Beberapa Alasan Konsumen Lebih Memilih Vario 150 Dibanding Aerox 155

Ndesoedisi.com-menurut data AISI bulan Agustus 2017 yang tersedia di Warungasep, data distribusi untuk metik kelas 150-155 untuk distribusi terbanyak masih dipegang oleh Vario 150. Dan seperti biasa data distribusi antara Vario 150 vs Aerox 155 jadi bahan perdebatan yang panas. Nde rasa tidak perlu diterangkan disini pun sobat semua pasti sudah paham alasannya ๐Ÿ˜€

Lupakan dulu soal adu fitur antara Vario 150 dengan Aerox 155, karena sudah pasti Vario 150 bakal kalah telak. Sekarang waktunya membahas realita dilapangan

Kembali ke masalah Vario 150 dan Aerox 155. Berikut adalah data distribusi dari awal tahun 2017 yang Nde ambil dari Warungasep adalah sebagai berikut :

2017 Honda Vario 150 Yamaha Aerox 155
Jan ย 39.269 unit ย โ€“
Feb ย 34.326 unit ย 7.006 unit
Maret ย 37.309 unit ย 17.844 unit
ย April ย 20.590 unit ย 11.784 unit
ย Mei ย 45.295 unit ย 11.587 unit
ย Juni ย 30.446 unit* ย 14.547 unit
ย Juli ย 41.631 unit 19.880 unit
ย Agustus ย 49.715 unit 10.513 unit

Jika diambil rata-rata maka distribusi Vario 150 adalah 37 ribuan per bulan, lebih banyak dibandingkan rata-rata distribusi Aerox 155 ย sebesar 13 ribuan perbulan.ย Nah setelah Nde pikir-pikir, ternyata ada beberapa alasan yang bisa membuat konsumen lebih memilih Vario 150 dibandingkan Aerox 155 antara lain :

  • Mempunyai badan yang imut

    ilustrasi dimensi besar menyulitkan pengendara bertubuh kecil untuk bermanuver

Banyak pengendara motor di Indonesia yang memiliki tubuh mungil & imut, salah satunya tentu saja Nde sendiri ๐Ÿ˜Ž . Secara ergonomi Vario 150 lebih pas dikendarai oleh rider yang bertubuh kecil dibandingkan dengan Aerox 155 karena bodinya lebih kecil dan bobotnya lebih enteng.

Untuk sekedar mengendarai motor di jalanan yang rata mungkin tidak akan jadi masalah, tapi masalah bisa timbul di beberapa kondisi tertentu misalnya saat bermanuver patah di u-turn, menggeser motor di parkiran yang penuh, melibas kemacetan parah dan kaki harus sering turun untuk menahan motor maka lama-lama akan terasa melelahkan silahkan baca artikel Macantua berjudul : ergonomis ? nyaman ?

Nde waktu pertama kali mencoba Nmax milik mang Kobay yang secara dimensi tidak terlalu beda jauh dengan Aerox 155 merasa kesulitan ketika parkir di tempat sempit dan melakukan manuver patah seperti yang terlihat pada foto diatas.

Tapi kan banyak rider mungil yang menggunakan Aerox 155 atau Nmax ? Toh yang lebih menetukan kan skill bekendara bukan tinggi & berat badan ? Betul, memang skill berkendara lebih menentukan, tapi bicara soal ergonomi maka yang pas itu lebih baik ๐Ÿ˜€

  • Tinggal di gang sempit

ilustrasi gang sempit (pic: Reanhidayat)

Ada konsumen yang tinggal di gang sempit sehingga membutuhkan motor dengan dimensi yang lebih kecil sehingga lebih memilih vario 150 dibandingkan Aerox 155.

