Nostalgia Legenda Si Motor Cinta Part 3, Tengah Malam Dikejar Anak Drag Di Karawang

Ndesoedisi.com-kembali lagi dengan cerita tentang Honda Astrea Legenda yang pernah menemani Nde sekeluarga. Untuk cerita pertama tentang inventaris selama berpacaran bisa dibaca di sini, dan untuk cerita kedua tentang naas tahun alias apes berturut-turut bisa dibaca di sini. Di cerita yang ketiga ini Nde akan bercerita tentang pengalaman berkendara tengah malam di kota Karawang dan dikejar oleh anak drag entah anggota geng motor. Penasaran dengan ceritanya ? Silahkan disimak 😀

si Jalu Astrea legenda 2002

Sekitar tahun 2009 waktu itu Nde sering berkumpul dengan rekan-rekan mahasiswa STT Texmaco. Salah satu basecampnya ada di daerah Kotabaru Cikampek. Suatu hari rekan Nde yang rumahnya dijadikan basecamp minta dijemput di Cikarang karena kemalaman sehingga sudah tidak ada kendaraan umum dari Cikarang menuju Cikampek.

Lalu sekitar jam 22.30 Nde bersama salah satu rekan sebut saja namanya Mulya, berangkat ke Cikarang. Mulya menggunakan Vario 110 gen pertama, sedangkan Nde menggunakan Si Jalu Astrea Legenda 2002. Karena waktu itu Nde belum hapal daerah Cikarang maka Mulya berkendara didepan sedangkan Nde mengikuti dibelakangnya.

Waktu itu sepanjang jalan Cikampek-Karawang-Cikarang bisa dibilang rusak parah sehingga harus pintar-pintar memilih jalan. Nde yang mengendarai Legenda dengan kondisi standar ting-ting ngos-ngosan mengejar Mulya yang berkendara dengan kecepatan 80-90 kpj (on speedo) dan cukup lincah memilih jalan karena menggunakan metik.

Sampai didekat Depo Pertamina Cikampek karena kondisi jalan yang basah, lampu penerangan remang-remang dan lampu motor yang tidak terlalu terang membuat Nde tidak melihat ada lubang didepan dan akibatnya… Braakkkk…Braakkk..brakkk…Beberapa lubang yang posisinya berdekatan pun sukses dihajar oleh Nde.

Fitur bodi getar langsung bekerja tanpa basa-basi sampai mengakibatkan spakbor belakang legenda copot 😆 Refleks Nde mengerem & mengklakson berulang-ulang memberi isyarat kepada Mulya didepan agar berhenti. Untung Mulya paham dengan isyarat Nde tersebut dan ikut berhenti.

Setelah memungut spakbor belakang yang copot karena ada plat nomor belakang yang menempel, perjalanan pun dilanjutkan kembali dengan asumsi tengah malam tidak akan ada razia Polisi.

Ilustrasi Astrea Legenda tanpa spakbor belakang

Memasuki kota Karawang, jalanan terbilang mulus. Mulya pun kembali memacu Vario dan Nde semakin ngos-ngosan mengikutinya. Setelah melewati bundaran Mega M / Ramayana Nde tidak sempat memperhatikan kalau disekitar GOR Panatayudha banyak anak motor yang nongkrong karena konsentrasi mengejar Mulya agar tidak ketinggalan.

Beberapa detik setelah melewati GOR kemudian terdengar raungan knalpot racing dari motor di belakang Nde. Nde yang masih belum sadar apa yang terjadi masih tetep berkendara dengan kecepatan sekitar 80 kpj (on speedo ) Ketika suara raungan knalpot semakin dekat, rupanya Mulya menambah kecepatan, otomatis Nde pun ikut menambah kecepatan hingga lebih dari 90 kpj on speedo. Fyi berat Nde waktu itu hanya 38 kg sehingga Astrea Legenda pun sanggup digeber hingga 90 kpj on speedo 😆

Tidak mau kalah 2 orang yang mengejar Nde pun ikut tancap gas sampai menyusul Nde. Kedua motor tersebut lalu menjepit di sisi kiri dan kanan Nde. Waktu itu Nde tidak sempat melihat dengan jelas motor apa yang digunakan tapi jenisnya motor bebek. Mendekati lampu merah didepan kantor Pemda Karawang atau sekitar 500m dari GOR Panatayudha, salah satu anak drag yang berada disebelah kanan memberi isyarat dengan tangan agar Nde minggir.

Melihat isyarat tersebut Nde bukannya minggir malah tambah tancap gas karena takut ketinggalan oleh Mulya 😆 Ketika memberi isyarat itulah motor sebelah kanan Nde menjadi sedikit lambat sehingga kesalip lagi oleh Nde. Dari spion sekilas terlihat bahwa dua orang yang mengejar Nde minggir dan tidak mengejar lagi.

