Memori Pengabdian Si Abah (5) Membalas Si Pembully Di Jalanan (Jangan Ditiru !!!)

Ndesoedisi.com-bagi pengunjung yang dulu sering baca blog ini mungkin masih ingat dengan si Abah. Ya si Abah adalah nama Honda Astrea Grand tahun 1995 yang pernah menemani Nde beraktivitas beberapa tahun yang lalu. Cerita soal si Abah ini pernah Nde tulis dalam beberapa artikel berikut : memori episode 1 dipaksa bekerja keras, episode 2 yang tak terlupakan, episode 3 si Abah pensiun, episode 4 setia menemani ibu hamil, dan artikel Si Abah kembali perkasa.

si Abah Astrea Grand 95

Sesuai dengan judul artikel, maka di edisi ke-5 ini Nde akan bercerita tentang memori membalas para pengendara lain yang suka membully Nde ketika naik si Abah yang sering Nde alami sekitar tahun 2011.

Sebelum meneruskan membaca artikel berikut, Nde ingatkan bahwa membully pengendara lain atau pun membalas bullyan dari pengendara lain itu merupakan perbuatan yang sangat-sangat tidak baik dan sangat-sangat tidak patut untuk ditiru !!!

Respek dan hargailah pengendara yang lain.

Namanya motor tua dan hanya berkapasitas 100cc (itu pun tidak genap) membuat Si Abah sering di bully oleh pengendara lain. Kejadian yang paling sering adalah banyak kendaraan terutama metik yang tidak mau disalip.

Padahal Nde sendiri merasa berkendara normal bahkan cenderung pelan, tidak pernah memprovokasi kendaraan lain. Lah gimana mau memprovokasi atau ugal-ugalan motornya aja udah tua, sudah tidak ada tenaganya 😆

Kalau sekedar tidak mau disalip, terus nyalip lagi dan ninggalin Nde ya masih bisa dianggap wajar dan Nde pasti akan mengalah tetapi yang sangat menjengkelkan adalah kalau pengendara tersebut sengaja mempermainkan Nde dengan cara menghalang-halangi Nde, ketika mau disalip motor menambah kecepatan, lalu ketika Nde gagal menyalip pengendara tersebut kembali menurunkan kecepatan, ketika akan disalip kenceng lagi begitu seterusnya.

Tentu saja hal tersebut sangat menjengkelkan. Karena sering dibully seperti itu akhirnya Nde menjadi jengkel dan memikirkan ide jahat untuk membalas dendam kepada pada pembully tersebut. Maklum waktu itu bisa dibilang masih muda karena belum berumur 30 tahun jadi emosi masih belum stabil.

  • Korban pertama
Mio lawas warna hitam
ilustrasi Mio Sporty

Nde masih ingat pertama kali membalas dendam itu ketika subuh-subuh berangkat kerja ke Cikarang, di daerah Cikampek ada seorang bapak-bapak berboncengan menggunakan Mio sporty. Ketika akan disalip bapak-bapak itu menambah kecepatannya, ketika Nde mengerem karena tidak bisa menyalip, bapak-bapak itu juga menurunkan kecepatannya, ketika Nde akan menyalip lagi bapak-bapak itu kembali menaikkan kecepatannya.

Wah ini tidak bisa dibiarkan, dan muncullah sebuah ide jahat. Nde lihat beberapa ratus meter di depan ada sebuah angkot berjalan pelan. Nde lalu mengambil posisi di sebelah kanan Mio tersebut, si bapak-bapak masih ga mau kalah dan posisi berjajar karena pada dasarnya tenaga si Abah tidak mampu untuk menyalip Mio 😆

Mendekati angkot, Nde masih tetap sejajar dengan si bapak-bapak karena si bapak masih juga mempermainkan Nde, tepat berada dibelakang angkot, situasi berbalik, jika awalnya si bapak membully Nde, sekarang gantian Nde yang membully si bapak dengan cara menggiring si bapak membuntuti angkot. Posisi Nde tidak sejajar di belakang melainkan berada di samping sebelah kanan, jadi posisi lebih aman dari kelakuan angkot yang suka mengerem mendadak.

Sebaliknya posisi si bapak mati kutu karena terjebak berada persis di belakang angkot, mau nyalip tidak bisa karena terhalang oleh Nde, kalau tetap berada si sana tentu saja cukup berbahaya kalau angkot berhenti mendadak. Akhirnya si bapak mengalah memilih mundur menjauhi Nde dan tidak mengejar lagi.