  • Butuh motor untuk disiksa membawa beban yang banyak

foto dari Mang Asep

Lupakan dulu perdebatan keunggulan metik dek rata untuk membawa galon air minum karena sekarang jamannya p*re *t yang tidak perlu gonta-ganti galon Upssss he…

Ada sebagian konsumen yang menganggap bahwa maxy skutik seperti Nmax dan Aerox 155 merupakan motor kelas priyayi, sehingga masih banyak yang menganggap kurang cocok atau merasa sayang menggunakan Nmax & Aerox 155 sebagai kuda beban. Dan akhirnya kebanyakan yang butuh kuda beban lebih memilih Vario 150.

Nmax & Aerox 155 memang lebih pantas sebagai motor lifestyle dibandingkan sebagai kuda beban

Dari artikel mang Asep disini diatas sudah menjelaskan bahwa metik dengan dek rata punya keunggulan untuk membawa barang lebih banyak dibandingkan dengan metik dengan dek tidak rata.ย Nde juga kalau punya Nmax atau Aerox 155 ya jelas merasa sayang kalau digunakan untuk membawa beban banyak seperti itu ๐Ÿ˜€

  • Butuh metik baru yang unitnya cepat datang

ilustrasi Indent (pic: Google)

Ada sebagian orang yang membeli motor karena butuh motor dengan unit yang cepat datang. Orang seperti itu biasanya tidak terlalu memikirkan soal perbandingan fitur, yang penting bisa mendapatkan motor secara cepat. Saat ini peminat Aerox 155 sudah sangat banyak inden pun mengular jadi tidak aneh apabila orang tersebut lebih memilih membeli Vario 150 yang ready stock karena alasan butuh cepat.

  • Ikatan atau kedekatan emosional

ilustrasi orang yang membeli motor karena kedekatan emosional (pic: Kobayogas)

Sebagai makhluk sosial, faktor emosional juga merupakan salah satu faktor berpengaruh dalam menentukan sesuatu termasuk membeli motor.

Bagi sebagian orang ikatan atau kedekatan emosional terkadang suka diabaikan karena umumnya pembahsan lebih terfokus pada perbandingan soal fitur dan harga

Sebagian orang juga mengartikan bahwa ikatan emosional merupakan perwujudan dari fansboy merk tertentu. Ya fanatisme fansboy memang berhubungan dengan ikatan emosional, tetapi yang perlu dipahami adalah seseorang yang membeli motor karena ikatan/kedekatan emosional belum tentu seorang fansboy merk tersebut.

Tapi kenyataan dilapangan justru berbicara lain. Ada banyak orang yang membeli sesuatu dengan dasar faktor ikatan/kedekatan emosional. Contoh ikatan/kedekatan emosional misalnya : karena punya saudara / kenalan sales motor Honda, atau contoh lain karena menjaga hubungan baik dengan sales maupun dealer Honda sehingga orang tersebut pun akhirnya memilih Vario 150 dibanding Aerox 155.

Memang terlihat seperti kurang rasional, tetapi di daerah pedesaan Nde perhatikan cukup banyak orang yang seperti itu. Sebagai contoh dari saudara istri Nde ada yang setiap beli motor selalu merk Yamaha, ketika Nde tanya alasannya, dijawab karena sudah kenal baik dengan sales Yamaha ๐Ÿ˜€ .

  • Intervensi

ilustrasi intervensi (pic: calonsh.com)

Alasan mengapa ada konsumen lebih memilih Vario 150 dibandingkan Aerox 155 selanjutnya adalah adanya intervensi. Intervensi bisa berasal dari siapa saja mulai dari pasangan hidup (suami/istri), anak, orang tua / mertua, atasan di kantor dll.ย Karena diintervensi itulah akhirnya konsumen terpaksa membeli Vario 150 dibandingkan Aerox 155.

Contoh diintervensi ketika membeli motor dialami oleh Nde sendiri waktu tahun 2013 ingin membeli Honda Spacy atau Honda Scoopy karena diintervensi oleh mertua dan adik ipar akhirnya membeli Vario 125, lalu akhir tahun 2016 kemarin Nde ingin membeli Suzuki Address akhirnya membeli Honda Scoopy karena diintervensi oleh istri. Contoh lainnya adalah Mase juragan satuaspal yang membeli Honda Verza karena diintervensi oleh mertua (artikel disini).