Sepertinya kedua orang anak drag (atau mungkin geng motor) tersebut salah sangka karena melihat Nde ngebut dengan motor buntung dan disangka sedang mengajak balapan dan ingin menunjukkan kalau motornya lebih kencang 😆

Dasar jail, setelah lepas dari kejaran anak drag rupanya si Mulya belum kapok, di daerah sebelum Tanjungpura hingga masuk ke daerah perbatasan Karawang-Bekasi giliran seorang bapak-bapak penunggang Supra X yang tidak terima disalip oleh Mulya & Nde. Tiap kali disalip bapak-bapak berjaket kuning itu kembali mengejar berusaha menyalip lagi. Nde sendiri terpaksa ikut-ikutan ngeladenin meskipun motor sudah ngos-ngosan daripada ketinggalan. Begitu seterusnya sampai akhirnya selepas perbatasan mungkin si bapak sudah capek atau mau belok sehingga tidak menyalip lagi dan tertinggal jauh 😆

Sesampainya tujuan Mulya bertanya tadi ada yang mengejar ya ? Nde jawab iya lalu Nde menceritakan kejadiannya ke Mulya. Eh si Mulya malah ketawa mendengarnya. Mulya bilang iya disana emang banyak anak drag suka nongkrong 😆 Terus Mulya juga ngomong seneng euy ngeledekin bapak-bapak jaket kuning yang tadi pake Vario. Wah asem ga tau apa kalau Nde ngos-ngosan setengah mati menggeber si Jalu agar ga ketinggalan 😆

Dengan sedikit jengkel Nde bilang kenapa tadi tetep ngebut pas lewat depan Mega Mustika ? Untung tadi ga dikejar sampai Cikarang terus kalo pulangnya dihadang gimana ? Mulya bilang tenang aja, dia jamin akan digebukin. Terus Mulya juga mengatakan kenapa tadi malah ngebut soalnya tanggung jadi mending ngebut sekalian agar anak drag ga akan mengejar sampai jauh.

Meskipun masih was-was Nde akhirnya pulang setelah menjemput salah satu teman. Nde dan Mulya pulangnya berkendara lebih santai. Alhamdulilah ketika melewati depan GOR Panatayudha tidak ada satupun anak drag yang menghadang.

Belakangan Nde baru tahu kalau si Mulya merupakan akamsi alias anak kampung situ ya pantesan tenang-tenang aja ga takut digebukin sama anak-anak yang nongkrong 😆

Nde yang waktu itu masih awam soal mesin ( sekarang juga masih awam 😆 ) masih penasaran dengan omongan Mulya kenapa anak drag ga berani mengejar sampai Cikarang. Ketika ke bengkel Nde bertanya kepada mekanik bengkel langganan dan dikasih tau bahwa secara teknis motor korekan untuk drag memang kenceng tetapi hanya mampu menempuh jarak dekat dan apabila digunakan untuk mengejar motor standar sampai puluhan kilometer, bukannya terkejar yang ada malah kehabisan bensin atau kalau dipaksa ngebut jarak jauh mesinnya jebol 😆 Kecuali memang motor tersebut dioprek menggunakan kohar alias korek harian akan beda ceritanya.

Itulah pengalaman Nde dikejar-kejar entah oleh anak drag atau oleh geng motor. Kalau dipikir-pikir sekarang kok malah jadi ngeri sendiri membayangkan kejadian waktu itu. Nde bersyukur waktu itu ga diapa-apain dan waktu itu Nde juga tidak berpikir yang macam-macam. Berbeda dengan jaman sekarang geng motor dimana-mana, dan ga segan-segan melukai orang lain.

Akhir kata, berhati-hati lah ketika berkendara karena saat ini banyak sekali orang yang sensitif dan emosional di jalan raya, kesalah pahaman sedikit bisa mengakibatkan keributan yang akhirnya saling baku hantam. Kalau bagi Nde sie yang merasa lebih waras mending mengalah saja toh menang di jalanan juga tidak berarti apa-apa meskipun kadang-kadang kalau bertemu orang gila harus diusir 😀 Bagaimana menurut sobat semua ?

Salam dari desa 😉

Iklan

Tentang ndesoedisi

Rural's Automotive Story|Cerita Otomotif Dari Pedesaan
Pos ini dipublikasikan di Honda dan tag , , . Tandai permalink.

7 Balasan ke Nostalgia Legenda Si Motor Cinta Part 3, Tengah Malam Dikejar Anak Drag Di Karawang

  1. handoyo25 berkata:

    Sungguh sebuah kisah yg sangat inspiratif, menumbuhkan motivasi yg kuat utk jadi anak drag…..

    Suka

  2. Mas Sayur berkata:

    Tancap gas… , paaak…!!! 😂😂

    Suka

  3. Lord Duarte berkata:

    Mberrr mberrr mberrrrrrrr

    Eh salah itu mah suara motor babylook wkwkw

    Suka

  4. Imam berkata:

    Nostalgia ni yee

    Suka

  5. Ping balik: Nostalgia Legenda Si Motor Cinta Part 4, Oli Mesin & Oli Rantai Sesat | Ndesoedisi

Silahkan Dikomentari

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s