Saat Ini Berjualan Premium Bagi SPBU Ternyata Kurang Menguntungkan

Ndesoedisi.com-akhir-akhir ini keberadaan BBM jenis Premium tampaknya semakin langka di beberapa daerah di Indonesia. Konsumen pun mulai banyak yang beralih ke Pertalite. Menurut berita dari berbagai media massa, akan didapat banyak sekali alasan yang membuat Premium menjadi langka di pasaran mulai dari kabar Premium akan dihapus & diganti oleh Pertalite sesuai regulasi standar EURO 4, pasokan Premium yang terlambat, sampai usaha untuk membatasi gerak mafia migas pun tidak ketinggalan.

ilustrasi Premium kosong

ilustrasi Premium kosong

Diluar berita-berita diatas, Nde sendiri penasaran dengan pendapat lain terutama dari para pelaku usaha di lapangan yaitu para pengelola SPBU. Untuk itu, Nde pun mencoba bertanya kepada pihak pengelola sebuah SPBU di Purwakarta mengenai hal tersebut. Ternyata bagi para pengelola SPBU saat ini berjualan Premium terbilang kurang menguntungkan, alasannya adalah sebagai berikut :

BBM jenis Premium memang sudah tidak disubsidi, tetapi harganya masih diatur oleh Pemerintah (sumber klik disini). Jatah distribusi Premium pun dikurangi sehingga kemungkinan kehabisan stok BBM akan semakin besar. Selain itu, aturan penjualan Premium pun diperketat seperti tidak boleh dijual ke pedagang bensin eceran dan Pertamini, kalau SPBU melanggar maka sanksinya jelas pasokan Premium akan distop. Kalau stok habis atau distop, SPBU mau jualan apa coba ? 😆

Sebaliknya Pertalite itu harganya diatur oleh badan usaha yang ditinjau ulang setiap 2 minggu sekali seperti Pertamax dan Dex, jatah distribusi bisa dibilang tidak dibatasi, penjualan juga bebas mau dijual kepada siapa saja termasuk Pertamini (baca artikel Nde berjudul Invasi Pertamini)

Secara nominal selisih keuntungan perliter antara Premium dengan Pertalite juga tidak terlalu besar, ditambah dengan resiko yang tadi Nde sebutkan maka wajar saja apabila SPBU menganggap bahwa menjual Pertalite lebih menguntungkan dibanding Premium.

Kesimpulan yang bisa Nde ambil adalah kedepannya BBM jenis Premium kemungkinan besar akan dihilangkan, tetapi Pemerintah & Pertamina tidak berani secara langsung menghapus Premium. Solusinya adalah mengurangi jatah distribusi dan memperketat aturan penjualan Premium sehingga pihak pengelola SPBU pun akhirnya lebih memilih menjual Pertalite dan konsumen pun berangsur-angsur pindah ke Pertalite. Bagaimana menurut sobat semua ?

Salam dari desa 😉

Iklan

Tentang ndesoedisi

Rural's Automotive Story|Cerita Otomotif Dari Pedesaan
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag , , , , . Tandai permalink.

10 Balasan ke Saat Ini Berjualan Premium Bagi SPBU Ternyata Kurang Menguntungkan

  1. techtonime berkata:

    ya bagus sih sebenarnya biar subsidinya bisa produktif nggak cuma dibakar pas macet aja…
    tapi kok rasanya isi pertamax sekarang udah nggak berasa eksklusif lagi ya… antriannya tambah banyak lagi…

    Suka

  2. RevvingRuby berkata:

    sekarang di tempat ane malah pertamax yg antre panjang serasa beli premium 😀

    Suka

Silahkan Dikomentari

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s