Impresi Awal Suzuki Address 110

Ndesoedisi.com-setelah ngendon berhari-hari di folder draft, akhirnya artikel tentang impressi pertama Suzuki Address ini selesai juga 😀 . Loh ngapain membahas motor yang sudah lama (pake banget) diluncurkan ? Ya harap maklum, namanya juga blogger ndeso, lihat Suzuki Address secara langsung aja jarang, mau pinjem tetangga ga ada yang punya, pabrikan juga ga ngasih unit pinjaman jadi mau ga mau ketika bikin artikel harus beli sendiri dulu 😆  Alasan lainnya tentu saja biar isi blog terlihat beda ketika blogger lain membahas motor baru, Nde malah bahas motor lawas 😆

Suzuki Address 110

Sebenarnya Suzuki Address sudah lama datang (baca artikel: akhirnya kesampaian juga memiliki Suzuki Address 110), tapi berhubung waktu itu motor langsung dibawa pulang oleh kakeknya Aira, Nde malah menjadi orang yang terakhir mencoba motor tersebut 😆

Awalnya karena tidak membaca spesifikasi secara detail Nde menyangka bahwa dimensi Suzuki Address itu tidak jauh berbeda dengan metik-metik kecil seperti Mio J, ternyata dugaan Nde meleset. Suzuki Address dengan dimensi panjang 1845 mm x lebar 665 mm x tinggi 1095 mm terlihat setara dengan Honda Spacy atau Vario 110 dan secara kasatmata terlihat lebih besar dibandingkan metik seperti Honda Beat series atau Mio series.

Meskipun secara dimensi terbilang tinggi, tetapi ground clearance Address hanya 12cm atau justru paling rendah dibandingkan dengan metik sekelas sehingga banyak pengguna Address yang mengeluhkan motornya gampang mentok terkena polisi tidur atau lubang.

Address warna merah

Suzuki Address 110

Bicara kualitas plastik, cat dan finishing sepertinya tidak perlu dijelaskan lagi. Sebagai skutik global yang diekspor ke beberapa negara di Eropa, Jepang dan Australia kualitasnya benar-benar jempolan untuk ukuran metik entri level. Bundanya Aira aja pas pertama melihat Address langsung nyeletuk Yah… catnya bagus kinclong banget 😀

Sekilaspun langsung terlihat bahwa detail finishing termasuk tombol-tombol di area setang terlihat lebih bagus dan berkelas dibandingkan dengan tombol-tombol metik yang sekelas. Karet handle setang juga lumayan lunak sehingga lebih mantap digenggam apabila dibandingkan dengan karet handle metik entri level Honda.

Beralih ke area dashborad & speedometer menurut Nde ukurannya terlalu besar sehingga kurang pas dilihat, meskipun keuntungannya ukuran speedometer besar dan bisa dilihat dengan jelas.

Area dashboard & speedometer Address 110

Speedometer Suzuki Address terbilang minimalis karena tampilannya hanya menggunakan sedikit perpaduan warna, ditambah indikator MIL, high beam, sein menyatu, dan indikator BBM dan semuanya masih analog.

Seperti umumnya metik yang lahir beberapa tahun yang lalu, kontak Address pun sudah dilengkapi dengan secure key shutter sekaligus berfungsi untuk membuka jok. Key shutter Address sepertinya sama dengan yang SKS pada Suzuki Skywave yaitu untuk menutupnya menggunakan anak kunci sehingga masih sedikit menyulitkan apabila dibandingkan dengan SKS pada metik Honda dan Yamaha.

tampilan shutter key Address

Melirik ke bagian bawah setang ada dua buah bagasi depan. Kedua bagasi depan Address tersebut bisa digunakan secara maksimal misalnya untuk menyimpan botol minuman atau benda lain. Sedikit berbeda dengan bagasi depan metik Honda & Yamaha, dimana bagasi sebelah kanan rata-rata berukuran lebih kecil dan lebih berfungsi sebagai pemanis atau hiasan.

Untuk bagasi di bawah jok sepertinya tidak perlu Nde bahas ya, karena semua juga sudah tahu bahwa Suzuki Address memiliki bagasi 20,6 liter atau terluas di kelas metik Jepang 110-125 cc.

bagasi depan Address kiri kanan bisa difungsikan secara maksimal

Posisi dek juga lebih luas, sehingga bagi rider yang mempunyai kaki panjang tidak perlu kuatir kakinya mentok.

Jok Suzuki Address menggunakan busa yang agak keras atau mirip dengan metik Honda kalah empuk jika dibandingkan dengan jok metik Yamaha. Tetapi meskipun busa jok Address mirip jok metik Honda, ternyata lebih enak duduk diatas jok Suzuki Address. Yang aneh menurut Nde adalah meskipun ketika ditekan busa jok Honda Beat Pop lebih empuk, tetapi ketika diduduki jok Beat Pop membuat (maaf) pantat menjadi tidak nyaman.