  • Korban kedua
ilustrasi Vario Techno 110

Korban kedua adalah sebuah Vario Techno 110. Saat itu Nde juga sedang berangkat kerja di Cikarang, begitu sampai di daerah Karawang Barat sebuah Vario Techno 110 tidak mau disalip dan mempermainkan Nde seperti yang sudah-sudah. Otak Nde langsung berpikir bagaimana caranya membalas dendam.

Jika pada waktu menghadapi Mio Nde giring supaya mati kutu membuntuti angkot, maka melawan Vario 110 beda lagi. Saat itu bagian tepi jalanan di Karawang Barat menuju Cikarang banyak lubang dan rusak tetapi bagian tengah relatif bagus.

Seperti biasa Nde lalu mengambil posisi di sebelah kanan Vario tersebut. Pengendara Vario tentu saja menambah kecepatan sehingga kembali posisi berjajar.

Entah pengendara Vario tersebut sadar atau tidak kalau di tepi jalan banyak lubang dan hasilnya.. braakkk Vario sukses menghajar lubang di pinggiran jalan, tetapi 1x menabrak lubang sepertinya belum membuat pengendara kapok dan masih penasaran atau mungkin malah tambah panas ingin balas dendam sehingga kembali mengejar Nde dan mengulangi lagi perbuatannya.

Dan kesalahan yang sama punterulang lagi beberapa meter kemudian braakkk…. Vario tersebut kembali menghajar lubang. Setelah 2x menghajar lubang sepertinya pengendara Vario tersebut kapok dan mengurangi kecepatannya dan tidak mengejar Nde lagi.

  • Korban ketiga
ilustrasi bonceng 3

Korban ketiga adalah anak abg yang bonceng bertiga mengendarai entah motor apa karena Nde sudah lupa. Ceritanya juga sama dengan kedua motor sebelumnya. Saat itu Nde sedang melintas di kawasan Kota Bukit Indah.

Ketiga anak abg tersebut awalnya naik motor dengan kecepatan normal, tetapi ketika akan disalip tidak terima dan malah mempermainkan Nde. Ya maklum lah namanya juga abg mungkin baru SMP dan mungkin mikirnya ah gengsi masa disalip sama motor tua, lagian cuma Astrea Grand tua pasti gampang dibully.

Otak Nde kembali bekerja, didepan ada sebuah truk yang berjalan tidak terlalu kencang tetapi berada di jalur kanan. Ya sudah seperti yang sudah-sudah abg tersebut Nde giring ke belakang truk. Dan sepertinya ketiga abg tersebut tidak menyangka kalau bakal Nde giring ke belakang truk sehingga ketiganya sampai berteriak histeris.

Sebenarnya masih ada beberapa cerita lagi tetapi intinya tetap sama sehingga rasanya tidak perlu Nde ceritakan disini dan kebanyakan dilakukan oleh anak-anak muda yang emosinya belum stabil dan mudah panas gara-gara disalip.

Seiring dengan perjalanan waktu & usia, Nde sekarang lebih suka mengalah ketika bertemu orang-orang gila dijalanan karena pikirannya sudah beda. Naik motor juga juga lebih santai bahkan lebih sering disalip orang daripada menyalip 😀

Akhir kata, sekali lagi Nde ingatkan bahwa cerita ini bukan untuk mengajari membalas dendam di jalanan. Tetapi sebagai bahan pemikiran agar kita semua lebih respek dan menghargai pengguna jalan yang lain karena pada dasarnya kita tidak pernah tahu sedang berhadapan dengan siapa, bagaimana sifatnya dan seberapa nekat orang yang kita temui. Seperti orang yang membully Nde di jalanan pasti tidak menyangka kalau Nde bakal berani membalas bullyan mereka secara langsung.

Salam dari desa 😉

Iklan

9 pemikiran pada “Memori Pengabdian Si Abah (5) Membalas Si Pembully Di Jalanan (Jangan Ditiru !!!)

  1. Wiki

    Hello ,

    I saw your tweet about animals and thought I will check your website. I like it!

    I love pets. I have two beautiful thai cats called Tammy(female) and Yommo(male). Yommo is 1 year older than Tommy. He acts like a bigger brother for her. 🙂
    I have even created an Instagram account for them ( https://www.instagram.com/tayo_home/ ) and probably soon they will have more followers than me (kinda funny).

    I have subscribed to your newsletter. 🙂

    Keep up the good work on your blog.

    Regards
    Wiki

    Suka

Silahkan Dikomentari

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s