Jasmerah Produk Otomotif Nasional & Konspirasi Masalah Yang Dihadapi

Ndesoedisi.com-beberapa hari belakangan ini, ramai polemik tentang motor listrik GESITS yang seperti biasa akhirnya menimbulkan perdebatan bahkan ujung-ujungnya ada yang menyerempet ke masalah nasionalisme vs antek asing. Nde tidak akan ikut-ikutan berpolemik atau memanaskan suasana. Di artikel kali ini Nde akan mencoba memberikan sudut pandang yang sedikit berbeda tentang motor listrik nasional GESITS khususnya dan produk otomotif nasional lain pada umumnya. Untuk itu, cobalah tinggalkan dulu semua polemik tentang nasionalisme vs antek asing sebelum menyimak artikel wong ndeso berikut ini.

nasionalisme

sang saka Merah Putih

Juga lupakan dulu polemik tentang reliabilitas, kualitas, 3S, manajemen internal dan sebagainya, anggap saja semua faktor tersebut dalam kondisi ideal karena, pembahasan Nde akan difokuskan kepada faktor-faktor diluar faktor tersebut.

Karena kita sedang membicarakan tentang otomotif maka sebagai perbandingan Nde akan mulai dari bidang otomotif juga, dan seperti biasa bicara produk otomotif nasional maka Nde akan mengambil contoh produk Perkasa Texmaco. Alasannya, bukan karena Nde punya memori dengan PT. Texmaco, tetapi karena Nde menganggap bahwa Texmaco mempunyai infrastruktur lengkap sebagai modal kuat melawan hegemoni pabrikan lain bila dibandingkan dengan produk-produk nasional di bidang otomotif lainnya, seperti :

Gerbang Texmaco

Gerbang Texmaco

Bicara infrastruktur apakah mobil-mobil yang dianggap sebagai mobnas seperti Timor, mobil listrik seperti Kancil, bahkan yang terbaru yaitu mobil Esemka memiliki infrastruktur dari hulu hingga hilir selengkap Texmaco ? Nde rasa jawabannya tidak (mungkin tepatnya belum)

silahkan baca artikel berjudul Proton vs mobil Esemka dan pelajaran berharga dari mobnas Perkasa Texmaco

Dukungan dari Pemerintah ? Jawabannya masih tidak, meskipun motor yang dianggap produksi nasional seperti Kanzen, (Viar boleh lah dimasukkan) boleh jadi memiliki infrastruktur pendukung tetapi dukungan dari Pemerintah bisa dikatakan jauh lebih kecil dibandingkan dukungan jaman Orde Baru terhadap Texmaco.

Nama Texmaco bisa dikenal oleh masyarakat luas karena pada jaman itu kanal informasi masih dikendalikan oleh pemerintah, ada acara bernama “Laporan Khusus” yang berisi perjalanan Presiden Soeharto melakukan kunjungan ke berbagai tempat di Indonesia termasuk meresmikan berbagai proyek Pemerintah & Swasta. Hal ini menjadi keuntungan tersendiri dari segi marketing.

Jadi secara infrastruktur fisik & non fisik Texmaco bisa dibilang kuat. Tapi dengan infrastruktur dan dukungan sekuat itu, mengapa Texmaco bisa ambruk ? Inilah yang akan Nde bahas, dan inilah alasannya mengapa Nde diawal mengatakan agar melupakan polemik tentang reliabilitas, kualitas, 3S, manajemen internal dsb, karena apa ? Kalau hal itu dibahas, maka artikel Nde akan selesai disini, tanpa ada pembahasan faktor lain yang jauh lebih penting. Jadi gimana neh mau lanjut apa udahan aja ?

Nde lanjutkan aja ah, udah tanggung soalnya 😀 . Melihat bahwa Texmaco memiliki infrastruktur lengkap, produknya juga murah. FYI sekitar tahun 2000, harga satu unit truk Perkasa bertenaga 195 PS hanya berkisar di angka 135 juta rupiah, sedangkan produk sejenis dari negara Asia penguasa otomotif berkisar diangka 300 jutaan. Ditambah lagi adanya dukungan dari Pemerintah Indonesia tentu saja bisa menjadi ancaman serius bagi produk-produk dari negara lain yang sudah lebih dulu mengaspal di tanah air. Harga sie murah, kualitas ? Eits Nde sudah bilang… lupakan dulu bicara soal kualitas, 3S dan sejenisnya, sekarang sedang berbicara soal politik 😀

Ketika akan menerima bantuan dana dari IMF pasca krisis moneter 1997, Pemerintah Indonesia yang awalnya mendukung program mobil nasional akhirnya dipaksa untuk menandatangani syarat-syarat yang “konon” salah satunya adalah penutupan berbagai industri strategis nasional sebut saja IPTN, PT. PAL dan Texmaco. Tentu saja saat itu merupakan pilihan yang sulit.

