Cerita Mudik Ke Cilacap 2018

Ndesoedisi.com-bagi para perantau mudik merupakan tradisi, bahkan sampai ada orang yang pulang ke kampung halaman setahun sekali hanya pada saat mudik hari raya Idul Fitri saja sehingga bermacet-macetan pun bukan penghalang untuk mudik. Nde juga lebaran tahun ini kembali mudik bersama dengan keluarga, meskipun akhir tahun 2017 kemarin sudah pulang menggunakan Suzuki Address (silahkan baca artikel : riding Purwakarta-Cilacap via jalur alternatif Cikijing-Banjar). KarenaΒ bagi Nde sering pulang & bertemu dengan Ibu & saudara yang lain itu lebih baik.

 

ilustrasi mudik :pic: google)

Lah terus ngapain bikin artikel mudik kok setelah musim mudik selesai ? Ya biarin aja namanya juga blog ya suka-suka adminnya, kalau kata Mang Kobay & Mang Asep sie yang penting jadi artikel & yang penting diupload biar ga cuma jadi simpanan atau sekedar ide, ya ga ? πŸ˜†

Sedikit berbeda dengan mudik di tahun-tahun sebelumnya (silahkan baca cerita mudik tahunΒ 2017)Β yang berangkat setelah sholat Ied, tahun ini Nde berangkat lebih awal. Rencana semula mudik pada H-2 akhirnya berubah menjadi H-4 karena mengikuti jadwal kakak Nde yang sudah libur duluan :D.

Sebelum berangkat mudik sebenarnya sempat ada perubahan rencana karena Nde ada kerjaan mendadak sehingga Nde berencana kalau hari Jumat sebelum mudik belum selesai maka hari Senin Aira, Izhar dan bundanya akan mudik lebih dulu bersama kaka Nde menggunakan mobil, sedangkan Nde akan menyusul dengan menggunakan motor.

Dasar pengendara motor, dalam hati Nde malah berdoa semoga beneran bisa mudik naik motor jadi nantinya di Cilacap ada motor dan bisa main kemana-mana πŸ˜€ Tetapi rupanya doa Nde tidak terkabul, karena hari jumat semuanya pekerjaan beres & Nde bisa mudik hari Senin. Padahal asyik tuh kalau jadi mudik naik motor seperti mudik tahun 2014 (artikel disini)

Hari Senin sejak pagi Nde berulang kali mengecek kondisi lalu lintas tol Cipali melalui aplikasi di HP dan hasilnya adalah warna merah dari daerah Subang hingga Indramayu karena ada kecelakaan entah di KM berapa Nde lupa dan tentu saja karena ada antrian masuk ke rest area di sepanjang Tol Cipali.

tol Cipali H-4

Jam 08.00 kakak Nde datang, lalu Nde tanya kondisi lalu lintas di tol Cikampek katanya lancar, ketika Nde informasikan kondisi tol Cipali kakak Nde sempat bertanya kalau benar macet lalu masuk lewat mana ? Nde bilang masuk di Cikedung. Tetapi setelah berdiskusi sebentar akhirnya tetap memutuskan masuk ke tol Cipali melalui pintu tol Kalijati meskipun macet.

jalur Sadang-Subang

Jam 08.30 Nde beserta rombongan berangkat menuju Cilacap. Lalu lintas dijalur Sadang-Subang saat itu terbilang normal bahkan cenderung sepi karena di hari Senin tersebut masih banyak karyawan yang masuk kerja.

pintu tol Kalijati sepi

Masuk ke tol Cipali saat itu kondisinya ramai lancar. Ya karena di maps juga menunjukkan kemacetan baru ada di rest area km 101.

lancar

Kepadatan mulai terlihat menjelang rest area di KM 101 arah Cirebon, tetapi saat itu kondisinya tidak terlalu parah. Kendaraan masih bisa berjalan meskipun lambat dan antrian kendaraan juga tidak terlalu panjang.

kepadatan di KM 101 Cipali

Selepas rest area KM 101, kondisi kendaraan terbilang padat tetapi masih bisa melaju di kecepatan 80 km/jam konstan atau bisa dibilang ramai lancar. Hingga sampai di KM 141 baru terjadi kemacetan karena pada pagi hari katanya terjadi kecelakaan di daerah tersebut. Kondisi mobil yang tersendat membuat Nde menjadi mengantuk dan sempat tertidur, jadi tidak tahu kemacetan sampai dimana.

kemacetan di KM 141

Ayaaaahhhhhh, sudah mau lewat gunung, jangan lupa fotoin batu raksasa !!!

