Sisi Kelam Finishing Blok Mesin Honda Scoopy eSP

Ndesoedisi.com-Honda Scoopy dipercaya oleh sebagian konsumen sebagai produk metik Honda dengan kualitas finishing yang lebih baik jika dibandingkan dengan metik Honda lainnya. Hal itu ada benarnya karena hampir seluruh bodi sampai cover knalpot pun menggunakan cat glossy. Hanya bagian dek, spakbor belakang dan beberapa bagian lain yang menggunakan plastik dengan aksen kulit jeruk sehingga tidak aneh jika minat konsumen terhadap Honda Scoopy sangat tinggi.

Honda Scoopy-FI milik Nde

 Tapi dibalik semua itu, ternyata ada bagian yang kualitas finishingnya cukup memprihatinkan yaitu bagian blok mesin. Bagian tersebut Nde temukan beberapa hari yang lalu saat Nde mencuci Honda Scoopy untuk pertama kalinya. Saat mencuci, Nde mengalami kejadian kurang mengenakkan yaitu jari terluka terkena sudut blok mesin yang tajam 😯

(maaf DP) penampakan jari yang terluka

Karena penasaran Nde pun melihat ke bagian bawah blok mesin, ternyata yang melukai jari Nde adalah pinggiran blok mesin seperti sirip kecil yang bentuknya panjang, tipis dan tajam. Nde lalu bergumam wah ini sie cutter πŸ‘Ώ karena memang cuma isi cutter yang bisa menggambarkan bentuknya sehingga tidak aneh jika mampu melukai jari. Memang luka yang dihasilkan tidak panjang hanya sekitar 0,5 cm tapi dalam karena darah tidak berhenti mengalir sebelum ditutup menggunakan plester.

Finishing blok mesin Scoopy kasar

Bagian menyerupai sirip kecil tetapi tipis & tajam seperti cutter

Padahal kalau bicara mencuci sepeda motor merk Honda itu bukan sekali-dua kali tapi sudah Nde lakukan selama bertahun-tahun. Kebetulan ada beberapa motor Honda yang sering Nde cuci, mulai dari motor lawas tahun 90an yaitu si Abah Astrea Grand 95, Astrea Legenda 2002 (sudah dijual), Revo 2012, Vario 2013 (sudah dijual), hingga Honda Beat Pop 2015, ditambah dengan Yamaha Mio dan Suzuki Skywave belum pernah sekalipun jari tangan terluka & mengeluarkan banyak darah ketika mencuci motor, kalau cuma lecet-lecet sedikit sie udah biasa dan Nde anggap masih normal.

Karena penasaran, Nde pun mengecek blok mesin Honda Scoopy milik tetangga yang cuma selisih 2 bulan dengan milik Nde ternyata hasilnya sama. Jadi memang finishing blok mesin Honda Scoopy (dan metik lainnya yang sejenis) saat ini memang kurang bagus.

Ketika Nde bahas di grup WhatsApp Dgujubar, rekan-rekan blogger rata-rata setuju dengan pendapat bahwa kuantitas mempengaruhi kualitas.

Menurut data AISI bulan November 2016, Honda Beat series kokoh menempati urutan pertama dengan distribusi 203.438 unit, sedangkan Honda Scoopy menempati urutan ketiga dengan distribusi 52.261 unit. Karena identik maka total produksi blok mesin kedua motor tersebut berada di angka 250ribuan unit per bulan.

Dari data AISI tersebut bisa diperkirakan produksi perhari jika dihitung full 30 hari kerja (dengan lembur) maka didapat 8333 unit perhari. Kalau 3 shift berarti 2777 unit per shift. Dibagi 8 jam menjadi 347 unit per jam atau sekitar 5 unit per menit atau 1 unitnya 20 detik. Itu perhitungan menggunakan 30 hari kerja, jika menggunakan perhitungan normal 20 hari kerja pasti akan lebih cepat lagi sekitar 7-8 unit per menit. Nah kebayang kan waktu segitu tidak cukup Β untuk melakukan finishing yang bagus atau minimal memperhalus semua bagian yang tajam dan berpotensi melukai pengguna.

Dan biasanya suka ada yang nyinyir wah cuma luka gitu aja kok dibahas, cengeng amat.. atau ini sie cuma nyari bahan bece aja, buktinya penjualan tetep laris manis.. Yups jika ada yang berpikiran seperti itu ya wajar-wajar saja dan Nde juga menghargai perbedaan pendapat dan sepertinya 4 buah motor bermerk Honda yang nongkrong dirumah pun belum cukup sehingga harus dibece πŸ˜‚

Memang Nde bukan siapa-siapa cuma orang desa yang kebetulan ngeblog. Blognya juga cuma ecek-ecek kelas debu di teras rumah boro-boro di perhatikan, yang ada habis dilihat langsung disapu πŸ˜‚

Jangankan diperhatikan oleh petinggi ATPM, ada orang yang mau baca artikel di blog ini saja Nde sudah bersyukur kok 😁. Tapi bagaimanapun juga artikel ini adalah salah satu bentuk kekecewaan dari konsumen. Lewat artikel ini Nde justru berharap kedepannya ada perbaikan kualitas. Karena apa ? Karena meskipun sudah menguasai penjualan bukan berarti kualitasnya terbaik, bisa jadi karena konsumen dihadapkan situasi “tidak ada pilihan lain”.

