Nostalgia Elf Purwasuka, Angkutan Umum Yang Tergerus Oleh Zaman

Ndesoedisi.com-sebuah obrolan ringan ketika makan siang tentang kendaraan dengan rekan kerja melatarbelakangi dibuatnya artikel ini. Obrolan itu awalnya membahas tentang angkutan online vs angkutan konvensional hingga akhirnya membahas tentang angkutan umum di sekitar Purwakarta, Subang dan Karawang. Dari situlah akhirnya pembahasan mengerucut kepada angkutan umum yang mulai menghilang salah satunya yaitu Elf atau mikrobus.

ilustrasi Elf di Cikampek (pic: targetabloid.co.id)

Elf yang biasa dilafalkan “elep” oleh orang Sunda (huruf “e” pertama dilafalkan seperti pada kata “enak”, sedangkan “e” kedua seperti kata “emak”) merupakan sebutan untuk kendaraan penumpang berjenis mikrobus yang banyak digunakan di daerah Jawa Barat apapun merknya. Sebutan Elf tersebut merujuk kepada Isuzu Elf, meskipun ada merk lain seperti Mitsubishi Colt Diesel 100 PS misalnya tetapi tetap saja disebut Elf. Elf ini biasanya melayani rute yang lebih jauh dibandingkan dengan angkot, tetapi tidak sejauh bus, atau bisa juga melayani jalur-jalur khusus yang tidak terjangkau oleh bus.

ilustrasi Mitsubishi Colt Diesel 100 PS (pic: OLX)

  • Nostalgia

Cerita perkenalan Nde dengan angkutan bernama Elf itu terjadi sekitar 16 tahun yang lalu ketika Nde baru menginjakkan kaki di daerah Purwasuka. Elf merupakan salah satu kendaraan andalan untuk perjalanan dengan jarak sekitar 50 s/d 100km di daerah Purwakarta Subang Karawang (Purwasuka) dan sekitarnya.

Sedikit berbeda dengan daerah asal Nde di Cilacap yang kebanyakan menggunakan bus 3/4 untuk menempuh jarak tersebut sedangkan Colt diesel atau Elf digunakan untuk menempuh jarak dekat diluar kota.

Ada beberapa rute Elf yang Nde ingat di Cikampek (sebagian lain Nde ambil dari blog pintuajaibkita) sebagai berikut :

  • Cikampek – Bekasi via tol
  • Cikampek – Cilamaya
  • Cikampek – Pamanukan
  • Cikampek – Plered
  • Cikampek – Bandung
  • Cikampek – Wanayasa
  • Cikampek – Pabuaran
  • Cikampek  – Subang

Karena Nde tinggal di Cipeundeuy maka Elf yang lewat di daerah Nde adalah Elf jurusan Cikampek-Subang yang rutenya adalah Cikampek-Sadang-Kalijati-Subang. Tahun 2001 tarif Elf dari Cikampek ke Cipeundeuy sebesar Rp. 1500, atau Rp. 2500- Nde sudah lupa bahkan kapan terakhir naik elf juga sudah lupa, yang Nde ingat terakhir naik Elf itu tarifnya Rp.7000,- dari Cipeundeuy ke Cikampek 😀

Setahu Nde Elf ini beroperasi dari jam 4 pagi hingga jam 17.00. Paling pagi Nde pernah naik Elf dari Sadang pukul 05.00, dan paling sore Nde pernah naik jam 16.30 dari Subang karena dulu Nde sering pulang ke Cilacap melalui jalur Subang-Ledeng-Cicaheum-Cilacap. Ketika kembali ke Subang biasanya berangkat dari Cilacap sekitar pukul 06.00 sampai di terminal Subang sekitar pukul 16.30 dan sudah mulai susah mencari Elf jurusan Cikampek.

Elf juga menjadi pilihan utama Nde ketika akan menuju ke Purwakarta atau Cikampek. Karena tarif Elf dari Cipeundeuy ke terminal Sadang (kini STS/Sadang Terminal Square) lebih murah dibandingkan dengan angkot. Misalnya naik Elf tarifnya Rp.3000,- naik angkot Rp.4000,-. Elf juga lebih cepat dan tidak terlalu lama mengetem di pasar Cipeundeuy kecuali naik elf yang masih kosong.

Elf juga lebih dipilih dibandingkan dengan Bus Warga Baru (Warbek) jurusan Subang-Jakarta meskipun tarifnya lebih murah & perjalanan lebih cepat tetapi menunggu bus lewat membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan Elf atau angkot. Hanya ketika Nde kemalaman barulah memilih angkot atau bus karena sudah tidak ada Elf yang lewat.

Jika masih kosong, posisi duduk favorit ketika naik elf tentu saja sebelah sopir yang bisa diisi 2 orang atau kalau tempat duduk tersebut sudah terisi maka Nde tempat duduk favorit lainnya adalah jok paling belakang sebelah kiri, karena di posisi tersebut tidak akan terganggu dengan orang yang lewat ketika naik atau turun.