Dengan tinggi jok 755 mm membuat Nde yang mempunyai tinggi badan 155 cm harus jinjit. Sebenarnya tinggi jok Suzuki Address sama saja dengan tinggi jok Mio M3 125 (artikel tesride Mio M3 125 ada disini), tetapi karena Address mempunyai bodi yang lebih lebar membuat Nde lebih jinjit. Untungnya Suzuki Address memiliki bobot kosong hanya 96 kg sehingga meskipun tinggi dan bikin jinjit tetapi tidak mengintimidasi seperti halnya metik yang lebih besar dan berat seperti Vario.

Jok Address juga pas untuk pembonceng. Nde sendiri belum pernah merasakan menjadi pembonceng tetapi menurut penuturan Bunda Aira yang sering dibonceng mengatakan kalau naik Address itu lebih nyaman, berbeda dengan membonceng Beat Pop atau Scoopy yang lama-lama membuat (maaf) pantat kebas dan pinggang pegal. Menurut perkiraan Nde, meskipun dari luar terlihat sama tapi desain busa jok Suzuki Address berbeda dengan metik Honda dan bentuknya dibuat sangat pas dengan ergonomi (maaf) pantat manusia.

Setelah puas membahas tampilan, Nde pun segera menyalakan mesin, awalnya Nde dan anggota keluarga yang lain sering kaget karena Suzuki Address ini masih menggunakan starter bletak duor sedangkan sehari-hari Nde sekeluarga adalah pengguna metik Honda yang starternya tanpa suara mulai dari Vario 125, Beat Pop, hingga Scoopy eSP serta Mio sporty yang meskipun masih menggunakan motor starter tetapi suaranya terhitung pelan dan tidak mengagetkan. Tetapi lama-lama terbiasa juga dengan suara bletak duor tersebut 😁

Ketika Address baru diturunkan dari mobil delivery, oleh karyawan dealer mesin dinyalakan dengan posisi standar samping. Rupanya Address tidak dilengkapi dengan fitur Side Stand Switch padahal metik lawas seperti Skywave pun sudah dilengkapi fitur tersebut. Entah apa alasan Suzuki menghilangkan salah satu fitur penting untuk safety tersebut.

Di awal-awal pemakaian, suara mesin Suzuki Address terbilang kasar. Nde sempat berpikir kok agak kasar ya, padahal selama ini setiap bertemu dengan Suzuki Address di jalanan suaranya halus banget. Ternyata setelah digunakan semakin lama suara stasioner Suzuki Address menjadi semakin halus.

Nde sendiri jadi inget joke dikalangan pengguna Address dan FBS yang mengatakan ketika berhenti di traffic light ada seorang pengguna Address tidak segera jalan padahal lampu sudah hijau gara-gara bingung mesinnya nyala apa mati, saking halusnya…. terdengar lebay ya ? tapi itulah kenyataannya 😆

Putar handel gas terasa ringan, malah menurut Nde terasa lebih ringan dibandingkan handel gas metik Honda. Sayangnya handel gas Suzuki Address belum mengaplikasikan model push & pull.
Keasyikan mengetik karena sudah lama tidak membuat artikel rupanya membuat Nde tidak sadar kalau ketikan sudah lumayan panjang, kalau diteruskan nanti yang baca ngantuk padahal judulnya cuma impresi awal, udah gitu baru membahas visual, ergonomi & baru menyalakan mesin, belum sempat dicoba dijalankan. Jadi mending disambung di artikel yang lain aja ya 😂

sumber sugimasihada.com

Sebenarnya ulasan lengkap perbandingan fitur antara Suzuki Address 110 dengan Honda Beat dan Mio GT pernah Nde bahas di artikel (opini) membandingkan spesifikasi dan fitur Yamaha Mio dan Suzuki Address 110. Tapi waktu itu hanya sebatas perbandingan spek diatasi kertas tanpa mencoba secara langsung. Nah kebetulan sekarang motornya sudah ada jadi bisa Nde review lebih jauh. Jadi tetap pantengin blog Ndesoedisi ya…😂
salam dari desa 😉

Iklan

Tentang ndesoedisi

Rural's Automotive Story|Cerita Otomotif Dari Pedesaan
Pos ini dipublikasikan di Suzuki dan tag , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

16 Balasan ke Impresi Awal Suzuki Address 110

  1. imotorium berkata:

    Kok sumbermya sugiudahnggaada 😂

    Suka

  2. Supono Wahyudi berkata:

    Lokasine beda ????
    Hmmmm, umahr sapa kie 😏

    Suka

  3. Gagal Tunduh berkata:

    panjang bangeeettttttt… ampe ga sadar kopina geus tiis… 😥
    balikin kehangatan kopi aneeeeee

    Suka

Silahkan Dikomentari

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s