Review Fastron Techno Hijau 10W-40 Di Honda Beat Pop, Awas Lupa Diri

Ndesoedisi.com-jika sebelumnya Nde mereview penggunaan oli Meditran SX di Honda Revo di artikel berjudul si Nyoi Revo dicekoki Meditran SX, maka sekarang giliran Beat POP dicekoki PFT Hijau. Sebenarnya si Pinky alias Vario 125 Nde juga sudah menggunakan oli PCMO atau oli untuk mobil bensin yaitu Pertamina Fastron Techno 10W-40 (PFT Hijau) tetapi belum sempat membuat reviewnya eh motornya sudah dijual 😆 . Tidak banyak berpikir macam-macam, langsung saja oli Fastron Techno Hijau dituangkan ke mesin Honda Beat Pop. Dan inilah review penggunaan oli Fastron Techno Hijau di Honda Beat Pop termasuk segala kelebihan dan kekurangannya, silahkan disimak 😀

Ilustrasi Fastron Techno Hijau

Pertama motor distater, suaranya terdengar lebih halus dibandingkan dengan oli standarnya, mungkin karena PFT Hijau ini lebih kental dibandingkan dengan MPX2. Ketika dicoba pun tarikan Honda Beat POP terasa jauh lebih responsif. Pada kecepatan 0-30 km/jam tarikan lebih terasa, atau bahasa gaulnya lebih nendang 😁

Salah satu kelemahan pada Honda Beat eSP series adalah adanya jeda gas pada kecepatan 30-60 km/jam dan mesin akan ngeden jika dibejek sehingga harus pintar-pintar menggantung gas (silahkan baca artikel review Honda Beat Pop didaerah pedesaan).

Ketika menggunakan PFT hijau, masalah tersebut bisa sedikit teratasi, meskipun masih ngeden sedikit tapi tidak separah ketika menggunakan oli bawaan. Jeda waktu ketika menggantung gas menjadi lebih cepat, tapi bagi rider yang suka santai seperti Nde, kondisi tersebut sudah cocok 😁

Yang lebih mengasyikkan adalah ketika digeber diatas 60 km/jam, akselerasi menjadi sangat responsif sampai mendekati angka 100 km/jam. Nah ini yang bikin ketagihan buat selap-selip di sela-sela arus lalulintas 😀 .

Bicara kestabilan memang kalah jika digunakan untuk keluar kota apalagi berboncengan, tetapi ketika digunakan sendirian oleh rider bertubuh imut seperti Nde, metik kecil semacam Honda Beat Pop tetap mempunyai kelebihan yaitu lebih gesit.

Setelah selesai dikendarai Nde mengecek suhu mesin, ternyata suhunya normal & stabil meskipun motor baru saja  disiksa.

Top speed memang tidak melebihi angka 110km/jam karena kondisi motor masih standar, tapi kombinasi antara kecepatan di angka 70-90 km/jam, tarikan bawah yang responsif, dan kelincahan menembus kemacetan akan menghasilkan waktu tempuh yang lebih cepat, tentu saja jangan lupakan bobot rider yang ringan 😂

Iseng-iseng Nde mengukur waktu berangkat dari rumah ke kantor yang berjarak sekitar 15 km melewati pemukiman penduduk & kebun karet, jika menggunakan Si Nyoi Revo membutuhkan waktu sekitar 35 menit, jika menggunakan Si Pinky Vario 125 atau Honda Scoopy membutuhkan waktu sekitar 30 menit, nah menggunakan Beat Pop yang dicekoki PFT Hijau, dan BBM jenis pertamax maka cukup membutuhkan waktu sekitar 20 menit 😀

Nde dulu pernah pernah iseng mengukur waktu tempuh dari rumah ke Polres Subang (sekitar 35km) menggunakan Suzuki Skywave didapat waktu 35 menit, kemarin Nde mengurus akta kelahiran dede Izhar yang posisi kantornya didekat Polres menggunakan Beat Pop ternyata memakan waktu 30 menit 😀

Faktor kegesitan itulah yang mampu membuat Nde ketagihan. Kok bikin ketagihan ? Lebay ah orang motor cc kecil, power ga seberapa, top speed juga ga seberapa, tapi dengan kegesitannya mampu menaikkan nyali & rasa percaya diri Nde ketika mengendarainya. Asal ada celah yang bisa dimasuki oleh Honda Beat Pop pasti langsung Nde disikat.Sebuah tindakan yang sebelumnya jarang sekali Nde lakukan ketika mengendarai Vario atau Revo.

Sebagai perbandingan, Nde mengajak salah satu teman kerja sebut saja namanya Pak Kris yang pernah mengeluhkan kalau Honda Beat sporty miliknya seperti kurang tenaga. Setelah mencoba Honda Beat Pop yang dicekoki PFT, ternyata hasilnya  sedikit berbeda dengan apa yang Nde rasakan.

Menurut pak Kris yang berat badannya sekitar 85kg, untuk kecepatan dibawah 60km/jam masih ngeden, tapi ketika sudah melewati angka 60 km/jam maka akselerasi berubah menjadi sangat responsif dan Pak Kris juga mengakui kalau lebih enak dibandingkan motornya yang menggunakan oli standar.

Kesimpulannya Nde cukup puas menggunakan Fastron Techno 10W-40 (PFT Hijau) meskipun bukan oli terbaik tetapi mampu meningkatkan akselerasi Honda Beat Pop dan menjaga suhu mesin tetap stabil. Bahkan Nde sendiri sebenarnya merasa ngeri dan takut lupa diri ketika mengendarai Beat Pop karena Nde bukanlah seorang speedfreaks.