Kok baru sekarang ngomong kualitas ? Selama ini kemana saja ? Ya selama ini ga kemana-mana, Nde beli motor tentu saja punya pertimbangan sendiri, jika ditanya mengapa ga memilih merk lain saja ? Ya silahkan jawab pertanyaan Nde: ada ga metik entri level selain Honda Scoopy yang bentuknya unik, bobot ringan, irit, bagasi luas, harga bersahabat dengan dompet kaum menengah ke bawah, dan spareparts KW bejibun bisa dibeli di toko spareparts biasa dekat rumah ?

Salam dari desa πŸ˜‰

Iklan

Tentang ndesoedisi

Rural's Automotive Story|Cerita Otomotif Dari Pedesaan
Pos ini dipublikasikan di Honda dan tag , , , , . Tandai permalink.

52 Balasan ke Sisi Kelam Finishing Blok Mesin Honda Scoopy eSP

  1. warungasep berkata:

    Ah dasar blogger cengeng, tukang BC Honda dibayar pabrikan sebelah duren yang gemar gudibek, foto tangan yg teraniaya ah cuma potosop itu pake diblur2 lagi… ckckckc

    Suka

  2. IndoRide.com berkata:

    itu fotonya pake kamera taun berapa pak
    :v

    Suka

  3. arh thea berkata:

    Turut berduka cita… sampe tangan nya berdarah😒😒😒😒 lain kali beli merk tetangga aja misal adress kualitas motor ekspor dijual di eropa… #savesuzuki😍😍😍

    Suka

  4. techtonime berkata:

    jangankan honhon sekupi, dayhatso jenia dan yoyota papanja sma duo kaleng lgbt eh lcgc aja juga nggak rapi kok… padahal barang seharga 100jutaan πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    Suka

  5. Yoshi berkata:

    Wah ini artikel menyebarkan kebencian. Harus dilaporkan bar eskrim.

    Suka

  6. vyzex berkata:

    Mau rapi, beli cbr250rr.
    Dipuji tuh finishing luar dalem.

    Kalo scoopy sih, mungkin dipikirnya yg penting dalemnya mulus.

    Saran: beli pcx. Siapa tau lebih mulus.xixixi

    Suka

  7. gilaroda2ga berkata:

    Ini efek terlalu laris untuk dilupakan, kenangan yang indah bersamanya…😁

    Suka

  8. Kobayogas berkata:

    Maaf DP, down payment wkwk

    Suka

  9. kenthoet berkata:

    woohh bahaya iki.. 😱

    Suka

  10. s0erya berkata:

    bukan berarti 1 unti hanya butuh waktu 20 detik dari proses cetak sampai barang siap rakit! coba dipikir lagi sodara😊

    Suka

  11. wah.. NMax juga ada yg kayak gitu… beberapa kali kena waktu nyuci blok mesin

    Suka

  12. Ted Clubberlang berkata:

    Skupi ini sama mbit yang baru itu sama ndak ya om nde mesinnya? Soalnya kalau sama alhamdulillaah berkali nyuci mbit itu gak pernah kena, saya malah pernah kena gitu pas nyuci nucebecepeknggo tapi gak tahu bagian mana, tahu2 dah lecet n perih pas kena sabun.. cuma memang kok sebaiknya ngahaem harus lebih teliti, harga mahalin dikit tetep laku asal kualitas dibawah cbrnopeknggorr dikit.. ngoahaha..

    Suka

  13. Mase berkata:

    Aku dari dulu kalau nyuci motor (supra dan yg terbaru verza) pasti terus dapet luka dijari.

    Suka

  14. efbees berkata:

    yg dari luarnya mulus tu cuma merk Y.
    percaya deh rapih banget rakitan n finishingnya.
    tapi dalemnya relatif gampang ambrol dibanding yg lain #ups
    mwehehehe

    Suka

  15. S.K.P berkata:

    Semoga AHM mendengar.

    Suka

  16. Harry Hidayat berkata:

    Turut berjalan Bro…Yahh begitulah motor era milenium kualitas & finishing jeblok….secara kejar tayang…klo banyak duit pengen beli Made in Eropa…Ducati, Aprilia, BMW, Hahahaha…yg sabar aja Bro..

    Suka

  17. aldy berkata:

    Sama kek nmax dibagian blok mesinnya gitu ada yg kasar pernah waktu nyuci jg memang kena jari memang gk separah itu sampe darahnya ngucur… diakui ato gak untuk finisihing yg kasat mata yamaha memang lbh baik ketimbang honda tp yg gak keliatan mata sama aja 11 12…

    Suka

  18. serem banget darahnya ngeri

    Suka

  19. Ping balik: Crankcase GSXR Retak? Jangan Panik Bray, Coba Simak Dulu Nih! | O to BORN

Silahkan Dikomentari

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s