Bye-Bye Pinky, Kita Hanya Berjodoh Selama 3 Tahun

Ndesoedisi.com-sebenarnya si Pinky Vario 125 sudah dijual beberapa hari yang lalu, tetapi karena kesibukan Nde sehingga baru dibuatkan artikelnya sekarang maklum lah namanya juga kuli menjelang akhir tahun dan tentu saja jadi suami siaga πŸ˜€ .

Vario 125 lawas

warna Si Pinky kembali ke semula yaitu RWB

Si Pinky Vario 125 sudah menemani keluarga Nde selama 3 tahun dan odometer tercatat 28ribu km (foto odometer terkahir malah kehapus πŸ˜† ). Meskipun awalnya ada sedikit rasa berat untuk melepas si Pinky, tetapi dengan pertimbangan tidak ada yang menggunakan & Nde membutuhkan dana untuk persiapan lahiran adiknya Aira, akhirnya si Pinky pun diikhlaskan untuk dijual.

odometer terakhir si Pinky sebelum dijual

odometer terakhir si Pinky sebelum dijual

Anggota keluarga Nde di Subang ada 5 orang yang masing-masing menggunakan motor sendiri-sendiri. Bapak mertua lebih memilih si Abah Astrea Grand 95 untuk kesawah, Ibu mertua lebih memilih Si Jamil Mio 2007 dibanding Vario karena lebih kecil, Nha sudah punya motor sendiri yaitu Honda Beat Pop, bundanya Aira menggunakan Scoopy baru dan Nde sendiri masih setia menggunakan SiΒ Nyoi Revo 110 sehingga praktis si Pinky tidak ada yang menggunakan.

Sebelum menjual si Pinky, Nde melakukan survey mengenai harga motor Vario second terlebih dahulu. Survei harga yang Nde lakukan bukan browsing di internet tetapi dengan cara bertanya ke bank perkreditan atau badan pembiayaan karena Nde tinggal didesa sehingga data dari internet bisa jadi tidak terlalu akurat.

Nde lalu bertanya ke bank perkreditan atau badan pembiayaan, pura-pura akan meminjam uang dengan BPKB Vario sebagai jaminan, dari situ diketahui bahwa Vario non CBS-ISS tahun 2013 milik Nde dihargai 7,5 juta rupiah, anggap saja harga jual ke konsumen lebih mahal, maka perkiraan harga si Pinky adalah 8-8,5 juta rupiah. Fyi harga motor bekas yang mainstream di daerah Purwakarta Subang Karawang dan sekitarnya memang bisa dibilang ancur karena konsumen rata-rata suka gonta-ganti kendaraan ketika muncul model yang baru.

Ternyata dugaan Nde benar, beberapa orang rata-rata menawar 8-8,5 Β juta rupiah, tetapi waktu itu si Pinky belum dilepas karena masih belum cocok harganya. Dan setelah menunggu beberapa saat akhirnya Si Pinky berjodoh dengan salah satu tetangga Nde yang mau membayar Pinky 8,75 juta.

Meskipun sudah dijual, sepertinya Nde dan keluarga masih tetap sering bertemu dengan si Pinky karena yang membeli si Pinky adalah tetangga yang rumahnya berjarak sekitar 150m dari rumah mertua Nde.

Selama 3 tahun menemani Nde sekeluarga, Si Pinky tetap dibiarkan dalam kondisi standar. Hanya filter udara yang diganti menggunakan Ferrox (review disini), ban depan-belakang menggunakan tubeless FDR Sport XR Evo yang dinaikkan satu tingkat, oli menggunakan PCMO Pertamina Fastron Techno 10w-40 (PFT Ijo), dan untuk coolant juga menggunakan produk Pertamina yaitu Pertacool (artikel disini).

Selama tiga tahun, Si Pinky juga tidak pernah menyusahkan Nde atau bundanya Aira, satu-satunya kejadian mogok adalah ketika si Pinky diisi Pertamax berwarna hijau, selebihnya tidak pernah ada masalah. Si Pinky justru kurang bersahabat dengan Nha yang sempat 2x kecelakaan karena jatuh. Perjalanan jauh yang dijadikan artikel adalah ketika mudik ke Cilacap tahun 2014 dan menghadiri acara kopdar akbar Dgujubar tahun 2015.

goresan pada bodi si Pinky Vario 125

goresan pada bodi si Pinky Vario 125, untung dilapisi stiker

Selain filter udara, sparepart yang sudah diganti adalah drive belt. Masalah lainnya adalah komstir sudah beberapa kali di stel, ketika terakhir di stel mekanik bengkel mengatakan kalo terasa lagi berarti harus diganti. Dan yang terkahir tentu saja masalah yang umum dialami oleh Vario yaitu suara klotok-klotok ketika idle karena slide piece roller sudah aus dan belum sempat diganti.

Itulah cerita tentang review 3 tahun sekaligus artikel perpisahan Si Pinky, baik-baik ya jangan usil bersama tuanmu yang baru.

Salam dari desa πŸ˜‰

Iklan

Tentang ndesoedisi

Rural's Automotive Story|Cerita Otomotif Dari Pedesaan
Pos ini dipublikasikan di Honda. Tandai permalink.

24 Balasan ke Bye-Bye Pinky, Kita Hanya Berjodoh Selama 3 Tahun

  1. Kobayogas berkata:

    Setelah kau puas memakaiku .. kau campakkan Aku begitu saja…kau begitu dingin!

    Suka

  2. kenthoet berkata:

    duuhh emane lek.. πŸ™„

    Suka

  3. klikenter27 berkata:

    tiga tahun kilometer baru 28 ribu, lumayan fresh, yang beli bejo banget… varioku juga tuh, tiga tahun kilometer belum seberapa, he3

    Suka

  4. handoyo25 berkata:

    Lho, emang kelahiran anak kedua gak ditanggung kantor?

    Suka

  5. motorideweb berkata:

    Jadi xmax mudah2an

    Suka

  6. gilaroda2ga berkata:

    Semoga berkah & bermanfaat…

    Suka

  7. kamera123.com berkata:

    semoga update ke xmax mas gan..

    Suka

  8. Ping balik: Di Purwakarta Plat Nomor Langsung Jadi Bareng STNK, Di Subang Tunggu 3 Bulan | Ndesoedisi

  9. Ping balik: Reuni Dengan Sang Mantan | Ndesoedisi

  10. Ping balik: Impresi Awal Suzuki Address 110 | Ndesoedisi

Silahkan Dikomentari

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s