  • FBH alias Fanboys Honda Akut

ilustrasi FBH ๐Ÿ˜€

Nah alasan terakhir konsumen lebih memilih Vario 150 dibandingkan dengan Aerox 155 adalah karena orang tersebut adalah seorang FBH. Seorang FBH akut akan selalu memilih motor merk Honda dan tidak tertarik untuk membeli merk lain apapun alasannya.

Nah itulah beberapa alasan mengapa masih ada konsumen yang memilih Honda Vario 150 dibandingkan dengan Aerox 155. Jadi jangan merasa aneh kalau sampai sekarang Vario 150 belum juga dibuat bangkrut oleh Aerox 155. Bagaimana menurut sobat semua ?

Salam dari desa ๐Ÿ˜‰

Iklan

Tentang ndesoedisi

Rural's Automotive Story|Cerita Otomotif Dari Pedesaan
Pos ini dipublikasikan di Honda dan tag , , , . Tandai permalink.

53 Balasan ke Beberapa Alasan Konsumen Lebih Memilih Vario 150 Dibanding Aerox 155

  1. Yoshi berkata:

    Bener banget mang, kalau disuruh pilih saya juga pilih vario, rumahnya sempit soalnya.

    Suka

  2. Mase berkata:

    Namaku disebut

    Suka

  3. Iwan maros berkata:

    Kalau sy rasa karena dimensinya yg mengintimidasi bagi kaum hawa. Bahkan sy yg cowok pun kalau lihat aerox kyak merasa ini motor besar banget ya. Jadi mungkin jumlah cowok yg minat imbang antara cowok dan cewek tp pas cewek, di sini sy yakin vario unggul telak.

    Suka

  4. Jet wahid berkata:

    Saya pilih apa ya…

    Suka

  5. blade_in berkata:

    Vario 150: Pilihan rider yg cari motor karena KEBUTUHAN
    Aerox 155: Pilihan rider yg cari motor untuk LIFE STYLE & AKTUALISASI DIRI
    Makanya sebanyak apapun Vario150, nyaris gak kedengeran ada klub/komunitasnya
    Beda dengan Aerox155: Baru brojol ARCI (Aerox Rider Club Indonesia) udah ada dimana-mana.

    Suka

    • ndesoedisi berkata:

      Lah terus kapan Vario bangkrut gara-gara Aerox ?

      Suka

      • blade_in berkata:

        slisih jualan gabungan NMax-Aerox vs Vario150, jika dirupiahkan dalam setahun bisa sampe 1,5T. Karena meski banyak harganya Vario150 lbih murah. Buat Yamaha sepertinya itu lbih dr cukup !!! Belum lg utk kelas 250, secara rupiah/dolar jualan YIMM bisa 4x lipat jualan AHM. Tinggal atur strategi recokin kelas 125 !

        Suka

      • ndesoedisi berkata:

        Coba kalau bikin perbandingan yang fair, data penjualan lokal vs data data lokal, data ekspor ya bandingin sama penjualan pabrik Honda di negara tujuan lah.. parameter perbandingan sudah beda kok masih dipaksain aja

        Suka

      • blade-in berkata:

        Atuh gak fair kalo ngitung sama pabrik yang ada di luar mah, Kang? Yang fair ya… ngitung jualan pabrik yang ada di Indonesia. Terserah pabrik itu mau jual kemana tu barang. Mau domestik maupun ekspor, yang penting encis ngalir ke Indonesia. Contoh. AHM untuk kelas 250cc, cuma bisa bertelur 700-an unit CBR250RR. Semetara YIMM bisa nelur 2000 unit R25/R3 + 2500-an unit XMax250 (untuk melayani domestik dan ekport). Hitung aja selisihnya !!!