Teriakan kaka membangunkan Nde, dalam kondisi baru bangun tengok kiri-kanan memperhatikan jalan rupanya Nde sudah hampir memasuki KM 181-182 dimana ada sebuah batu besar yang dijuluki batu Bleneng bertengger di pinggir tol Cipali. Sebuah rutinitas yang selalu Nde lakukan setiap melewati tol Cipali pasti si Kaka meminta foto batu raksasa tersebut, ga bosen apa ya ? πŸ˜€

batu Bleneng, batu raksasa di pinggir tol Cipali

Sekitar pukul 11.00 Nde sampai di pintu tol Palimanan. Jika dihitung berangkat dari Purwakarta pukul 08.30 maka perjalanan sampai di Palimanan selama 2,5 jam maka bisa dikategorikan normal.

pintu tol Palimanan

Oh iya sepanjang perjalanan di Tol Cipali dan tol Palikanci, setiap ada flyover selalu dijaga oleh petugas bersenjata laras panjang. Mungkin untuk mengantisipasi tindakan kriminal seperti pelemparan batu yang terjadi sebelumnya.

petugas menjaga salah satu flyover di jalan tol Kanci

Kondisi lalu lintas di tol Palikanci hingga keluar di tol Pejagan pun masih sama kondisinya sangat lancar. Hingga pukul 12.00 Nde sudah keluar dari Tol Pejagan. Padahal biasanya Nde istirahat siang itu di rest area KM 207 tol Palikanci.

suasana lalu lintas di tol Palikanci

Keluar dari tol Pejagan menuju pasar Ketanggungan Brebes lalu lintas pun lancar, memang ada sedikit kemacetan dipasar Ketanggungan Brebes tetapi hanya sebuah kemacetan karena aktivitas normal di pasar. Jalur Ketanggungan-Songgom-Prupuk atau jalur di tepi sungai yang biasanya padat pun pada H-4 kondisinya lancar.

jalur Ketanggungan-Prupuk lancar

Sekitar pukul 13.00 lebih, Nde dan keluarga beristirahat di SPBU 44-52217 di daerah Tonjong- Brebes.

SPBU 44-52217 Tonjong Brebes

Sebelum beristirahat kondisi lalu lintas di depan SPBU masih lancar, tetapi ketika akan melanjutkan perjalanan rupanya jalan didepan SPBU sudah macet. Kemacetan yang terjadi disebabkan karena di daerah tersebut ada pembangunan flyover diatas persimpangan rel kereta api. Dan tepat sebelum Nde meninggalkan SPBU ada sebuah kereta api yang lewat sehingga menimbulkan kemacetan tapi kemacetan tersebut termasuk normal.

kemacetan di Tonjong Brebes

Setelah itu sampai dengan dari Brebes, Bumiayu, hingga Ajibarang & Wangon kondisi lalu lintas terbilang ramai lancar, sempat tersendat di beberapa titik tetapi tidak terlalu masalah. Kepadatan kembali terjadi setelah perempatan Wangon karena disini terjadi pertemuan antara arus lalu lintas dari jalur Selatan dan dari jalur utara.

jalur Wangon-Jatilawang-Rawalo

Akhirnya setelah menikmati perjalanan selama kurang lebih 8 jam, sekitar pukul 16.30 Nde sampai di tujuan yaitu di daerah Sampang. Rasa cape sepanjang perjalanan pun terbayar karena bertemu dengan Ibu dan saudara yang lain serta berbuka dengan ditemani oleh makanan khas dari Banyumas yaitu tempe mendoan.

berbuka dengan tempe Mendoan

Ya itulah sedikit cerita mudik untuk mengawali aktivitas ngeblog setalah libur lebaran. Untuk cerita arus balik akan Nde ceritakan di lain kesempatan.

Salam dari desa πŸ˜‰

Iklan

16 pemikiran pada “Cerita Mudik Ke Cilacap 2018

  1. Wah asyik nih pada mudik..

    Aku mudiknya ditunda bulan depan..😣😣😣

    Itu tempe mendoannya bisa dipaketin ke Sulut ga? Aku udah lama bnget ga makan tempe mendoan, disini ga ada yg jual..😣😣😣

    Apa lagi tahu bacem….jdi keluar air liur ku..πŸ˜€πŸ˜€

    Suka

Silahkan Dikomentari

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s