Riding Kembali Ke Purwakarta Via Tasik-Wado-Sumedang

Ndesoedisi,com-melanjutkan cerita mudik ke Cilacap naik Suzuki Address, kemarin Nde sudah menceritakan perjalanan selama berangkat Purwakarta ke Cilacap. Sekarang waktunya menceritakan perjalanan pulang dari Cilacap ke Purwakarta. Karena Nde ingin mampir dulu ke tempat Mang Asep pemilik Warungasep maka Nde memilih jalur pulang dari Cilacap – Tasik – Sumedang -Subang- Purwakarta. Jalur ini merupakan jalur yang cukup familiar bagi Nde karena bisa dibilang sering dilewati.

jalur alternatif Cilacap – Purwakarta via Tasik – Sumedang

Berangkat dengan santai dari Sampang Cilacap sekitar jam 07.00. Barang bawaan juga kurang lebih sama seperti pas pulang ke Cilacap.

penampakan Nde pas mudik (pic: Warungasep)

Kondisi lalu lintas dari Sampang sampai Wangon agak sepi. Berbeda dengan kondisi saat Nde pulang, pagi itu kepadatan hanya terjadi di ruas-ruas tertentu seperti pasar tetapi tidak sampai menimbulkan kemacetan.

jalan Lumbir

Melewati perempatan Wangon kondisi jalan semakin sepi, dan Nde tetap memacu Suzuki Address di rentang kecepatan 70 km/jam sesekali naik ke 80 km/jam tetapi tidak pernah lebih karena Nde ingin lebih santai diperjalanan.

Jalanan kosong bisa Nde nikmati hingga masuk ke Banjar. Dari Banjar sampai ke Tasik kondisi lalu lintas ramai lancar membuat Nde terpaksa harus selap-selip diantara kendaraan yang melintas

mengunjungi Warungasep.net

Setelah riding selama 3 jam akhirnya sampai lah Nde si kota Tasikmalaya. Karena sudah lama tidak tidak main atau lewat Tasik, warung mang Asep pun sempat terlewat beberapa ratus meter šŸ˜€

bersama mang Asep

Setelah ngobrol ngalor ngidul dan mang Asep juga menuntaskan rasa penasarannya dengan melakukan tesride Address si motor langka, tak terasa ternyata Nde sudah 2,5 jam berada di Tasik sehingga harus melanjutkan perjalanan karena perjalanan masih lumayan jauh dan cuaca mulai mendung, padahal biasanya selalu cerah ungkap mang Asep šŸ˜€

Belum jauh Nde berangkat gerimis mulai turun, Nde tidak langsung berhenti untuk menggunakan jas hujan. Nde mencoba memperkirakan terlebih dahulu apakah daerah yang akan Nde lewati hujan gede atau tidak. Cara memperkirakan juga cukup sederhana dengan menggunakan ilmu Otak-Atik Gathuk ala Mbah Mbuh Sapa yaitu dengan memperhatikan kendaraan yang berlawanan arah.

Rumusnya: jika mobil dari arah berlawanan basah kuyup berarti daerah yang akan dilewati oleh Nde hujan gede, begitu juga sebaliknya jika mobilnya kering berarti daerah tersebut belum hujan atau masih gerimis šŸ˜†

Karena melihat bahwa kendaraan dari lawan arah kebanyakan belum terlalu basah, maka Nde memberanikan diri terus melanjutkan perjalanan tanpa menggunakan jas hujan. Dalam kondisi jalanan yang basah maka yang Nde khawatirkan adalah ban bawaan Suzuki Address yang kurang bagus di medan basah sementara Nde harus selap selip diantara ramainya kendaraan yang melintas.

tanjakan Gentong Tasik

Untungnya di tanjakan Gentong, lalu lintas sepi sehingga Nde tidak terlalu khawatir harus membuntuti atau menyalip kendaraan di tanjakan pas melintas šŸ˜€

Dari Tasik hingga pertigaan Malangbong cuaca berganti antara gerimis, dan berhenti sehingga pilihan Nde untuk melanjutkan perjalanan tanpa menggunakan jas hujan bisa dibilang tepat karena jaket Respiro Essenzo Flow R1 yang Nde gunakan masih mampu menahan air hujan sehingga hanya basah dibagian luarnya saja dan beberapa saat kemudian kering lagi terkena angin lalu basah lagi dan kering lagi begitu seterusnya berselang-seling šŸ˜€ Di daerah Malangbong cuaca mendung tetapi tidak hujan. Sedangkan kondisi lalu lintas terbilang ramai untuk ukuran jalan alternatif hingga memasuki daerah Wado.

