Review Honda Scoopy eSP, Setahun Baru 10 ribuan km

Ndesoedisi.com-tak terasa setahun sudah Scoopy eSP menemani Nde sekeluarga. Scoopy eSP ini Nde beli pada bulan November 2016 lalu (cerita lengkapnya silahkan baca artikel: Honda Scoopy eSP siap menggantikan tugas si Pinky Vario 125). Setelah satu tahun maka waktunya Nde menceritakan review Honda Scoopy setelah menempuh jarak 10.000an km, hingga review penggunaan oli Fastron Techno (PFT) Hijau 10W-40.

Scoopy eSP 2016 cream

Honda Scoopy eSP 2016 milik Nde

Scoopy eSP ini sehari-hari lebih banyak digunakan oleh istri Nde untuk beraktivitas, mulai dari ke sekolah, ke pasar hingga berbagai aktivitas lainnya sehingga tidak banyak cerita yang bisa Nde ceritakan di artikel ini. Karena aktivitasnya tidak terlalu jauh paling hanya menempuh 20 km sehari untuk PP sehingga odometer baru menunjukkan angka 10 ribuan kilometer meskipun sudah berumur setahun lebih.

baru 10ribuan km πŸ˜€

Scoopy eSP ini bisa dibilang bernasib malang di tangan keluarga Nde, karena Scoopy yang sejatinya adalah metik retro modern seharusnya digunakan untuk aktivitas-aktivitas ringan dan disayang-sayang tetapi ditangan keluarga Nde Scoopy ini digunakan layaknya motor operasional keluarga lainnya sehingga tidak aneh apabila bodinya juga sudah baret-baret karena digunakan untuk membawa barang dan pernah ndlosor sekali oleh Nde. Maklum namanya juga motor operasional sehari-hari, bukan motor pajangan πŸ˜€

Lebih parah lagi Honda Scoopy ini juga pernah digunakan ndlosor oleh Nde, sehingga meninggalkan bekas baret dan pecah di bodi samping. Tapi ya engga apa-apa yang penting ridernya selamat.

baret di bodi Scoopy

Setahun penggunaan pun sudah memberikan bonus suara tambahan yang bunyinya kkkkrrrrtttt…kkkkrrrrttttt… kkkkrrrrrtttt disambungan bodi dan headlamp depan. Mencoba berpikir positif semoga bonus suara bodi mirip irama perkusi tersebut bukan merupakan sebuah usaha melestarikan tradisi yang sudah berlangsung secara turun temurun πŸ˜€

bodinya baret-baret wkwkwk

Selama setahun ini Honda Scoopy ini sudah beberapa kali menjadi artikel di blog Nde antara lain :

Sampai service kedua Scoopy Nde masih menggunakan oli bawaan yaitu MPX 2, tetapi setelah itu Nde ganti menggunakan oli Fastron Techno Hijau 10W-40. Setelah menggunakan oli Fastron Techno Hijau, memang suara mesin Honda Scoopy menjadi lebih halus tarikan juga lebih responsif, tetapi perasaan masih kalah responsif apabila dibandingkan dengan Honda Beat Pop, untuk mencapai 100 km/jam juga berat ya mungkin karena bodi Scoopy yang lebar menjadi hambatan tersendiri, dan Scoopy kan jenisnya retro modern yang lebih pas buat santai. Maaf ga ngukur pake alat jadi pakai perasaan aja πŸ˜€

Review Fastron Techno Hijau bisa dibaca di artikel: Review Fastron Techno Hijau di Honda Beat Pop, awas lupa diri.

Kalau Nde pribadi sebenarnya lebih suka mengendarai Honda Beat Pop dibanding Scoopy karena suspensinya lebih empuk meskipun jok sama-sama keras, dan lebih lincah. Sebaliknya istri Nde dan tentu saja Aira & Izhar malah lebih suka naik Scoopy.

Honda Scoopy digunakan untuk aktivitas sehari-hari

Terus konsumsi BBMnya gimana ? Selama ini Nde tidak pernah menghitung secara pasti berapa konsumsi BBmnya, tetapi perkiraan rata-rata ada diangka 48 km/liter.

Diluar masalah kelebihan & kekurangan Honda Scoopy eSP secara teknis, Scoopy eSP ini merupakan motor kesayangan bagi Aira & Izhar. Saking sayangnya, Aira bakal cemberut apabila ate Nha minta tukeran motor misalnya πŸ˜€

Bagi Izhar yang kini berusia satu tahun lebih, setiap melihat kunci Scoopy pasti akan meminta karena senang memencet-mencet tombol remote untuk menyalakan answer back tone Scoopy πŸ˜€

Ya itulah sedikit cerita pengalaman Nde memelihara Honda Scoopy eSP selama setahun. Tidak banyak yang bisa Nde ceritakan karena bukan pegangan Nde setiap hari. Dengan segala kelebihan dan kekurangan yang ada pun Scoopy eSP ini tetap menjadi pilihan untuk menemani Nde sekeluarga.

Salam dari desa πŸ˜‰

Iklan

12 thoughts on “Review Honda Scoopy eSP, Setahun Baru 10 ribuan km

Silahkan Dikomentari

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s