Otak-Atik gathuk (65) Displacement To Top Speed Ratio Rahasia Dibalik Larisnya Honda Beat

Ndesoedisi.com-artikel “Otak-Atik Gathuk” adalah artikel yang berisi analisa suatu permasalahan dengan menggunakan prinsip mencocokkan segala sesuatu (otak-atik) agar terlihat saling berhubungan (gathuk). Artikel OAG ini merupakan salah satu bentuk humor otomotif. Sebagai sumber rujukan digunakanlah wangsit yang didapat oleh Mbah Mbuh Sapa. Oleh sebab itu, apabila ada nama, tempat, waktu atau kejadian yang sama merupakan ketidaksengajaan yang dibuat secara sengaja yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya😆

Honda Beat adalah motor yang laris bak kacang goreng. Metik entri level Honda ini dalam sebulan bisa terdistribusi lebih dari seratus ribu unit per bulan. Nah karena penasaran mengapa Honda Beat bisa sangat laris, maka Nde sengaja menemui Mbah Mbuh Sapa yang belakangan ini sangat susah untuk ditemui. Penasaran dengan penjelasan Mbah Mbuh Sapa mengenai hal tersebut ? Mari kita pelototi bersama-sama 😆

ilustrasi Honda Beat

ilustrasi Honda Beat

Nde : Mbah tau ga kenapa Honda Beat kok bisa laris banget ? Padahal ya secara fitur itu sebenarnya ga jauh beda sama metik-metik sekelas buatan kompetitornya ?

MMS : Ya pasti tau lah 😎

Nde : kenapa itu Mbah ?

MMS : jadi… selama ini orang hanya melihat fitur Honda Beat secara kasat mata, hanya membandingkan fitur-fitur yang kelihatan saja, padahal ada sebuah rahasia keunggulan Honda Beat yang jarang diketahui oleh orang banyak

Nde : wah, boleh dong dikasih bocorannya Mbah 😀

MMS : ga mau ah, takut dituntut, nanti Mbah dipidana gara-gara membocorkan rahasia perusahaan

Nde : lah, masa Mbah Mbuh Sapa takut ?

MMS : Mbah bukannya takut tapi ga enak aja, masa rahasia perusahaan kok dibocorkan

Nde : udah gapapa Mbah, tenang aja

MMS : beneran gapapa ?

Nde : beneran lah 😆

MMS : ok lah kalo gitu

Nde : nah gitu dong Mbah 😀

MMS: jadi Honda Beat itu memenuhi apa yang disebut dengan istilah displacement to top speed ratio atau rasio antara kubikasi dengan top speed.

Nde : wah baru denger ada istilah displacement to top speed ratio, biasanya yang sering denger itu power to weight ratio 😆

MMS : nah makanya kan Mbah bilang ini rahasia, karena tidak semua orang tau 😆

Nde : terus maksudnya gimana mbah ? Hubungan antara kubikasi dengan top speed ?

MMS : jadi gini, bagi sebagian orang awam, termasuk Mbah waktu kecil itu percaya bahwa kubikasi itu berbanding lurus dengan top speed, misalnya Honda Tiger 2000 itu kubikasi 200cc, dipercaya mempunyai top speed 200 km/jam.

Nde : oh kalo itu, saya juga pernah denger Mbah, terus apa hubungannya sama Honda Beat ?

MMS : jadi Honda Beat itu benar-benar menggunakan konsep displacement to top speed ratio karena mempunyai Honda Beat mempunyai kubikasi 108 cc (atau dianggap 110cc) dan top speed Honda Beat standar pun dikisaran 108-110 km/jam on speedo. Itu kan berarti secara displacement to top speed ratio itu pas, kubikasi 108cc, top speed juga 108 km/jam.

Beda dengan motor lain misalnya Sonic 150 R kan kubikasinya 148,2cc (150cc) tapi top speednya ga sampai 150 km/jam. Makanya pembeli Sonic atau motor yang lain juga ga sebanyak pembeli Honda Beat. Apalagi kalau dibandingkan dengan moge, moge dengan displacement diatas 500cc kan ga ada yang top speednya mencapai 500km/jam, makanya cuma sedikit orang yang bisa beli moge 😆

Nde : ah Mbah ngarang ya ?

MMS : loh engga ngarang, sebenarnya motor-motor jaman dulu yang dijual di Indonesia sudah mempunyai konsep displacement to power ratio yang bagus bahkan bisa lebih, contohnya RX King itu kubikasi 135cc top speed bisa lebih dari 135 km/jam, terus motor-motor 2-tak yang berkubikasi 150cc juga bisa mempunyai top speed lebih dari 150 km/jam, bahkan bebek-bebek 2-tak dengan kubikasi 110cc pun bisa mempunyai top speed lebih dari 110 km/jam. Coba saja seandainya motor-motor itu diproduksi lagi pasti akan laku 😆

Nde : asem ternyata kena kibul Mbah Mbuh Sapa lagi, ternyata yang namanya Otak-Atik Gathuk (OAG) itu masih tetep sama, jadi…

Tidak percaya syukur, kalo percaya malah takut menjadi musyrik :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen:

Artikel Otak-Atik Gatuk yang lain bisa dilihat disini

ket : ide OAG kali ini berasal dari pembahasan tentang perbandingan value antara motor 250 cc dengan 150 cc di grup Whatsapp D’gujubar 🙂

salam dari desa 😉

 

Iklan

Tentang ndesoedisi

Rural's Automotive Story|Cerita Otomotif Dari Pedesaan
Pos ini dipublikasikan di Otak-Atik Gathuk dan tag , , , . Tandai permalink.

20 Balasan ke Otak-Atik gathuk (65) Displacement To Top Speed Ratio Rahasia Dibalik Larisnya Honda Beat

  1. gilaroda2ga berkata:

    Warisan dogmatis 2tak…jusss!

    Suka

  2. Mochamad Zainal Abidin berkata:

    Artikel apa ini

    Suka

  3. Rocketroll berkata:

    Haha ada2 saja…
    Tp bnern ya liat beat itu wuzz2..
    Udh ringan bertenaga saat akselerasi, tp ttp yg nma’y matic ngeden d tanjakan yg lmayn tinggi, pa lg boncengan 😁

    Suka

  4. handoyo25 berkata:

    Setelah membaca artikel ini, disinyalir para calon pembeli N250Fi dan R25 (bahkan termasuk CBR250RR yg masih diawang-awang) semua pada “membatalkan” niatnya utk meminang idaman mereka tsb

    Suka

  5. fari.fairis berkata:

    nggggg… hubungannya 2tak sama beat nya sebelah mana yak? 😀
    #berpikirkerass

    Suka

  6. mbah_anom berkata:

    wahhhhhhh masuk akal :v gagal gagal :v

    Suka

  7. goozir berkata:

    kiye ana an bae tapi mandan cocok koh..

    Yamaha NMAX 250CC ditunggu eksistensinya >>goozir.com

    Suka

  8. warungasep berkata:

    wow, RC213V topspeednya pasti bisa 1000km/jam ckckckckc

    Suka

Silahkan Dikomentari

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s