Review Suzuki Address 110, Tak Kenal Maka Tak Sayang

Ndesoedisi.com-di artikel pertama tentang impressi awal Suzuki Address 110, Nde belum sempat mencoba mengendarai Suzuki Address 110 sehingga belum bisa membahas kelebihan dan kekurangan Suzuki Address karena motornya langsung di bawa pulang oleh kakeknya Aira. Karena Nde kerja dan tidak setiap akhir pekan main kerumah mertua, jadi Nde harus bersabar dulu untuk mencoba mengendarai Address menempuh jarak puluhan kilometer. Berhubung Nde hanya punya Beat Pop dan Scoopy sebagai pembanding, maka di artikel review Suzuki Address ini akan Nde bandingkan dengan kedua motor tersebut.

Suzuki Address 110

Kesempatan pertama kali Nde mencoba Suzuki Address 110 datang ketika odometer Address baru menunjukkan angka belasan km. Itu pun hanya sebentar, Nde hanya sempat menggunakan di sekitar Texmaco kurang lebih sejauh 500 m.

Impresi awalnya ini motor posisi pengendara cukup tinggi dibandingkan naik Beat Pop atau Scoopy. Mencoba berakselerasi, motor ini ringan dan terbilang responsif. Ketika gas ditarik, lah kok terdengar suara ngorok, jadi inget sama Suzuki Skywave yang pernah Nde pelihara 😀

155 cm jinjit naik Address 110

Diujung jalan cor-coran ada ruas jalan rusak yang di timbun dengan batu. Otomatis Nde harus mengerem, wah tuas remnya empuk, dan motor pun melambat dengan stabil. Apabila dibandingkan jelas rem Suzuki Address lebih bagus daripada Beat Pop & Scoopy, meskipun motor baru digunakan belasan km, tetapi remnya sudah pakem.

Mengetes rem sekaligus suspensi, dan suspensi Address rasanya mirip-mirip dengan suspensi Scoopy yang sedikit lebih keras dibandingkan dengan Beat Pop, meskipun tidak sekeras Mio M3 yang pernah Nde coba beberapa waktu yang lalu.

Karena waktu & kondisi jalan tidak memungkinkan untuk mengeksplorasi lebih dalam, akhirnya Nde pulang sambil berpikir oh ternyata mengendarai Suzuki Address itu rasanya biasa-biasa saja, tidak terlalu istimewa, memang suara mesin terdengar halus & minim getaran, tetapi ada suara ngorok.

Fiturnya belum upgrade, masih menggunakan starter bletak dor, kabel gas belum menggunakan sistem push pull throttle, lampu utama belum led, tidak ada side stand switch jadi wajar lah kalau penjualan juga tidak terlalu bagus apabila dibandingkan dengan kompetitornya 😀

Setelah merasakan impresi awal Suzuki Address, pikiran Nde langsung terganggu soalnya motor ini diplot untuk menggantikan Si Jamil Mio 2007 dan kedepannya lebih banyak digunakan oleh neneknya Aira. Neneknya Aira pernah ngomong ke Nde kalau beliau lebih suka menggunakan Honda Beat Pop karena suspensinya lebih lembut dibandingkan Scoopy, lah sekarang malah dikasih motor yang suspensinya mirip Scoopy, ditambah jok yang lumayan tinggi 😀

Udah gitu Nde kan maksa-maksa beli Address tuh, sampai butuh waktu setahun lebih buat ngebujuk istri Nde dan keluarganya yang notabene nya FBH banget. Lah kalo ternyata tidak sesuai dengan ekspektasi kan bisa sobat Nde bayangkan sendiri kaya apa 😀 Oh iya, cerita perjuangan Nde membeli Suzuki Address bisa dibaca di artikel berjudul akhirnya kesampaian juga memiliki Suzuki Address 110.

Kakeknya Aira juga pernah ngomong, itu kok blok CVT punya Address kecil ya, ga kaya metik Honda & Yamaha, intinya awal-awal penggunaan keluarga Nde masih belum bisa menerima metik Suzuki secara penuh, maklum pernah punya pengalaman memelihara Suzuki Skywave 😆

Tetapi sesuai dengan judul artikel ini, “tak kenal maka tak sayang” maka setelah STNK keluar, semua anggota keluarga bergantian menggunakan Suzuki Address. Hasilnya, kini Suzuki Address malah jadi rebutan. Nah loh 😆 Memang apa saja yang Nde rasakan selama mengendarai Suzuki Address ? Silahkan disimak 😀

  • Akselerasi

Bicara soal akselerasi Suzuki Address itu ringan dan smooth. Tarikan awalnya nyaris tidak ada hentakan yang terasa sehingga kesannya seperti lemot. Ya mungkin karena kebiasaan Nde menggunakan metik Honda yang terasa lebih menghentak untuk akselerasi awalnya. Tapi jangan salah, dibalik itu akselerasi Address cukup responsif, jarum speedometer akan bergerak seirama dengan tarikan gas. Hal senada juga diungkapkan oleh istri Nde, Nha dan neneknya Aira yang merasa sangat cocok menggunakan Address karena penyaluran powernya yang soft.