Selain itu karena Honda Beat Pop ini adalah milik Nha yang gaya ridingnya gas pol rem pol dan cenderung sedikit agresif untuk ukuran cewek (silahkan baca artikel: setahun Honda Beat Pop eSP menemani aktivitas Nha), Nde harus berkali-kali mengingatkan bahwa suara mesin yang lebih halus akan menyebabkan keasyikan memuntir gas dan tanpa terasa tiba-tiba jarum speedometer sudah menunjuk angka 70 km/jam atau lebih bisa berpotensi lupa diri.

Akhir kata inilah review Nde tentang penggunaan oli Fastron Techno 10W-40 di Honda Beat Pop, jika ada perbedaan dengan apa yang sobat Nde rasakan, selain disebabkan oleh kondisi motor dan gaya riding, kemungkinan disebabkan oleh bobot rider yang tidak seimut Nde 😆

salam dari desa 😉
 

Iklan

Tentang ndesoedisi

Rural's Automotive Story|Cerita Otomotif Dari Pedesaan
Pos ini dipublikasikan di Pelumas, Review Sparepart dan tag , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

21 Balasan ke Review Fastron Techno Hijau 10W-40 Di Honda Beat Pop, Awas Lupa Diri

  1. Fahri berkata:

    Nice, persis yg ane rasakan..
    new beat ane pake pft sejak servis kedua (4000km) di beres lagi.. ngeliat muka mekaniknya bingung2 wkwk,
    itung konsumsi bbm nya coba lebih irit loh.. terus lampu eco nya lebih gampang nyala, kecepatan 70 masih (kadang) nyala kalo ngurutnya pas.
    rencana ganti pfg pas servis berikutnya

    Suka

  2. paman tang berkata:

    review yg buat revo gimana mang?? mau coba2 naruh oli diesel di motor bebek di rumah (supra fit,,revo,,supraX125 2nd generation)

    Suka

  3. Edward Pramono berkata:

    bang, mau tanya honda vario fi yg mana (tipe dan tahun keluarannya) yg anda bilang inner bodi nya pas buat ngangkut galon air posisi berdiri di dek nya? itu bisa buat 2 galon kiri kanan? gimana posisi naruhnya, kalau salah satu saja kan tidak balance.

    jika dipake buat 2 galon kiri kanan, apakah ada sedikit pijakan buat telapak kaki kita sehingga menjepit 2 galon tadi biar tidak jatuh ke samping luar…

    trimakasih sebelumnya

    Suka

    • ndesoedisi berkata:

      itu Vario 125 lawas tahun 2013, naruhnya ya berdiri seperti biasa. kalo bawa 2 galon belum pernah tapi bawa 1 aja asal pelan-pelan stabil kok, kalo bawa 2 galon ga ada tempat pijakan kaki tapi karena posisi inner bodi rapat jadi seolah-olah ngejagain galon..makasih juga udah mampir 🙂

      Suka

      • Edward Pramono berkata:

        1. jadi kalo bawa 2 galon pakai vario 125 masih aman ya? lebih enak ketimbang pake beat pop nya? meski secara luas dek sebenarnya jga sama-sama bisa bawa 2 galon begitu? yg nyebabin enak itu karena posisi inner bodi di vario nya? yang ngepas banget dengan model/ukuran galon air, begitu?

        2. luas mana dek kaki vario 125 dengan beat pop nya dalam konteks galon air di kiri kanan. maksud saya area dasar galon yg tidak mendapat bagian dek kaki nya..

        3. bagaimana dengan suzuki address katanya dek nya juga luas, luas mana dibanding beat pop dan vario 125 nya?

        4. vario 125 yg dimaksud apakah modelnya masih sama dengan yg skarang ada, maksudnya kalau beli baru apakah masih ada? jika sudah tidak ada, maksimal tahun berapa yg paling baru kalo memang mau beli bekas.

        5. vario 125 yg tipe apa ya untuk jelas dan lengkapnya…

        trimakasih, maaf banyak pertanyaan.. kalo bisa jangan ada yg luput untuk dijawab ya..

        Suka

      • ndesoedisi berkata:

        1. kalo di Vario 125 galon ga akan bergeser ketika dibawa, tapi kalo di Beat pop bergeser. nah soal bawa 2 galon belum pernah nyobain
        2. lebih luas Vario sedikit
        3. Address belum pernah nyobain
        4. Modelnya beda, itu Vario 125 yang lawas yang lampunya belum led, terakhir keluar kalau ga salah 2014, nah untuk Vario yang baru juga belum nyoba untuk membawa galon
        5. tahun segitu Vario 125 cuma ada Vario techno biasa, CBS dan CBS-ISS tapi sama aja bentuknya

        Suka

  4. efbees berkata:

    beat memang enak buat ditarik2.
    apalagi kalo pake pfg.
    kelemahan cuma stangnya ketinggian, handlingnya jd aneh

    Suka

  5. imotorium berkata:

    sugesti doang mang nde,, bobot yang paling pengaruh #kaboorrr

    Suka

  6. Ping balik: Setelah Service Pertama, Karakter Asli Honda Scoopy eSP Mulai Keluar | Ndesoedisi

  7. roy gabro berkata:

    mau nanya kang ..di mesin oli 800 ml..sisa oli pft hijau 200ml bisa gak untuk oli gardan..?? drpd beli lgi oli gardan..baru
    thanx kang..

    Suka

  8. Ping balik: 21.000 km Bersama Honda Beat Pop | Ndesoedisi

Silahkan Dikomentari

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s