Ganti Cakram Si Nyoi Revo 110

Ndesoedisi.com-setelah digunakan selama 5 tahun akhirnya piringan cakram depan Si Nyoi Revo 110 pun sudah tipis dan harus diganti. Dilihat secara visual pun sudah jelas terlihat bahwa piringan cakram si Nyoi sudah sangat tipis, mungkin kalau diukur tinggal 1 mm saja. Daripada piringan cakram rompal dan menjadi biang celaka, Nde pun segera mengganti piringan cakram tersebut karena rem merupakan salah satu komponen yang vital dalam kendaraan bermotor. Sudah banyak kecelakaan diakibatkan oleh rem yang tidak bekerja secara maksimal.

cakram Revo 110 sudah tipis

Di toko sparepart langganan Nde didaerah Cikampek, harga piringan cakram Revo series / Blade yang original AHM harganya Rp. 150.000,- sedangkan yang KW harganya Rp. 100.000,-. Harga segitu menurut Nde termasuk wajar karena menurut katalog sparepart Honda Absolute Revo 110, harga piringan cakram Revo/Blade adalah Rp. 145.000, tetapi yang jadi masalah adalah katalog tersebut entah buatan tahun berapa, entah sering diupdate atau tidak. Dan disisi lain karena berbagai alasan Nde sendiri memang jarang membeli sparepart di AHASS 😆

perbandingan visual cakram baru vs cakram aus

Ketika memasang cakram tersebut di bengkel tetangga, ada obrolan menarik seputar rem cakram tersebut. Obrolan diawali dari omongan tetangga yang kebetulan menggunakan Revo juga tetapi umurnya lebih tua. Jika Revo Nde buatan 2012, maka Revo si bapak itu buatan tahun 2009.

Si bapak bertanya ke Nde apakah selalu menggunakan kampas rem ORI AHM. Nde jawab pernah beberapa kali tetapi lebih sering menggunakan kampas KW. Si bapak mengatakan bahwa piringan cakram di motor miliknya awet padahal sudah berumur 8 tahun karena selalu menggunakan kampas KW yang murah. Nde pun mengatakan bahwa Nde juga sering menggunakan kampas KW seharga 25 ribuan.

Mekanik langganan Nde lalu ikutan nyeletuk kalau kampas rem KW seharga 25 ribu itu juga membuat piringan cakram aus meskipun tidak separah kampas ORI. Kalau mau mending menggunakan kampas KW seharga 15 ribuan saja yang paling aman buat piringan cakram.

Nde lalu menjawab kalau menggunakan kampas yang 15 ribuan itu cepet banget habis paling 2-3 bulan juga sudah minta ganti karena Nde memang lebih dominan menggunakan rem depan dibandingkan dengan rem belakang. Lalu mekanik dan tetangga Nde mengatakan ga apa-apa sering ganti kampas daripada ganti piringan soalnya ganti piringan kan mahal 😀 Mendengar jawaban tersebut Nde hanya tersenyum saja tidak perlu berdebat lebih lanjut soal tersebut karena pada dasarnya Nde juga tahu bahwa aktivitas bapak tersebut tidak lah membutuhkan jarak tempuh sejauh Nde, jadi kalau sparepart lewih awet juga wajar 😀

Memang kampas rem KW seharga 15 ribuan itu tidak membuat piringan cakram cepat aus, tetapi bila harus ganti setiap 2-3 bulan sekali kan jadi boros juga karena ganti kampas rem jika dilakukan di bengkel ada biaya pasangnya. Misalnya biaya pasang 10-15 ribu, maka setiap 2-3 bulan Nde harus mengeluarkan uang sebesar 25-30 ribu setiap kali ganti kampas itu belum dihitung Nde harus menyediakan waktu untuk melakukan pergantian kampas.

Sedangkan menggunakan kampas yang lebih mahal periode pergantian kampas relatif lebih lama. Masalah ganti piringan cakram menurut Nde termasuk normal karena periode pergantiannya juga cukup lama yaitu beberapa tahun baru diganti. Selain itu, tentu saja ada perbedaan kualitas ketika menggunakan kampas rem ORI dengan yang KW.

Akhir kata, meskipun kita punya argumen tersendiri tentang pilihan kita, tidak baik rasanya mendebat orang lain apalagi orang tersebut berumur lebih tua hanya karena berbeda pilihan dengan kita. Dengan Nde tersenyum maka pembicaraan tersebut selesai. Sebaliknya jika Nde mendebat orang tersebut dengan mengeluarkan data-data perbandingan pilihan dia dengan pilihan kita, Nde rasa yang ada malah jadi ribut 😆 Bagaimana menurut sobat semua ?

salam dari desa 😉

Iklan

Tentang ndesoedisi

Rural's Automotive Story|Cerita Otomotif Dari Pedesaan
Pos ini dipublikasikan di Review Sparepart dan tag , , , , . Tandai permalink.

17 Balasan ke Ganti Cakram Si Nyoi Revo 110

  1. Mas Muslim berkata:

    Terima kasih kang,sangat bermanfaat infonya…saya kebetulan user Revo…

    Suka

  2. Mas Sayur berkata:

    Revo ku dari 2010 blm ganti piringan cakramnya..

    Suka

  3. Hariss berkata:

    Gara” sampeyan revo saya ikut sesat mang nde

    Suka

  4. Hariss berkata:

    Setelah baca review soal pemakain oli hdeo meditran sx,revo saya siblacky ikut ketularan hehehe

    Suka

  5. Hariss berkata:

    Nyesel kenapa g dari dulu

    Suka

  6. Ping balik: 5 Tahun Bersama Si Nyoi Honda Absolute Revo 110 | Ndesoedisi

Silahkan Dikomentari

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s