Soal ngorok, entah Nde yang menjadi terbiasa atau memang lama-lama suara ngoroknya berkurang hanya terdengar pada kecepatan dibawah 60 km/jam. Dibalik suara ngorok tersebut, ada akselerasi Address yang halus dan minim getaran. Karena halus & minimnya getaran itulah membuat Nde terkadang tidak sadar dengan akselerasi Address. Putar handle gas, motor melaju eh baru sadar setelah terdengar suara desiran angin menerpa helm dan badan Nde mengalahkan suara mesin dan knalpot, ketika melirik speedometer, jarumnya menunjukkan angka lebih dari 70 km/jam. 😀

Karakter tenaga Address mengisi dari awal hingga gas mentok tapi tersalurkan secara smooth berbeda dengan Honda Beat Pop atau Scoopy yang sedikit kedodoran pada kecepatan 40-60 km/jam, sehingga ketika akan menyalip tetapi salah mengambil awalan motor akan ngeden sebentar alias sedikit telat berakselerasi.

Artikel tentang Honda Beat Pop  dibaca di artikel berikut :

Nde rasa akselerasi Suzuki Address yang smooth kemungkinan besar kurang disukai oleh anak muda karena pada umumnya anak muda lebih menyukai akselerasi yang menghentak. Banyak orang yang mengidentikkan akselerasi menghentak itu kencang, akselerasi yang kurang menghentak itu lemot padahal akselerasi Address cukup responsif meskipun tanpa hentakan. Memang menurut Nde, Suzuki Address lebih cocok digunakan oleh pengendara yang kalem, dan digunakan untuk aktivitas santai seperti jalan-jalan membawa keluarga dibanding digunakan untuk kebut-kebutan.

  • Suspensi

Di awal Nde pernah mengatakan bahwa suspensi Address mirip dengan suspensi Honda Scoopy mirip Nde, tetapi seiring dengan bertambahnya jam terbang menggunakan Suzuki Address, Nde mulai merasa bahwa suspensi Address ketika digunakan untuk melibas berbagai jenis jalan termasuk jalan yang jelek bekerja dengan baik dan reboundnya pas tidak terlalu mengayun (empuk) dan tidak membuat pengendara terlempar dari joknya karena keras.

Ketika Nde mencoba memacu Address dijalan cor-coran pada kecepatan 80 km/jam on speedo (jangan ditiru) ternyata masih lebih stabil dibandingkan dengan Beat Pop yang terlalu mengayun atau Mio M3 yang sangat bergetar. Lebih pas lagi ketika Suzuki Address digunakan oleh Nde untuk berboncengan.

Dibonceng menggunakan Address kemanapun, dengan kondisi jalan apapun, nyonya tidak pernah komplain kepada Nde. Ketika Nde bertanya kepada istri bagaimana rasanya menjadi pembonceng Suzuki Address ? Istri Nde menjawab bahwa membonceng Suzuki Address cukup nyaman, meskipun busa jok tidak seempuk milik metik Yamaha tetapi tidak membuat (maaf) pantat terasa panas & pinggang pegal seperti membonceng Scoopy.

  • Rem

Sejak pertama mencoba Nde langsung suka dengan rem milik Suzuki Address. Tuas rem terasa lembut ketika ditarik sehingga tidak membuat jari sakit, dan ketika di rem motor masih stabil tidak ada gejala ngeloyor atau limbung.

Rem yang pakem & stabil sudah beberapa kali menyelamatkan Nde dari kecelakaan, mulai dari pengendara didepan Nde yang tiba-tiba memotong jalur hingga kambing yang tiba-tiba menyeberang dibalik tikungan 😀

Efeknya adalah setelah berhari-hari menggunakan Suzuki Address, Nde seperti kehilangan kemampuan untuk mengerem ketika kembali menggunakan Scoopy atau Honda Revo. Bagaimana tidak rem sudah ditarik tapi kok motor masih ngeloyor saja 😆

  • Sorot lampu depan

Salah satu permintaan dari Mas Muslim BMSpeed7 adalah review tentang lampu depan yang masih menggunakan bohlam, apakah cukup terang atau tidak. Berikut adalah penampakan sorot lampu depan Suzuki Address di malam hari.