Memasuki Wado kondisi jalan cukup basah, dan gerimis lumayan gede tetapi Nde masih tetap melaju kondisi jalan juga cukup ramai karena banyak kendaraan yang melintas. Hingga di suatu pertigaan di daerah Wado ada tulisan bahwa ke arah Sumedang mengambil arah ke kiri, Nde sebenarnya merasa ragu-ragu karena sebelum-sebelumnya perasaan tidak ada pertigaan seperti itu tetapi Nde tetap mengikuti jalan cor tersebut.

Setelah beberapa saat melintas di jalur tersebut, Nde melihat ada waduk Jatigede di sebelah kanan jalan. Rupanya jalur tersebut adalah jalur lingkar Darmaraja-Wado. Dan Nde baru ingat kalau beberapa ruas jalur lama sekarang  sudah terendam oleh air waduk Jatigede.

beristirahat di SPBU Darmaraja

Setelah berkendara lebih dari 1 jam dengan kondisi jalan campuran aduk, dan indikator BBM yang sudah menunjukkan garis merah Nde pun mengambil keputusan beristirahat sebentar sambil mengisi BBM di sebuah SPBU di daerah Darmaraja Sumedang. Setelah selesai beristirahat Nde pun melanjutkan perjalanan.

isi BBM di Darmaraja Sumedang

Berdasarkan odometer Suzuki Address, dari Sampang hingga Darmaraja Sumedang jaraknya 212 km, menghabiskan BBM 4.28 liter Pertamax, sehingga konsumsi BBM Suzuki Address adalah 49.53 km/liter.

Dari Darmaraja hingga Sumedang kondisi jalanan basah & banyak genangan air  sehabis hujan gede, kondisi aspal juga ada beberapa ruas yang kurang bagus ditambah banyak kendaraan melintas membuat Nde harus berkendara lebih pelan. Keluar dari kota Sumedang, banyak ditemui kondisi jalan yang rusak karena dilintasi kendaraan proyek pembangunan tol Cisumdawu atau Cileunyi-Sumedang-Dawuan.

Beberapa kilometer meninggalkan kota Sumedang di jalan yang kiri-kanan didominasi oleh kebun turun hujan yang sangat lebat. Nde yang saat itu tidak menggunakan jas hujan pun kehujanan selama beberapa saat ketika mencari tempat berteduh, rasain bandel sie jas hujannya ga dipakai-pakai šŸ˜† Akibat kehujanan deras itu lengan jaket dan sarung tangan TDR One Team G-02 yang Nde pakai pun basah, untungnya badan Nde tidak kebasahan karena rompi Bike Meet Suzuki yang Nde gunakan di luar jaket mampu menahan air. 

kehujanan di Sumedang

Setelah mengenakan jas hujan lalu Nde melanjutkan perjalanan. Dari Sumedang hingga Jalan Cagak selang seling antara hujan gede dengan gerimis tapi Nde tidak membuka jasa hujan. 

Perjalanan juga sempat terhambat karena ada ruas jalan yang terendam air diatas mata kaki sepanjang beberapa ratus meter kalau tidak salah didaerah Cisalak.

Dari pertigaan Jalan Cagak Nde mengambil jalur lewat kota Subang karena lebih dekat dibandingkan melewati jalur Wanayasa. Kondisi lalu lintas dari Jalan Cagak sampai kota Subang waktu itu sangat padat dan dibeberapa tempat harus merayap karena akhir pekan. Di kota Subang Nde ambil arah kiri ke arah Purwakarta melewati RSUD Subang / Yon 312 Kala Hitam Subang. 

Hingga Kalijati lalu lintas lumayan ramai, tetapi setelah pertigaan arah Purwadadi lalu lintas mulai sepi. Karena sudah waktu sudah menunjukkan pukul 17.30 dan hari sudah gelap maka Nde kembali menggeber Address agar lebih cepat sampai dirumah.

Sekitar Pukul 18.00 Nde sampai dirumah didaerah Cibatu Purwakarta setelah menempuh perjalanan sekitar 11 jam termasuk istirahat sekitar 3,5 jam dan kehujanan di jalan dari Tasik hingga Purwakarta šŸ˜€ 

Itulah cerita Nde melakukan perjalanan dari Purwakarta ke Cilacap mengendarai Suzuki Address melewati jalur alternatif di bagian tengah Jawa Barat. Meskipun badan cape dan bonus kehujanan tetapi rasanya sangat puas karena rasa penasaran Nde tentang jalur alternatif dan performa Suzuki Address untuk perjalanan jauh terbayar sudah.

Salam dari desa šŸ˜‰

Iklan

8 thoughts on “Riding Kembali Ke Purwakarta Via Tasik-Wado-Sumedang

Silahkan Dikomentari

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s