Hayo Ngaku, Siapa Yang Canggung Naik Motor Bebek ?

Ndesoedisi.com-anggap saja sebuah artikel ringan berikut ini sebagai permulaan untuk memulai lagi aktivitas ngeblog ๐Ÿ˜€

Dari pembicaraan Nde dengan beberapa rekan blogger yang sehari-harinya bukan pengguna motor bebek, Nde menemukan fakta yang cukup menarik sehingga akhirnya Nde pun tertarik untuk membuat artikel tentang motor bebek ini.

Motor bebek murni/konvensional (bukan bebek sport) saat ini bisa dibilang dipandang sebelah mata baik oleh produsen maupun konsumen sepeda motor.ย Hal tersebut disebabkan oleh market share motor bebek yang sudah tergerus oleh metik dan bebek sport. Bukti nyataย bisa diihat dengan mulai berkurangnya populasi pengguna motor bebek di jalanan.

Revo 110 karbu

ilustrasi motor bebek

Mungkin ada diantara sobat Nde yang berpikir bahwa Nde itu mengada-ada, bukankah secara logika kalau sudah jago membawa motor batangan dengan kopling manual, pasti lancar membawa motor bebek.ย Pemikiran seperti itu memang benar jika melihat kondisi beberapa tahun yang lalu, ketika metik masih belum merajai permotoran di negara kita. Tetapi saat ini, situasinya bisa berbeda ๐Ÿ˜€ .

Remaja jaman sekarang bisa jadi malah belum pernah menggunakan motor bebek sama sekali karena umumnya belajar dengan metik kemudian cenderung naik level ke bebek sport atau motor batangan, atau bisa juga sejak pertama sudah belajar menggunakan bebek sport atau motor batangan sehingga jarang naik motor bebek.

Terus mengapa Nde mengatakan bahwa orang yang jarang menggunakan motor bebek merasa canggung ? Ada dua alasan yang menurut Nde bisa dijadikan alasan bahwa pengguna motor sport dan metik akan canggung ketika mengendarai motor bebek konvensional yaitu :

  • Kebiasaan

Pada dasarnya manusia itu bisa lancar mengerjakan sesuatu karena kebiasaan. Motor bebek konvensional (bukan bebek sport) mempunyai pola perpindahan gigi yang berbeda dengan sport, dimana pola perpindahan giginya adalah searah, atau lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar berikut ini :

pola perpindahan gigi motor

pola perpindahan gigi motor (pic: cepatbisa.com)

Bagi orang-orang yang terbiasa menggunakan motor dengan sistem transmisi motor kopling manual dan sudah lama tidak menggunakan motor bebek tentu saja harus sedikit beradaptasi dengan pola perpindahan gigi tersebut sebab pola perpindahan gigi antara motor bebek dengan motor sport itu berkebalikan.

Waktu kuliah Nde pernah punya teman yang jarang sekali naik motor bebek karena dirumahnya memang tidak memiliki motor bebek. Dia pun terang-terangan mengaku sangat canggung jika menggunakan motor bebek dan lebih suka dibonceng ketika naik motor bebek.

Nde rasa blogger-blogger papan atas pun banyak yang merasa canggung untuk mengendarai motor bebek karena kebiasaan membawa moge, motor batangan dan metik. Kalau tidak percaya, coba saja tanyain langsung ke orangnya ย ๐Ÿ˜†

Berbeda dengan pengguna motor sport, orang yang sejak pertama belajar menggunakan metik, bisa jadi malah tidak bisa mengendarai motor bebek dengan lancar karena untuk mengendarai motor bebek tidak lah semudah mengendarai metik.

Perbedaan yang paling mencolok antara motor bebek dengan metik selain proses perpindahan gigi adalah pada rem dimana motor bebek menggunakan sistem pengoperasian rem belakang di kaki kanan yang jelas berbeda dengan metik yang berada di tangan kiri ๐Ÿ˜€

Yang paling sering terjadi adalah pengguna metik lupa menurunkan gigi di beberapa kondisi seperti mau menyalip atau kondisi mau jalan lagi setelah mengerem atau berhenti. Contohnya ga usah jauh-jauh Bunda Aira karena kebiasaan naik Vario menjadi sering lupa menurunkan gigi ketika akan memasuki gerbang rumah setelah berhenti atau melintasi polisi tidur. Hasilnya tentu saja motor menjadi ngeden ๐Ÿ˜† .