Kalau menurut Nde ya sinarnya cukup terang, hanya saja Nde belum mencoba untuk menembus hujan di malam hari.

  • Mengangkut galon

Salah satu fitur wajib menurut para fansboy skutik dek rata ialah kemampuan membawa galon. Nah berikut ini adalah penampakan Suzuki Address ketika digunakan untuk mengangkut galon di dek depan 😀

  • Kelemahan

Setiap produk pasti ada kelebihan dan ada kekurangannya, setelah Nde membahas berbagai macam kelebihannya, kini saatnya Nde membahas kelemahan Suzuki Address. Selain kelemahan secara fitur yang sudah Nde sebutkan sebelumnya, kelemahan yang paling terasa adalah ground clearance Address yang paling pendek dikelasnya. Sangat mudah mentok ketika melintasi polisi tidur atau kubangan di jalan. Ground clearance tersebut jadi masalah tersendiri karena Nde yang tinggal di desa yang masih banyak jalan jelek.

Yang kedua adalah karet handgrip yang ketika dipegang terasa lembut tetapi jika digunakan untuk perjalanan agak jauh tanpa menggunakan sarung tangan akan membuat telapak tangan terasa sakit. Solusinya cukup mudah kemana-mana harus menggunakan sarung tangan 😀

Yang ketiga adalah adanya semburan udara dibawah mesin sering mengenai kaki kiri. Udara tersebut berasal dari sistem pendingin mesin di Suzuki Address. Karena melewati silinder head, maka udara tersebut menjadi panas. Nah terkadang ketika Nde berhenti setalah riding agak jauh tanpa menggunakan sepatu, semburan udara tersebut mengenai kaki Nde dan awalnya cukup membuat kaget. Meskipun sebenarnya dulu juga sering mengalami ketika mengendarai Skywave. Solusinya gampang, ketika berhenti posisi kaki lebih baik agak kedepan jangan sejajar dengan blok mesin 😀

Meskipun Suzuki Address bisa dibilang kalah fitur dibandingkan dengan kompetitornya, tetapi Suzuki Address 110 mampu memberikan rasa berkendara yang berbeda dengan kompetitornya. Kini Nde bisa bernafas lega karena pilihan Nde memboyong Suzuki Address sudah tepat, bahkan sekarang semua anggota keluarga Nde rebutan ingin selalu menggunakan Suzuki Address untuk aktivitas sehari-hari 😀

Dari tadi kok tidak membahas konsumsi BBMnya ? Untuk konsumsi BBM akan Nde ceritakan di artikel lain yaitu setelah Suzuki Address diservis yang pertama. Jadi tetap tongkrongin blog ini ya 😀

Salam dari desa 😉

Iklan

Tentang ndesoedisi

Rural's Automotive Story|Cerita Otomotif Dari Pedesaan
Pos ini dipublikasikan di Suzuki dan tag , , , , , , , , . Tandai permalink.

42 Balasan ke Review Suzuki Address 110, Tak Kenal Maka Tak Sayang

  1. RichardGN berkata:

    Jadi itu beat pop, scoopy, dilipat semua ganti address nih ? 😆

    Suka

  2. oscaroke berkata:

    Suka mentok poldur GA? Kl lagi boncengan?

    Suka

  3. oscaroke berkata:

    Sy suka dengan motor ini, tp masih takut layanan after sales nya, kl service, apakah bengkel resmi banyak & sudah siap layani injeksi?

    Suka

    • ndesoedisi berkata:

      Bengkel resmi kalo di kota besar banyak, tapi kalo di daerah-daerah itu biasanya 1 kabupaten ada 1 atau 2, kalo soal kesiapan melayani injeksi jelas udah siap karena Suzuki kan punya produk injeksi dari jaman Shogun Fi

      Suka

  4. Andy berkata:

    Injeksi suzuki sangat minim perawatan. Kalo udah diatas 15000 km bakal mulai merawat injeksi. Part injeksi juga murah. Sekitar 130 ribu ajah.
    Pake suzuki dari jaman crystal tune, sekarang saya punya 2 address, gsxr 150 dan 3 mobil suzuki (carry 1.0, karimun kotak, sx4 gen1) love suzuki so much!!