Bertahun-tahun pernah menggunakan Elf sebagai sarana transportasi tentu saja membuat banyak sekali kenangan yang jika Nde buat artikelnya bakal menjadi artikel berjilid-jilid yang sama sekali tidak penting 😆

  • Tergerus Zaman

Mudahnya mendapatkan kendaraan pribadi baik motor maupun mobil dengan skema kredit menjadi tersangka utama menurunnya penumpang angkutan umum termasuk Elf. Dampak tersebut bisa dilihat dari banyaknya Elf yang berputar di tengah jalan dan mengoper penumpangnya karena jumlah penumpang terlalu sedikit. Sebagai contoh Elf dari Cikampek menuju Subang hanya sampai di Sadang lalu putar arah, sedangkan dari Subang juga putar arah di Sadang, atau Elf Cikampek Bandung/Plered tidak pernah sampai ke Cikampek. Sementara itu jalanan mulai dipenuhi oleh motor & mobil pribadi.

ilustrasi motor keluarga

Semakin lama jumlah pengguna kendaraan pribadi semakin banyak, sehingga Elf semakin kehilangan penumpangnya, Elf pun mulai mengurangi jam operasionalnya yaitu hanya beroperasi di jam-jam ramai misalnya pagi hari ketika banyak karyawan & anak sekolah berangkat, siang hari ketika anak sekolah pulang dan sore ketika karyawan pulang kerja.

Kondisi semakin tidak menguntungkan karena beberapa perusahaan mulai menggunakan bus jemputan. Efeknya berkurangnya penumpang juga membuat beberapa kali Elf dan angkot sempat bersitegang dengan bus jemputan karyawan, dan bus-bus besar yang ikut mengambil penumpang jarak dekat.

Bagi Nde sendiri sejak beraktivitas menggunakan motor (baca artikel: nostalgia Legenda si motor cinta edisi pertama) sudah mulai jarang menggunakan angkutan umum.

Karena merasa sudah sangat jarang bertemu dengan Elf, maka Nde sempatkan bertanya kepada rekan-rekan kerja yang rumahnya di Cikampek atau sering melewati pasar Cikampek apakah Elf masih ada ? Jawabannya pun sepertinya mudah ditebak.

Dari beberapa rute Elf di Cikampek tinggal Elf jurusan Cikampek -Bekasi & jurusan Cilampek-Pamanukan, sisanya sudah sangat jarang paling hanya beberapa mobil saja yang masih bertahan itupun banyak yang ngetem & putar balik ditengah jalan.

Sejak beberapa tahun terakhir, kebanyakan Elf-Elf tersebut disopiri sendiri oleh pemiliknya karena merasa tidak mampu lagi untuk menggaji keneknya (sumber : targetabloid.co.id). Salah satu faktor yang menyebabkan Elf jurusan Cikampek-Pamanukan masih bisa bertahan sampai sekarang salah satunya adalah Tol Cipali.

Sebelum ada Tol Cipali, Elf-Elf tersebut harus bersaing dengan bus besar di Pantura jurusan Indramayu / Cirebon tetapi sekarang bus-bus tersebut melalui tol Cipali. Memang masih ada Bus dari Jakarta ke Pantura seperti Warga Baru (Warbek) jurusan Tanjung Priok ke Pagaden tetapi itupun sudah mulai jarang.

Kondisi angkutan umum di daerah Nde saat ini sudah mulai terkikis oleh zaman mulai dari angkot, elf hingga bus sudah sangat berkurang jumlah armadanya, sedangkan pertumbuhan kendaraan pribadi baik motor maupun mobil pun semakin bertambah setiap tahunnya, hal ini tentu saja bertolak belakang dengan program Pemerintah yang menggalakan agar masyarakat menggunakan angkutan umum.

Efisiensi biaya & waktu (silahkan baca artikel Nde berjudul : ketika kendaraan pribadi menjadi kebutuhan primer) menjadi alasan utama banyak masyarakat memilih menggunakan kendaraan pribadi meskipun dampaknya membuat jalan raya semakin macet.

Jika kondisi seperti ini terus bertahan, maka tidaklah aneh apabila generasi anak cucu kita tidak lagi merasakan bagaimana rasanya naik kendaraan umum karena sudah memiliki kendaraan pribadi. Tidak perlu jauh-jauh mencari bukti, Aira, dan beberapa anak tetangga Nde yang seumuran ternyata merasa sangat senang ketika naik angkutan umum karena memang lebih sering bepergian menggunakan kendaraan pribadi dibandingkan angkutan umum. Bagaimana menurut sobat semua ?

Salam dari desa 😉

Iklan

Tentang ndesoedisi

Rural's Automotive Story|Cerita Otomotif Dari Pedesaan
Pos ini dipublikasikan di Sekitar Purwasuka dan tag , , , , , . Tandai permalink.

8 Balasan ke Nostalgia Elf Purwasuka, Angkutan Umum Yang Tergerus Oleh Zaman

  1. Asep berkata:

    Elf wadas-johar langganan pas sakola

    Suka

  2. Tony mbeler berkata:

    Cikarang-pulogadung elp nomor 01,,titik macet lamer cibitung…pasar cibitung,,,tambun…pasar tambun…suzuki…bulak kapal…stasiun bulan bulan…grenmol Bekasi…kranji….la kok macet semua ya…wkwkwk

    Suka

  3. Hariiisss berkata:

    Sama seperti anak saya mang nde sekarang klo mau jalan” ke beos(kota tua)pengennya naik busway/KRL

    Suka

  4. rika berkata:

    kalau di sini disebutnya ‘mobil engkel’, sebelum zaman elf mobilnya daihatsu delta, belum mau jalan (tetap ngetem) kalau penumpang belum penuh empet-empetan. ^,^

    Suka

  5. iwan.bokeran berkata:

    PLD-PWK ker budak sakola mah 250 perak jaman harita 😀
    ayo tinggalkan motor dan kembali naik elf xixixixi 😀

    Suka

Silahkan Dikomentari

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s