Tangan kiri pengguna motor bebek justru bisa dibilang bebas karena hanya memegang handle setang, sedangkan pada pengguna metik tangan kiri bertugas menarik tuas rem belakang dan pada motor sport bertugas untuk menarik tuas kopling.

  • Ergonomi

Ergonomi juga menjadi salah satu alasan beberapa pengguna motor sport canggung naik motor bebek. Salah satunya pernah diutarakan oleh Mang Jejen macantua yang mengatakan bahwa menikung menggunakan motor bebek baik bebek konvensional maupun bebek sport rasanya berbeda. Ketika naik motor batangan posisi paha mengapit tangki sedangkan pada motor bebek maupun ayago posisi tangki bbm ada dibawah jokย  ๐Ÿ˜€

Sedangkan perbedaan antara metik adalah di bagian dek. Posisi kaki pengguna metik bisa lebih rileks & bebas karena tinggal ditumpangkan di dek, sedangkan kaki pengguna motor bebek berada di footstep dengan tugasnya masing-masing yaitu kaki kiri untuk memindahkan gigi, sedangkan kaki kanan untuk mengerem.

Itulah dua alasan yang menyebabkan pengguna motor sport dan metik akan merasa canggung untuk mengendarai motor bebek konvensional karena tidak terbiasa. Seiring dengan berkembangnya populasi metik, motor sport & bebek sport kedepannya populasi motor bebek konvensional akan semakin langka, dan bisa jadi suatu saat orang akan lupa bagaimana rasanya mengendarai motor bebek atau skill mengendarai motor bebek akan menjadi skill yang langka ๐Ÿ˜†

Jadi ayo ngaku… siapa yang canggung mengendarai motor bebek ? ๐Ÿ˜†

Salam dari desa ๐Ÿ˜‰

Iklan

Tentang ndesoedisi

Rural's Automotive Story|Cerita Otomotif Dari Pedesaan
Pos ini dipublikasikan di opini dan tag , , , . Tandai permalink.

34 Balasan ke Hayo Ngaku, Siapa Yang Canggung Naik Motor Bebek ?

  1. Menyusuri Jalan berkata:

    Termasuk yang punya warung…. MSX…. hehehehehehe

    โ€”โ€”โ€”โ€”โ€”โ€”โ€”โ€”โ€”โ€”โ€”โ€”โ€“
    Gallery Honda Modif Contest Seri Cirebon hari pertama.
    https://menyusurijalan.com/2016/05/14/honda-modif-contest-seri-cirebon-seru-banget-ayo-merapat-bro-n-sis/

    Suka

  2. motomazine berkata:

    Sepertinya tingkat kecerdasan berperan besar untuk kagok tidaknya om.. ๐Ÿ˜†
    https://motomazine.com/2016/05/14/akhirnya-variem-ikutan-nenggak-oli-diesel/

    Suka

  3. Rocketroll berkata:

    Dulu belajar motor pake Bebek Astrea Grand 80cc. Saat punya motor sendiri pke matic.
    Pas minjem bebek babeh supra x 100 emang terasa canggung baik oper gigi & ergonomi.
    Tp lain cerita skrg nyempak motor batangan trus minjem bebek babeh supra x 125.
    Canggung’y cuman di ergonomi doang ๐Ÿ˜

    Suka

  4. zuroichi berkata:

    Mampir mang nde..kopine

    Suka

  5. Mas Sayur berkata:

    Saya dari awal belajar naik motor ya pakai motor bebek,jadi sudah nggak canggung lagi… asli bebeker ๐Ÿ™‚

    Suka

  6. robby berkata:

    kebiasaan aja, kalo aku sih udah ga canggung karena hariannya bawa vixion dan f1zr secara giliran, tapi sumpah belum pernah punya matic, gimana rasanya ya bawa matic??