Dan perlu diektahui juga bahwa waktu itu beredar isu ancaman pencabutan semua investasi negara Asia penguasa otomotif di negeri ini. Inget semua investasi loh ya bukan cuma satu atau dua pabrik yang akan tutup, tetapi semua pabrik yang berafiliasi dengan pabrikan dari negara tersebut tersebut akan ditutup. Dan kalau ancaman itu benar-benar dilaksanakan, maka akibatnya pun sangat luar biasa.

Ambil contoh sebuah perusahaan Otomotif di daerah Purwakarta-Karawang, memiliki afiliasi dengan perusahaan lain berupa supplier sekitar 40-50 perusahaan. Ini baru 1 perusahaan loh. Apabila 1 perusahaan tersebut mengundurkan diri, bisa dihitung ada berapa karyawan yang bakal kehilangan pekerjaan ? Ada berapa keluarga yang menderita? Dan jangan lupa juga bahwa masa-masa itu, bangsa Indonesia masih menyisakan kehancuran ekonomi akibat krisis moneter. Dalam kondisi seperti itu, orang-orang yang koar-koar sok idealis yang selalu bicara bahwa dirinya paling nasionalis pun Nde kira tak sanggup menanggung semua beban tersebut.

Setelah ancaman berupa pencabutan investasi, maka serangan selanjutnya adalah serangan yang akan melumpuhkan Texmaco agar tidak bisa bangkit lagi. Cara yang ditempuh adalah dengan membunuh modal. Ketika Pemerintah memilih untuk menerima bantuan dana dari IMF, maka secara otomatis juga berpengaruh terhadap kucuran dana kepada Texmaco. Kucuran dana sudah distop artinya tinggal satu langkah lagi yaitu dengan membunuh sumber modal yang lain yaitu dari bidang tekstil. Dan direntang tahun 2002-2003, pasar tekstil mengalami kelesuan yang mengakibatkan pendapatan Texmaco pun anjlok. Seiring dengan hilangnya dua sumber modal, Texmaco dengan segala kebesarannya pun terjatuh dan tak bisa bangkit lagi, sampai saat ini.

Sampai disini, sobat Nde pasti berpikir, ah ini kan cuma opini dari Nde saja, semua orang bisa ngomong konspirasi karena tidak ada buktinya, yang ada Texmaco itu bangkrut karena krisis moneter & jeleknya manajemen internal :D. Ya pendapat tersebut pun ada benarnya, dan artikel ini hanyalah sebuah artikel dari wong ndeso, tidak dipercaya pun tidak apa-apa, hanya saja ada yang bisa menjawab mengapa sampai saat ini tidak ada satu pun produk otomotif nasional yang bisa sukses di pasaran ? Untuk menjawabnya tentu saja silahkan sobat Nde mencari informasi bagaimana syarat-syarat yang diajukan oleh IMF ketika memberikan bantuan kepada Indonesia pasca krisis moneter tahun 1997. Semoga disana akan muncul jawabannya 🙂

Kembali ke permasalahan motor listrik Gesits, perjalanan PT. Garansindo untuk memasarkan GESITS sudah bisa dipastikan masih panjang dan hambatannya juga cukup besar. Nde rasa kurang bijak rasanya apabila PT. Garansindo sudah memulai perang dengan para produsen otomotif. Alasannya bukan masalah berani atau tidak berani, tetapi sudah siapkah infrastruktur pendukung apabila ternyata terjadi perang seperti pada kasus Texmaco ?

motor listrik Gesits

motor listrik GESITS

Menurut Nde daripada mengurusi hal-hal kecil tetapi menghabiskan energi seperti mengomentari ujicoba perilaku pengendara sepedamotor yang dilakukan oleh AISI, lebih baik waktunya digunakan untuk fokus kepada proyek pengembangan seperti Baterai yang saat ini sedang dijajaki oleh ITS, UGM dan UNS, meskipun diluar banyak suara miring tetapi biarkan saja seperti pepatah yang mengatakan bahwa biar anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu.

Nde pernah membuat sebuah artikel berjudul Otomotif adalah industri strategis harus ada campur tangan pemerintah. Dalam artikel tersebut, Nde beropini tentang perlunya industri nasional yang bebas embargo. Karena bicara tentang embargo bangsa Indonesia pasti sudah kenyang dengan kata tersebut.

Ambil contoh, komponen utama pada motor listrik terletak pada baterai dan motor penggerak. Untuk baterai sampai saat ini masih diimpor dari Jepang, jika PT. Garansindo memulai perang dengan salah satu produsen otomotif dari Jepang, kemudian ternyata Jepang melakukan embargo dan melarang penjualan bahan baku baterai ke Indonesia, maka bisa dipastikan bahwa pengembangan motor listrik GESITS akan mengalami hambatan. Memang bisa saja mengambil baterai dari negara lain misalnya China, tetapi jelas butuh waktu untuk kembali melakukan riset karena pasti ada perbedaan karakter produk.