        Suka

      • ndesoedisi berkata:

        kalau bener-bener ingin fair membahas penghasilan suatu pabrik ya bandingin semua produk yang dijual all Yamaha vs all Honda menang mana ?
        jangan dipisah-pisah per unit. terus Vario 150 ada yang diekspor tapi ga pernah dimasukkin kan datanya ?
        terus apakah semua yang diekspor adalah Aerox/Nmax 155 ? kalau ada yang 125 berarti data Vario 125 juga harus dibawa juga kan ?
        kalau ekspor berupa R3 berarti ga boleh dimasukkan ke data R25.. itu kalau mau fair

        Suka

      • blade-in berkata:

        Ada kok data eksport motor Honda Vario 150 tiap bulannya. Sok googling …

        Suka

      • blade-in berkata:

        Maaf, ane cuma ngomong matic kelas 150/155 (NMax+Aerox150 vs Vario150+PCX yang diimport AHM) dan Sport/matic kelas 250/300 (Matic 250 AHM belum punya). Kalo kelas 110 dan 125, tentu yang dapat untung gede ya… AHM lewat mesin uangnya: Beat dan Scoopy. Kalo sport 150 keduanya hampir imbang !!! Kalao dihitung secara total semua varian… ya jelas YIMM masih jauh ketinggalan …

        Suka

      • ndesoedisi berkata:

        bicara perbandingan kan parameter perbandingan harus bener, harga penjualan lokal tidak bisa langsung dibandingkan dengan harga penjualan eskpor karena parameternya yang dihitung beda jauh, penjualan lokal mana ada perhitungan seperti bea cukai. Tapi kalau maksa mau dibandingin sekarang ane tanya ekspor ke Eropa kan katanya 125cc, namanya 125cc berarti lawannya Vario 125 dong yang sama-sama 125cc ? fair dong kalau ane bilang Vario 125 juga harus dibawa ? kecuali ada data pasti berapa yang 155, berapa yang 125 terus yang 125 tidak diikutkan. Terus ada ga tulisan ane tentang kelas 110 ? ga ada kan ? Dan bicara soal ekspor/impor itu ada hubungannya sama pabrik di negara tujuan. kenapa negara tujuan sampai impor berarti alasannya ada 2 : yaitu belum produksi lokal karena permintaan dianggap masih sedikit atau memang di negara tujuan tidak ada pabriknya itulah kenapa ane bilang kalau bahas ekspor harus dibahas juga penjualan motor lain di negara asalnya.

        Suka

      • ndesoedisi berkata:

        dan kenapa ane bikin artikel ini ? bukan karena ane FBH, tapi karena ada yang memprediksi kalau Vario bakal ga laku gara-gara Aerox & Nmax, dan banyak yang mencemooh kalau orang beli Vario 150 itu orang yang ga ngerti Value, padahal kenyataan di lapangan berbeda

        Suka

    • omplong berkata:

      Ngmongin lifestyle, emg seberapa terkerek sih gaya hidup dgn matic 150an cc (extra 5cc), mgkin pas baru aja kali pda disanjung2, itu aja gue yakin gk lbh dri 3 bln. .hbis itu pndah ke trend motor model baru lain. .๐Ÿ˜…
      Ngmongin klub, gk usah mtor bru brojol bro. .lha motor2 jadul antah-berantah pun ttep ada pgyubannya . ..klub mtor itu brlandaskan kesamaan rasa mmliki mtor (tipe sama) dan bisa sling share sputar kendaraannya dan jgad roda 2 lain. .jgn lu kira motor baru brojol trus lgsung brdiri kubnya udh merasa pling keren gt?! Klo lu msh ingusan mgkin branggapan sprti itu–jgn anggap trpandang motor luu klo cmn buat mejeng kota2 dan odometer msh kisaran ribuan bro!!!๐Ÿ˜Ž๐Ÿ˜Ž๐Ÿ˜Ž

