Nostalgia Legenda Si Motor Cinta Part 2, Naas Tahun Alias Sial Berturut-Turut

Ndesoedisi.com-melanjutkan cerita nostalgia pertama tentang si Jalu Astrea Legenda tahun 2002, kini di artikel kedua bercerita tentang naas tahun atau mengalami kejadian kurang mengenakkan yang Nde alami sekitar 9 tahun yang lalu. Uniknya terjadi selama berturut-turut ketika menggunakan si Jalu Astrea Legenda 2002. Penasaran dengan ceritanya ? Silahkan disimak 😆

si Jalu Astrea legenda 2002

si Jalu Astrea legenda 2002

Naas tahun adalah suatu kepercayaan yang dianut oleh sebagian masyarakat di Indonesia terutama di Pulau Jawa dan beberapa daerah lainnya. Sebagai orang yang hidup di pedesaan tentu saja masih kental dengan suasana hitung-hitungan semacam itu. Orang yang kena naas tahun dipercaya akan mengalami naas, sial, celaka, atau bagi pengusaha, usahanya akan mengalami penurunan paling parah dibanding tahun-tahun yang lain. Intinya naas tahun adalah tahun penuh cobaan yang akan terasa paling berat.

Nde sendiri sebenarnya tidak terlalu percaya dengan kepercayaan tersebut sehingga tidak terlalu paham bagaimana cara menghitungnya. Nde hanya pernah mendengar kalau didesa Nde naas tahun dihitung berdasarkan tahun baru Hijriyah kemudian dihitung maju beberapa hari sebelum dan sesudahnya. Weton atau hari lahir yang pas dihitungan tersebut kena naas tahun dan naas bulan. Naas tahun berarti berlaku selama setahun, naas bulan hanya berlaku selama satu bulan setelah tahun baru hijriyah. Misalnya setelah dihitung dari tanggal 1 tahun baru hijriyah, pas jatuh di hari Rabu, maka orang yang lahir di hari Rabu dipercaya mengalami naas tahun.

Ketika itu berdasarkan perhitungan orang tua yang dianggap sebagai orang pintar didesa, Nde dikasih tahu oleh neneknya Aira bahwa Nde harus hati-hati karena di tahun tersebut Nde pas terkena naas tahun. Nde yang baru pertama mendengar istilah naas tahun tentu saja percaya tidak percaya dengan hal tersebut karena nasib dan takdir seseorang sudah diatur oleh yang Maha Kuasa. Nah ternyata di tahun tersebut memang Nde sering mengalami beberapa kejadian yang kurang beruntung dalam waktu yang berdekatan seperti :

Sehari bocor 3 kali & ganti rugi motor orang lain.

Suatu hari ketika akan mengantar mamahnya Aira ke pasar, ban belakang si jalu bocor dan karena kondisi ban dalam sudah tidak memungkinkan untuk ditambal sehingga harus diganti yang baru. Setelah diganti yang baru Nde pun berangkat ke pasar.

Kira-kira 300 m sebelum pasar, motor terasa goyang karena ban belakang bocor. Setelah diperiksa ternyata benar bahwa ban belakang tertusuk paku dan bocor. Nde lalu mampir ke tukang tambal langganan bapak beli oli. Sampai di bengkel Nde motor distandar tengah oleh Nde, karena tanahnya tidak rata si Jalu roboh menimpa motor disebelahnya yang mengakibatkan handle rem depan patah dan Nde harus mengganti handle rem tersebut yang patah.

Selesai belanja di pasar Nde lalu pulang. Ternyata kesialan belum berakhir. Di perjalanan pulang kira-kira 100m dari rumah mertua, ban belakang ternyata kempes lagi 😀 Jadilah hari itu Nde ganti ban dalam, nambal 2x plus ganti rugi handle rem motor orang lain.