Kalaupun nantinya semua infrastruktur pendukung motor listrik GESITS sudah mampu dibuat sendiri di Indonesia termasuk baterainya, bukan berarti jalan sudah mulus, karena musuh dari motor dan mobil listrik bukan hanya industri otomotif, tetapi juga industri migas yang berhubungan erat dengan otomotif. Dan seperti kata Mang Kobay disini, bukan rahasia apabila ada Mafia Migas yang mengendalikan migas diseluruh dunia termasuk di Indonesia. Itulah sebabnya mengapa hambatan pengembangan motor atau mobil listrik masih sangat besar, bahkan dinegara maju sekalipun populasi motor & mobil listrik belum bisa menyamai motor & mobil yang menggunakan bahan bakar fosil.

Akhir kata, Nde membuat artikel ini bukan karena sok tahu atau sok menasehati, tetapi karena karena teringat pesan dari Bung Karno yang mengatakan :

JASMERAH atau jangan sekali-kali meninggalkan sejarah

Dan Nde pun paham bahwa sekelam apapun cerita sejarah, dan meskipun ada yang mengatakan bahwa sejarah ditulis oleh para pemenang, sejarah tetaplah mengandung pelajaran yang sangat berharga, dan yang pasti sejarah bukan hanya sekedar susunan kalimat dibuku pelajaran yang harus dihapalkan karena mau ujian. Sebagai penutup, ayo dukung pengembangan Gesits, motor listrik produksi Nasional agar tidak bernasib seperti para pendahulunya, kalau bukan oleh kita siapa lagi ?

salam dari desa 😉

Iklan

Tentang ndesoedisi

Rural's Automotive Story|Cerita Otomotif Dari Pedesaan
Pos ini dipublikasikan di Nasionalisme, oto dan tag , , , , , . Tandai permalink.

20 Balasan ke Jasmerah Produk Otomotif Nasional & Konspirasi Masalah Yang Dihadapi

  1. mbah_anom berkata:

    komenan saya ilang -_-

    Suka

  2. Mirza berkata:

    Saya sebagai lulusan smk texmaco juga sedih….Pdhl udah canggih bgt tu pabrik tp malah dibunuh untuk kepentingan luar.

    Suka

  3. Asep Juga berkata:

    Ndeso sang profesor…. Dalem dan sangat mudah dipahami….. Sy jg berfikir bgt, ada yg menghambat terlahirnya mobil /motor nasional…..

    Suka

  4. iwan beneran berkata:

    korupsi lancar gak ada hukuman dor untuk koruptor, hutang makin banyak, gimana bisa merdeka.

    Suka

  5. galakxi berkata:

    kacau balau..

    Ajaib..Buah ini bisa membuat rasa super asam menjadi manis.https://galakxi.wordpress.com/2016/09/14/ini-buah-yang-bisa-membuat-asam-jadi-manis

    Suka

  6. Riderismo berkata:

    Kenapa ujung2nya lari ke pemerintah? Bukannya tugas pemerintah hanya memberikan dukungan dari sisi aturan? Sementara sisanya perusahaan yg harus mengusahakan

    http://riderismo.blogspot.com/2016/09/ribut-ribut-uji-coba-motor-listrik.html

    Suka

  7. yusuf berkata:

    Luar biasa mang pemikirannya

    Suka

  8. handoyo25 berkata:

    “…… syarat-syarat yang “konon” salah satunya adalah penutupan berbagai industri strategis nasional….”
    Yg disyaratkan IMF saat itu adalah menghentikan segala bentuk intervensi pemerintah thd segala proyek industri strategis, jadi bukan memaksa utk menutup perusahaannya.

    Anyway, kalau Texmaco dekat dg penguasa itu lumrah sbg strategi mengamankan bisnis, tapi kalo ternyata ikut menerima kucuran dana (sbg modal?) ini yg saya baru tahu.
    Biasanya badan usaha swasta hanya dapat semacam insentif atau bantuan dari sisi regulasi (aturan hukum), dan nggak sampe terima dana

    Suka

    • ndesoedisi berkata:

      memang tidak ada paksaan untuk menutup, tetapi kebijakan peraturan akan memaksa perusahaan untuk tutup secara perlahan… dan ternyata waktu pun membuktikan bahwa hanya perusahaan yang “tanpa saingan secara langsung” yang bisa hidup kembali seperti PT. DI dan PT. PAL, kalo kucuran dana yang saya maksud adalah bantuan berupa kredit usaha, semakin dekat dengan penguasa, semakin mudah mendapatkan kredit untuk modal usaha 🙂

      Suka

  9. moto4ride berkata:

    ini yang petingginya bunuh diri itu mang ?

    Suka

Silahkan Dikomentari

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s