      Suka

  6. Abine qois berkata:

    Joknya lebar..bawa anak perempuan g nyaman ngangkang..akhirnya beli v

    Suka

  7. st3v4nt berkata:

    Keunggulan Aerox cuma di dual shock….kelemahan vario cuma di single shock itu saja sih selebihnya sesuaikan dengan sikon dan kebutuhan masing-masing….:-D

    Suka

  8. iwan.bokeran berkata:

    Efek si aceng jeung si kodoy…

    Suka

  9. efbees berkata:

    kalo saya bukan krn kedekatan atau krn FBH, tapi krn kapok dg merk sebelah ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€

    Suka

  10. Lin Dan berkata:

    si blade-in fby akut..
    kalau jualan lokal kalah pasti bawa bawa export,balapan lah,lifestyle lah bla bla bla
    smart????

    Suka

  11. Kecebong berkata:

    Sama2 punya opini antara opini nde ama opini tri…monggo saling kontra…tp banyak trawangan tri yg ujung2nya cocok disertai teori2 marketing n manajemen..kalo nde mah opini aja…baca buku manajemen n marketing lg lah nde..ato lu lanjutin kuliah lo…bloger juga kelas kemaren sore n ukuran kutu…gue sentil lu nde

    Suka

  12. Kecebong berkata:

    Lu yg main di dunia maya lewat opini blog lu….tingkat dulu wawasan lu nde..jujur gue suka blog lu dah 3 tahun gue mampir jd silent reader…blog lu ada positioning ttg dunia permotoran di wilayah pedesaan..itu bagus, khas dan unik…tp kali ini lu masuk ke wilayah diluar kepribadian blog lu…kental bgt nuansa pembelaan lu atas vario…tri emang jago disitu, lu jago di rural automotive n mbah mbuh sopo…byk yg suka itu nde..lu bukan tandingan tri soal itu..lu cuma bocah ingusan soal kajian data dan prediksi marketing otomotif…gue sentil lu nde..balik sono ke ciri khas lu…itu dah bagus…

    Suka

    • ndesoedisi berkata:

      emang ada aturannya kalo ane ga boleh bahas kaya ginian ya ? perlu diketahui juga ane ga ada urusan sama Gus Tri, karena sudah lama juga ane ga baca artikelnya, sudah jarang blog walking juga, terlalu tendesius juga kalo elu nuduh ini counter artikel Gus Tri karena blogger yang bahas soal Aerox vs Vario itu banyak, di forum-forum dunia maya juga banyak kok, terimakasih kalo emang sering mampir disini, tapi harusnya kalo sering mampir disini pasti paham ane itu orangnya apa adanya, apa yang ane alamin ya itu yang ane tulis.. dan harusnya paham juga tahun 2014 ane sering bikin artikel yang lebih panas dibanding yang ini

      Suka

  13. Kecebong berkata:

    Santai nde…lu jd curhat nih…tanpa lo sebut gus tri tp arah artikel lo ke dia…jgn salain yg anggap lo gitu..coba lo sebut in blog mana yg bahas aisi mendalam…yg bahas revenue, eksport, yg bilang pilih vario gak ngerti value itu blog mana…lu bilang gitu kan diatas…semua jg tau lu nembak tri…preet kalo lu ngeles nde…makin lu ngeles makin nampak lo pengecut…buat artikel tandingan pake data ama dasar teori ilmiah…jgn sibuk counter komen gue..

