnya diposting sejak bulan puasa kemarin, berhubung Nde profesinya bukan sebagai blogger ya sudah akhirnya mengerjakan pekerjaan lain yang lebih penting, kalau ga diledekin terus sama Mang Asep dengan tagline “yang penting diupload” mungkin artikel ini ga akan diupload-upload kali ya ๐Ÿ˜†

Ok dilanjut ceritanya, setelah janjian ketemuan sepulang kerja Nde langsung memacu Suzuki Address menuju rumah Mang Gilar di kota Subang. Sempat bolak-balik mencari alamat rumah, akhirnya sampai juga di rumah mang Gilar. Di garasi Nde satu unit All New Honda PCX 150 ABS dengan odometer sekitar 1000 KM berwarna hitam sudah menunggu untuk direview.

Karena sudah maghrib dan waktunya berbuka puasa maka Nde pun menunggu selesai sholat magrib baru pulang kerumah di Purwakarta. Selama menunggu Nde mempelajari cara menghidupkan PCX tersebut dan fitur-fiturnya. Kan ga lucu kalau misalnya di jalan setalah isi BBM terus ga bisa nyalain motor lagi ๐Ÿ˜€

remote keyless PCX lokal

Melihat dimensi PCX 150, yang pertama ada didalam pikiran Nde adalah motor ini berat. Tetapi ternyata dugaan Nde tersebut tidak sepenuhnya benar. Dengan bodi yang bongsor, Honda PCX 150 itu cukup ringan untuk ditegakkan. Rasanya tidak jauh berbeda seperti menegakkan metik-metik dengan kubikasi yang lebih kecil. Meskipun dimensi besar itu tetap akan menimbulkan masalah bagi Nde ketika harus menggeser-geser motor diparkiran misalnya.

Bodinya emang gede tapi ringan, coba deh distandar tengah pasti enteng banget bahkan rasanya lebih enteng & lebih gampang dibanding menyetandar tengah motor bebek, ungkap Mang Gilar.ย Masa sie ? Karena penasaran Nde langsung mencoba dan ternyata benar, hanya dengan gerakan ringan, Honda PCX 150 sudah bisa parkir dengan posisi standar tengah. Setelah dirasa cukup dan tidak kemalaman di jalan Nde pun mohon diri dari rumah mang Gilar.

riding malam dengan PCX lokal

Hati-hati ya, inget ini motor 150cc beda sama metik cc kecil pesan Mang Gilar sesaat sebelum Nde meninggalkan rumah Mang Gilar.ย Mengendarai motor baru dengan dimensi yang cukup besar untuk ukuran badan Nde yang imut ๐Ÿ˜Ž ditambah belum kenal karakternya di malam hari membuat Nde lebih berhati-hati.

Sepanjang jalan dari rumah Mang Gilar sampai alun-alun Subang, Nde berjalan pelan ya sekitar 40-50 km/jam mencoba beradaptasi dengan PCX baru. Setiap ada jalan jelek bukannya dihindari tapi malah sengaja di lewati agar tau bagaimana respon PCX ๐Ÿ˜€ (soal bantingan shock akan Nde ceritakan lebih lengkap di artikel yang lain). Oh iya lampu depan PCX cukup terang untuk riding dimalam hari.

Keluar dari kota Subang, memasuki jalur luar kota, Nde mulai berani menaikkan kecepatan meskipun hanya kisaran 60-70 km/jam. Saat itu Nde belum berani membawa PCX melebihi 70km/jam.

disini Nde menyalip 2 kontainer sekaligus

Kesempatan pertama untuk merasakan akselerasi itu muncul di daerah Kalijati ketika Nde bertemu dengan 2 buah truk kontainer yang berjalan beriringan. Melihat jalur dari lawan arah kosong, Nde pun menarik gas lebih dalam dan wuzzz… 2 truk kontainer pun sukses dilewati dengan sangat mudah.

Dalam hati oh begini ya akselerasi Honda PCX lokal, bener juga pesan mang Gilar agar berhati-hati dengan power PCX. Lebay ? Engga juga karena power sebesar 14.7 PS dengan torsi 13.2 Nm sudah lebih dari cukup untuk menerbangkan Nde yang beratnya cuma 45 kg ini ๐Ÿ˜‚

Dan setelah menempuh perjalanan sejauh kurang lebih 35 km, sampai lah Nde dirumah. Sebelum memasukkan motor Nde sempat melihat konsumsi BBM di speedometer dan hasilnya adalah sebagai berikut :

konsumsi BBM PCX setelah riding 35,5 km

Tertulis jarak yang ditempuh adalah 35,5 Km, dengan konsumsi BBM 51,9 km/liter. Sewaktu di jalan sebenarnya sempat menyentuh angka 52 km/liter, tetapi sesampainya dirumah angka yang tertera adalah 51,9 km/liter. Nde sengaja mereset trip meter sebelum berangkat dari rumah Mang Gilar sehingga nantinya Nde bisa tahu berapa km Honda PCX tersebut digunakan oleh Nde.

Ya itulah impresi pertama Nde menggunakan Honda PCX sejauh 35 km. Untuk artikel review selanjutnya akan Nde buatkan di artikel terpisah. Tak lupa Nde ucapkan terimakasih untuk PT. Daya Adicipta Motora selaku main dealer Honda Jawa Barat yang sudah meminjamkan unit tes Honda PCX 150 ini.

Salam dari desa ๐Ÿ˜‰

Iklan

6 pemikiran pada “Impressi Pertama All New Honda PCX 150 2018

Silahkan Dikomentari

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s