Otak-Atik Gathuk (74) Orang Cerdas Beli Motor Pake Rumus Matematika

Ndesoedisi.com-Artikel “Otak-Atik Gathuk” adalah artikel yang berisi analisa suatu permasalahan dengan menggunakan prinsip mencocokkan segala sesuatu (otak-atik) agar terlihat saling berhubungan (gathuk). Artikel OAG ini merupakan salah satu bentuk humor otomotif. Sebagai sumber rujukan digunakanlah wangsit yang didapat oleh Mbah Mbuh Sapa. Oleh sebab itu, apabila ada nama, tempat, waktu atau kejadian yang sama merupakan ketidaksengajaan yang dibuat secara sengaja yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya😆

Value sebuah kata yang belakangan ini ramai diperbincangkan di dunia otomotif karena orang yang cerdas disebutkan akan membeli sesuatu termasuk motor berdasarkan valuenya meskipun pada prakteknya perhitungan tentang value itu sangat tergantung dari masing-masing individu dan bisa jadi motor yang menurut kita sangat value ternyata tidak value bagi orang lain.

ilustrasi ahli Matematika

 

Nah ternyata menurut Mbah Mbuh Sapa seseorang akan disebut cerdas kalau mampu membeli motor dengan persamaan matematika untuk menghitung value dari sebuah motor. Penasaran seperti apa ceritanya ? Silahkan dipelototi 😆

Ketika sedang ngobrol di pos ronda tentang value dari sebuah motor, tiba-tiba Mbah Mbuh Sapa lewat dan ikut nimbrung, kesempatan tersebut tentu saja tidak Nde sia-siakan karena sudah lama Mbah Mbuh Sapa tidak muncul ke permukaan.

Nde : Mbah gimana pendapat Mbah soal value sebuah motor dan bagaimana cara menghitung apakah motor tersebut pantas kita beli atau tidak ?

MMS : menurut Mbah value itu artinya nilai dari sebuah barang apakah sesuai dengan harganya. Dan bicara value itu berhubungan dengan kecerdasan seseorang. Semakin cerdas seseorang dipercaya akan semakin value pilihannya.

Nde : oh gitu ya Mbah ? pilihan orang cerdas pasti value dan pilihan orang bodoh selalu tidak value ?

MMS : oh belum tentu karena salah satu sifat orang pinter bin cerdas itu adalah egois sehingga banyak juga yang merasa dirinya paling benar dan menyalahkan pilihan orang lain jika tidak sesuai dengan pilihannya. Padahal masing-masing orang itu punya pertimbangan sendiri-sendiri.

Nde : terus bagaimana Mbah kalo ada konsumen yang malah bingung setelah membanding-bandingkan value sebuah motor atau setelah bertanya kepada orang yang lebih mengerti.

MMS : biasanya yang seperti itu adalah orang yang terjebak paradigma value, mempertimbangkan value berdasarkan omongan orang kata orang begini, kata orang begitu tetapi lupa bahwa yang memiliki keputusan untuk memilih & nantinya akan merasakan adalah dia sendiri bukan orang lain.

Nde : Mbah, kalo ingin membuat perbandingan tentang value motor itu bagaimana ?

MMS : perbandingan yang gimana ?

Nde : jadi gini loh mbah, kan katanya orang cerdas itu membeli sesuatu termasuk motor itu harus dihitung valuenya. Nah saya kan ingin tau gimana caranya membuat perbandingan value tersebut jadi bisa memilih motor yang benar-benar value supaya suatu saat ga beli barang yang operprice dan ga disebut orang yang ga ngerti value.

MMS : oh gitu, ya gampang kamu tinggal bikin persamaan matematikanya saja

Nde : kenapa harus bikin persamaan matematika Mbah ?

MMS : Karena di negara berkembang seperti Indonesia, kecerdasan itu disimbolkan dengan matematika. Seseorang yang pintar di bidang Matematika dan Sains sudah pasti dianggap sebagai orang yang lebih cerdas dibandingkan orang yang cerdas dibidang lain misalnya seni.

Nde : kasih contoh dong Mbah, masih belum ngerti neh

MMS : ya mungkin otak kamu memang belum sampai 😆 , tapi supaya gampang kamu bikin simbol sebagai variabel masing-masing komponen yang akan diperbandingkan, contohnya besaran power itu A, torsi B, jumlah Camshaft C, konsumsi BBM D, fitur speedometer E, tinggi jok F, harga G dan seterusnya. Semakin banyak variabel yang digunakan akan semakin bagus karena akan semakin lengkap.

Nde : terus gimana Mbah ?