    Suka

    • ndesoedisi berkata:

      ya terserah elu mau nganggap arah artikel kemana, ane juga ga bahas AISI mendalam cuma data distribusi doang, ane juga ga bahas revenue, eksport dsb itu cuma jawaban dari komentar Blade-In, yang bilang beli Vario ga ngerti value itu banyak kok masa harus ane sebutin kaya Muniv atau Eno ? belum lagi di FB main lah yang jauh jangan cuma di blog Gus Tri doang. Gue pengecut ? ngeblok email ? ada juga elu terpojok terus bikin komen pake nick baru, dan cuma pengecut yang bersembunyi dibalik nick klonengan. ane ada no kontak bisa dicari & dihubungi dengan gampang, dan ane ga pernah main blok komen atau email, biarin aja pembaca yang menyimpulkan sendiri ๐Ÿ˜›

      Suka

  14. Kecebong2 berkata:

    Santai nde…lu jd curhat nih…tanpa lo sebut gus tri tp arah artikel lo ke dia…jgn salain yg anggap lo gitu..coba lo sebut in blog mana yg bahas aisi mendalam…yg bahas revenue, eksport, yg bilang pilih vario gak ngerti value itu blog mana…lu bilang gitu kan diatas…semua jg tau lu nembak tri…preet kalo lu ngeles nde…makin lu ngeles makin nampak lo pengecut…buat artikel tandingan pake data ama dasar teori ilmiah…jgn sibuk counter komen gue..

    Suka

  15. Kecebong2 berkata:

    Gak usah lu blok email gue…tuh gue balas pake kecebong2…ampe kecebong10000 gue ladenin lu..

    Suka

  16. omplong berkata:

    Panas jg gue baca komen si anak bangkong (kcebong) yg hmpir mati jadi swikee ketusuk garpu. ..๐Ÿ‘Š๐Ÿ‘Š๐Ÿ‘Š
    Artikelnya bagus mas, point menarik ada di ‘kuda beban’ sma ‘ikatan emosional’.
    Mnurutku alasan Vario msh lbh laku dri Aerox itu ya karna bisa angkut2 lbh bnyk barang/bisa dijadiin kuda beban mas. .kenapa? sbg ‘wong cilik’, mtor yg bisa dijdiin kuda beban skaligus kndaraan operasional sehari2 itu jstru mmbuat pmilik ngerasa ‘semakin brjasa’ tuh motor (misal, nganterin belanjaan/titipan ke rmh mertua–ngebawain oleh2 dri luar kota, dll), dri situ yg timbul jstru antra mtor dan pmilik pny iktan emosional ckup erat mas. ..
    Objektif jg kok anda blg Aerox sbg kndaraan priyayi. .tp apa smua priyayi doyan mtor matic 150 kubik mas, kecuali org ‘sok priyayi’ ato org bner2 kpincut dgn alasan2 trtentu untk mminang Yamaha. .
    Jdi, apabila dikerucutkan pda kbutuhan sbgian besar tipe org Indonesia, segmentasi Aerox itu ckup smpit jg. . ak pikir dgn angka pnjualan sekian Aerox ini luarbiasa mskipun untk bnar2 mndekati pnjualan Vario 150 itu bnar2 susah. .hny pendapat dri ‘wong pdo cilike’ mas. .hehehehe

    Suka

  17. imotorium berkata:

    serasa baca artikel profesor.. mantap

    Suka

  18. Santosan berkata:

    Halo mas Nde…baru mampir di blognya tertarik baca aerox vs vario. Ya memang harus diakui kalo para FB Honda dan Yamaha selalu “perang”, karena salah satunya pasarnya sudah segmented. Saya bukan FB manapun. Saya harap mas Nde juga bukan FB.

    Kalo saya mau beli motor selalu fungsi dan harga. Tapi ini preferensi pribadi, yang lain tidak harus sama. Saya pernah punya yamaha RX-100, lalu ganti honda GL-100 (pas SMA), lalu pas kuliah ganti Suzuki Tornado GS, pas dah lulus kuliah ganti Suzuki Katana, mazda vantrend, mitsubishi galant, sekarang toyota Innova, sudah sejak beberapa tahun lalu.

    Motor saya bajaj pulsar 200 dtsi, dari 2009 gak pernah ganti, soalnya jarang banget saya pake, setahun nambah sekian ratus km aja, jadi buat apa ganti motor, gak ada butuhnya.