Sebulan kena tilang 2x

Cerita kurang beruntung lainnya adalah terkena tilang 2x dalam sebulan. Tilang pertama kejadiannya waktu Nde mengantar mamahnya Aira berangkat kuliah waktu itu Nde dan mamahnya Aira keduanya tidak ada yang memakai helm karena waktu itu belum sadar pentingnya menggunakan helm. Selama bertahun-tahun tinggal didesa tersebut, belum pernah sekalipun ada razia di jalan yang menghubungkan desa Nde dengan kecamatan.

foto lokasi sebelum di cor

Ternyata hari itu ada razia dan polisinya ngumpet di balik semak-semak pinggir jalan depan rumah pada gambar diatas 😀 Selain itu sekitar 100m sebelum rumah tersebut ada sebuah tikungan sehingga banyak pengendara yang terjebak di razia tersebut. Sebenarnya di jalan banyak pengendara dari lawan arah yang memberi tahu bahwa ada Razia, tetapi karena Nde tidak paham akhirnya Nde tetap melaju dan ditilang 😀

Di Bulan-bulan berikutnya di tempat tersebut rutin diadakan razia hingga kabarnya ada yang melaporkan razia tersebut ke Den POM dan sampai sekarang ditempat tersebut hanya beberapa kali digelar razia itupun razia resmi dilengkapi dengan papan pengumuman dan dipimpin langsung oleh Kapolsek.

Seminggu setelah kejadian tilang tersebut, Nde kembali kena tilang di Purwakarta ketika mengantar mamahnya Aira, ceritanya Nde melanggar rambu-rambu satu arah di pintu masuk pertokoan GS Pasar Jumat Purwakarta karena memang tidak tahu bahwa di tempat tersebut ada rambu-rambu satu arah dan waktu itu belum ada sistem parkir seperti foto dibawah ini 😀

pintu masuk pertokoan GS Pasar Jumat Purwakarta

Begitu keluar pas belok kiri tepat didepan pos Polisi tersebut Nde di berhentikan oleh seorang Polisi dan ditilang 😀

3. Setelah service motor malah ga stasioner dan sering mati

Cerita apes selanjutnya adalah karena waktunya ganti oli dan servis Nde pun membawa Si Jalu ke bengkel langganan. Pas datang clingak-clinguk mencari mekanik langganan ternyata sedang keluar sebentar. Karena Nde setelah servis harus mengantar mamahnya Aira ke Purwakarta, akhirnya si Jalu tetap diservis oleh mekanik lain yang sebenarnya setingannya kurang cocok dengan selera Nde. Sambil dalam hati was-was wah jangan-jangan setingannya ga bener 😀

Selesai servis Nde lalu berangkat ke Purwakarta, ternyata dugaan Nde manjadi kenyataan. Setingan motor menjadi kurang enak dan agak susah stasioner si Jalu sering mati ketika berjalan pelan-pelan 😀 . Tapi Nde tetap meneruskan perjalanan.

Pulang dari Purwakarta Nde kembali ke bengkel tempat service agar karburator distel ulang. Beruntung mekanik langganan Nde sudah datang sehingga setingan motor bisa diperbaiki.

Itulah beberapa cerita pengalaman Nde yang kurang beruntung, uniknya pengalaman tersebut terjadi secara berturut-turut dalam beberapa bulan di tahun yang sama, tetapi Alhamdulilah tidak pernah mengalaminya lagi di tahun-tahun yang lain. Sebenarnya masih banyak cerita apes yang lain, tetapi karena Nde rasa artikel ini juga lumayan panjang, Nde akan sambung di artikel yang lain.

salam dari desa 😉

Iklan

Tentang ndesoedisi

Rural's Automotive Story|Cerita Otomotif Dari Pedesaan
Pos ini dipublikasikan di Honda dan tag , , . Tandai permalink.

16 Balasan ke Nostalgia Legenda Si Motor Cinta Part 2, Naas Tahun Alias Sial Berturut-Turut

  1. Kobayogas berkata:

    Ngakak wkwk. Terutama pas polisi cilukba dari semak semak

    Suka

  2. RichardGN berkata:

    Haha polisi cilukba udah dari zaman dulu ya

    Suka

  3. Hans694 berkata:

    Ganti judul polisi ciluk ba ngak beda kang parkir indomeret ma alfamart pas mau balik, o cilukba sering di terusan pasar cibinong lurus ditangkep kecuali ojek?!

    Suka

  4. Ping balik: Nostalgia Legenda Si Motor Cinta Part 3, Tengah Malam Dikejar Anak Drag Di Karawang | Ndesoedisi

  5. Ping balik: Nostalgia Legenda Si Motor Cinta Part 4, Oli Mesin & Oli Rantai Sesat | Ndesoedisi

Silahkan Dikomentari

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s