MMS : ya kamu masukkan misalnya motor sport fairing merk X 25 juta, DOHC, power 17 HP, torsi 12 Nm, 40 kpl, ada 4 fitur di speedometer, tinggi jok 80cm, dibandingkan dengan motor sport fairing merk Y 25 juta, SOHC, power 17,5 HP, torsi 12,5 Nm, 43 kpl, 5 fitur speedometer, tinggi jok 80cm maka bisa dibuat persamaan sebagai berikut :

17A + 12B + 2C + 40D + 4E + 80F = 25 juta, bandingkan dengan

17,5A + 12,5B + 1C + 43D + 5E + 80F = 25 juta

lalu kita sederhanakan dengan cara nilai yang lebih tinggi dikurangi dengan yang lebih rendah dan persamaan dicorat-coret agar terlihat seperti orang jago matematika 😆

17A + 12B + 2C + 40D + 4E + 80F = 25 juta = 17,5A + 12,5B + 1C + 43D + 5E + 80F

1C = 25 juta = 0,5A + 0,5B + 3D + 1E

dari situ bisa disimpulkan bahwa motor merk Y lebih value karena dengan harga yang sama ada kelebihan dibeberapa fiturnya dibandingkan merk X

Nde : tapi kan itu tandanya + semua Mbah, ga bisa dikurangi seperti itu

MMS : udah diem aja, kan sudah dikasih tau kalo ga ngerti berarti otak kamu belum nyampe 😆

Nde : oh gitu ya Mbah ? berarti kalau mau benar-benar lengkap harus dibahas semua ya ?

MMS : iya, semakin banyak variabelnya, akan terlihat jelas perbedaan secara lebih detail.

Nde : tapi kan pusing Mbah ?

MMS : kalo kamu cerdas ya engga pusing

Nde : ada cara lain ga Mbah ? Yang lebih gampang ?

MMS : ya ada lah.. 😆

Nde : nah gitu dong, gimana cara yang lebih gampang Mbah ?

MMS : cara gampangnya ya cukup sediakan : D U I T, dah gitu aja 😆

Nde : loh kok duit ?

MMS : iya, kalo kamu punya duit banyak, banyak loh ya.. bukan pas-pasan, itu ga perlu mikir value-value segala, tinggal dibeli, kalo perlu dibeli semua motornya dicobain satu-satu 😆

Nde : lho kok gitu Mbah ?

MMS : ya iya lah, kan karena duitnya pas-pasan jadi harus mikir mana yang paling value, kalau duitnya banyak ya ga mikir value, pengin beli ya beli aja 😆

Nde : lha terus tadi Mbah ngajarin rumus-rumus kaya gitu buat apa kalau ujung-ujungnya duit-duit  juga ? percuma Mbah

MMS : loh, coba kamu baca lagi judul artikel ini, kan bunyinya “orang cerdas beli motor pake rumus matematika” padahal dimana-mana orang beli motor itu pake uang, artinya kalo orang itu bisa beli motor pake rumus matematika tanpa mengeluarkan uang sepeserpun artinya orang itu cerdas, ya ga ? 😆 😆 😆

Nde : woh..asem kena tipu sama Mbah Mbuh Sapa lagi 👿

MMS : Lah namanya juga Otak-Atik Gathuk, yang penting kamu harus inget kalau :

Dilarang keras mempercayai isi artikel Otak-Atik Gathuk ini, segala resiko yang ditimbulkan setelah membaca artikel ini ditanggung sendiri oleh pembaca yang bersangkutan !!!

salam dari desa;)

Iklan

Tentang ndesoedisi

Rural's Automotive Story|Cerita Otomotif Dari Pedesaan
Pos ini dipublikasikan di Otak-Atik Gathuk dan tag , , , . Tandai permalink.

15 Balasan ke Otak-Atik Gathuk (74) Orang Cerdas Beli Motor Pake Rumus Matematika

  1. warungasep berkata:

    duh kalkulator urg rusak

    Suka

  2. GENTHO_29 berkata:

    semvriuuuuuul

    Suka

  3. klikenter27 berkata:

    pantesan rata2 orang yang pebisnis belinya bebek atau metik, yang resale valuenya kalo dirupiahkan cuma turun sedikit dibanding beli motor sport, (kata Koh Eddy di Kramatdjati, metik baru 16jt, umur setahun dijual lagi turun 20%, susut cuma 3,2jt, sementara sport 32 jt, umur setahun turun 20%, susut 6,4jt, he3)

    Suka

    • ndesoedisi berkata:

      oh baru tau saya 😀

      Suka

    • handoyo25 berkata:

      Lho, sama2 turun 20% kan?
      Kalo nilai rupiahnya beda, kan karena harge belinya juga beda?

      Suka

      • klikenter27 berkata:

        lha ini berarti bukan pebisnis, kalo bagi Koh Eddy, penyusutan itu sangat berharga dan bukan dilihat dari persentasenya, tapi rupiahnya, krn persentasi tidak bisa diputar buat modal, yang bisa diputar adalah rupiahnya, om.
        satu lagi misal motor itu adalah modal, mana yang lebih nyesek, ketika modal kita berkurang 3,2jt atau berkurang 6,4juta?

        *kalo dari sudut pandang saya setwlah dikasih tau beliau, penyusutan secara definitif bisnis adalah beban keuangan, makin kecil nilainya, otomatis makin minim bebannya. 🙂

        Suka

    • gembelisme berkata:

      Klo asetnya digunakan utk bisnis, wajar, dhitung gt bro. Beda klo asetnya buat “gaya”, dan itu fakta orang indonesia.
      Bisa beli ninja, ngapain beli supra. Lagian duit buat apa sih klo bukan buat seneng2. Masing2 ad kelasnya bro. Klo yg gak sadar diri mah yg nuntut naik gaji mulu,,,, trnyata buat cicilan ninja.
      Klo emg si kokoh mampu beli pesawat ttp suka metic, y emg enak, tinggal muntir, gak pegel kayak motor semport. Selera masing2.

      Suka

Silahkan Dikomentari

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s