    Jadi disini saya bukan orang yang fanatik akan merek mobil dan motor.

    Nah, saya pengen beliin motor untuk istri saya, untuk jarak-jarak dekat saja, motor lebih praktis. Saya sudah pertimbangkan vario 150 dan aerox 155. Istri saya gedhe (gemuk dan tingginya +- 171 cm). Saya ajak istri saya datang ke dealer yamaha dan honda untuk mencoba riding style, duduk di jognya.

    Akhirnya istri saya pilih aerox, dengan berat hati, karena secara model sebetulnya lebih suka vario 150. Pertimbangannya :
    1. double shock (karena pernah kejadian naik bebek, shocknya pernah patah satu);
    2. jarak lutut ke plastik depan/fairingnya tidak mentok, kalo vario mentok, hanya sisa 1-2 cm, takutnya kalo ngerem dadakan lutut bisa sakit kena fairingnya;
    3. power lebih besar (ini karena lihat vlog2 di youtube vario vs aerox);

    Yang dipilih dari vario 150 :
    1. modelnya manis untuk cewek pas juga;
    2. gak terlalu gedhe;

    Jadi gitu mas Nde, saya tambahin pertimbangan dari cewek, gemuk dan tinggi (untuk ukuran cewek yaa…).

    Woke, met berkarya terus…..

    Suka

    • ndesoedisi berkata:

      terimakasih sudah mampir disini Om, untuk wanita dengan tinggi 171cm tentu saja ga masalah untuk memilih Vario atau Aerox karena secara ergonomi bisa masuk semua, tinggal masalah selera saja. kalau diartikel ini memang saya fokus ke user yang berbadan kecil. Saat ini dirumah saya ada motor Honda & Suzuki, sedangkan Mio sudah dijual beberapa waktu yang lalu. Semua saya buat artikelnya jadi ya ga tau disebut FB atau bukan ๐Ÿ˜€

      Suka

      • Santosan berkata:

        Sebetulnya untuk modelnya, aerox gak terlalu cocok buat cewek. Andaikan vario 150 ada yang dual shock dan agak gedhe dikit, tapi lebih kecil sedikit dari aerox, jadi maksudnya besarnya diantara aerox dan vario, pasti istri saya pilih yang itu.

        Kalo nmax, istri saya gak suka modelnya. Justru ketika di dealer honda, mampirnya di pcx… Wah kalo pcx kemahalan harganya, vs nmax yang gak imbang, secara harga.

        Sayang pcx lokal gak keluar-keluar. Suzuki dan kawasaki gak bisa diharapkan, untuk model/pangsa sejenis, dan harga yang 11-12.
        Ok…..

        Suka

  19. whitejezzy berkata:

    wah ketinggalan pesta kiye nyong :v

    Suka

  20. Dudududu berkata:

    Ikut cerita nih om, fakta, kalau butuh bukti email saya saja… Jadi ada 2 temen di kantor, 1 ex-user jupiter z sekarang pakai vario 150(temen1) yang 1 sekarang masih pakai vixion(temen2). Saya kaget nih pas tahu temen1 tiba2 ganti vario, setahu saya anak ini suka yamaha+rossi, pas udah ganti vario saya tanya, kok gak pilih aerox aja, terus jawabnya gak aja terlalu gede, emang sih ini orangnya seukuran saya. Itu alasan orang pertama, nah yang temen2 pas pinjem vario 125 punya temen juga bilang gini “enak ya motor gini”, langsung sy tanya kok gak pilih aerox/nmax, dan ternyata jawabnya sama terlalu gede, padahal ini orang fisiknya agak bongsor, bukan gendut tapi lebih tinggi dari saya, dari situ saya mikir memang matic itu kebutuhan yang gak perlu dikasih embel2 kenceng/moge look.ditambah lagi menurut saya kalau memang mau gaya ya pakai motor sport, gaya kok pkai matic, situ ngondek???? Ehhh

    Suka

Silahkan Dikomentari

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s