    Suka

  5. DNFmagz berkata:

    Kesan pertama biasa aja, selanjutnya silahkan bercinta
    😁

    Suka

  6. goozir berkata:

    top… mantep om

    Suka

  7. efbees berkata:

    nuhun reviewnya mang.
    adres ane sok belakang langsung ganti KYB Zeto utk vario 150, lebih nungging 1 cm + gak mentok poldur lagi.
    spion langsung ganti sonic 150 ori, lebih ramping n serasi.

    Suka

  8. masjhu berkata:

    Wah.. keren suzuki adress. Kalo di test drag sma honda beat boleh tu hehe

    Suka

  9. B lmp berkata:

    Ini blog ada kata ndeso nya entar ada yg laporin polisi loh wkkwkw

    Suka

  10. B lmp berkata:

    Awalnya benci endingnya cinta.. Gtu emg produk suzuki klo gak punya benci bgt.. Klo dh punya cinta bgt.. Ah masa? Wkwkwk… Soalnya ane miara smash titan.. Bakal di piara sampe ke anak cucu kek nya

    Suka

  11. wong ndeso berkata:

    mantab dah Suzuki, dlu pernah punya, tpi seiring jln udah tergantikan SMA metik ngonda, lok boil Masi tetep 3, katana ,karimun Estilo,sama R3

    Suka

  12. YT berkata:

    Pak Bro, perbedaan Address dengan Nex apa ya, selain kapasitas tangki dan bagasi?
    Apa performanya lebih bagus Address? Kok beda harganya jauh?
    Mau jual sayap juga nih 😛
    Trims.

    Suka

    • ndesoedisi berkata:

      Ukurannya beda, kalau Address seukuran segede Spacy, kalau Nex lebih kecil mirip Honda Beat lawas malah lebih kecil. Soal performa belum pernah nyobain Nex, jadi ga tau tapi kalau lihat dimensinya kayaknya Nex jauh lebih lincah, kalau soal daleman mesin saya kurang tau 😁

      Suka

      • YT berkata:

        Okay, trims infonya, Pak Bro. 🙏

        Suka

      • efbees berkata:

        mesin walaupun basisnya sama menurut ane masih narik nex.
        maklum berat motornya beda 8 kg cmiiw.
        tapi ga beda jauh lah, sama2 mantab hehe.
        bedanya di sensor injeksi (address 5 vs nex 7), desain filter udara, n injektor (address 6 lubang vs nex 4 lubang), sama ecu tentu beda.

        Disukai oleh 1 orang

  13. Busa_tio berkata:

    Memang pesaing Address di kelasnya motor apa mas yg lampunya udah Led?

    Suka

  14. Joko Arya berkata:

    Belom pernah nyoba Xeon karbu keluaran awal ya?

    Suka

  15. Ping balik: Punya Suzuki Address, Pasti Ditanya Hal-Hal Berikut  | Ndesoedisi

  16. Imam berkata:

    Kekurangan :
    -GC rendah
    -starter bletak dor
    -tidak ada ISS(fitur berguna)
    -desain spedometernya
    -lampu kurang terang

    Suka

  17. Ping balik: Suzuki Address 2017 Facelift & Address Predator Siap Menemani Address Playful | Ndesoedisi

  18. Don ryansyah berkata:

    Bener bgt gan… Ane jg pake addres matte…. Awal ny sih bnyak kepoan telinga kanan kiri buat minang adrres… Apalgi dr kompetitor ny yg mainstream bgt….
    … First side liat adrees memang biasa sj.. Mungkin liat dr luarny x y.. Yg sdikit lekukan di bodynya…tp ane udah bosan dengan yg mainstream… 10th.minang motor slalu yg kebnyakan orang.. (mklum msh dr ortu)
    Tp setelah ane nekad minang addres dgn rasa yakin motor ini patut tes.. Soal body bisa di upgrade lah…
    Lah.. Lama2 ko jd fallin love ni sm addres… Apalgi udah ikut turing smpe 3kali gpernah ada kendala.. Udah irit..tenaga yahud.. Barang bawaan ga perlu gantung sana sini…

    Buat yg masih ragu sm skutik suzuki…..come on guys…dont look book just the cover..jgn denger kanan kiri lah… Optimis aja klo emang ngebet sm si addres ini… Suzuki matic paling jarang ditemuin dibengkel yg pernah ganti stang seher atau seher ny.. (selama km rutin cek oli)…

    Ok. Itu aja dr ane..buat yg kepngen liat koleksi suzuki bike ane.. Tar ane post di blogs next ny..

    Salam suzu…. Brotherhood Qmotor

    Suka

  19. Ping balik: Prestasi Manis Suzuki GSX-R150 Jelang Akhir Tahun – aspaldesa

Silahkan Dikomentari

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s