    Suka

  7. kodokijo berkata:

    Kalo udah lama kaga pake sih emang iya bakal canggung, tp bentaran doang sih, krn kl udah bbrp kali bawa ntar otomatis biasa. Yg bikin kaga nyaman itu di setang bagian kiri gak ada tuasnya, hahaha… di skutik ada tuas rem blkg dan di sport ada tuas kopling. Tgn kiri nganggur kaga megang apa2 bagi saya itu gak enak aja, krn jari2 kiri dan kanan saya terbiasa standby di tuas.

    Suka

  8. Elang berkata:

    Bersyukur harian selalu pake motor bebek (super) jadi mudah beradaptasi ke matic maupun moge sekalipun ๐Ÿ˜€

    Suka

  9. Tufiddin berkata:

    Saya juga canggung.. sudah 1 tahun lebih gak pakai bebek… tangan kirinya itu lhoh.. jadi nganggur hehe

    Suka

  10. andri berkata:

    pertama belajar pakai motor bebek, tapi yg tuas persnelingnya bagian depan model karet jadi bisa diangkat pakai ujung kaki (bebek Suzuki RC100 dan bebek Yamaha entah lupa tipenya), kemudian langsung ganti GL series dan RZ-R, jadi gak pernah naik bebek lagi.
    setelah bertahun-tahun naik motor kopling akhirnya terpaksa naik bebek lagi (pinjam punya saudara), jadinya malah kagok gak karuan, terutama di bagian persneling (ngopernya harus injak depan belakang, gak bisa diangkat pakai ujung kaki, walhasil kaki pegel karena musti maju mundur) dan tuas kopling (terasa aneh harus oper gigi dan start/stop tanpa tarik kopling).
    langsung kapok naik bebek.
    makanya dari dulu sampai sekarang suka heran kenapa banyak orang Indonesia yg suka naik motor bebek.
    untung sekarang trendnya sudah mulai bergeser ke motor matic, jadi tidak perlu kagok lagi.
    kalau mau oper-oper persneling, naik motor berkopling manual,
    kalau mau santai, ya naik matic.

    Suka

  11. indut berkata:

    saya terbiasa pakai bebek & sport, jd nda masalah.
    tapi naik matic jd masalah, terasa kurang menyatu dengan motor, posisi kaki di dek sepertinya tidak bisa menjadi penahan body saya saat melakukan penereman, terutama pd kecepatan diatas 70 km/h.
    kebetulan matic yg saya coba cukup besar tenaganya, tapi rasa tidak menyatu dengan motor itu bikin takut untuk narik gas, kalau hanya jalan komuter dengan kecepAtan dibawah 70km/j , masih terasa normal . maka nya belum minat pakai mAtic untuk perjalanAn yg butuh cepat.
    tapi jujur lihat nmax , mulai tertarik, sayAngnya belum bisa pinjam untuk tes ride.

    Suka

  12. f3r1 berkata:

    klo saya dulu pertama kali mengendarai motor bukan belajar pake vespa langsung jos lancar,trus ganti ake grand bapuk ikut2an cornering kaya GP eh dlosor keluar jalur mau hantam pohon….haaaaaa…alhamdulilah slamet…sekarang mah ngeri ngeri sedep bawa motor kenceng,…tau sendiri jalanan sekarang banyak ALAYer ama emak yg bawa motor asalan..

    Suka

  13. opanowski berkata:

    wado, w bnget tuh…hahaha

    Suka

  14. Ping balik: Supra GTR 150, Di Mata Seorang Pemula | Ndesoedisi

  15. Sigit Shandi berkata:

    saya sendiri biasa pakai tiga2nya,sob.motor saya sport,punya bapak bebek,punya mbak saya metik.bahkan kadang satu hari pakai ketiga motor iti secara gonta ganti.

    Suka

  16. IWAN MAROS MAKASSAR berkata:

    Kalau saya bebek dan motor kopling ok lah. bebek paling ok habis itu yang di pake harian. matic yang rasanya kurang pas buat saya, itu loh sensasi akselerasi mendadak cepat kalau naikin gigi di bebek apalagi kalau tuas perpindahan gigi ditindis pol ke bawah atau tindis setengah jadi bisa di dobel-dobel puntir gasnya, gak bisa berasa kalau di metik walau faktanya kalau adu akselerasi, walau cc sama, selalu metic lebih duluan ngacir habis gak pake jedah untuk naikin gigi. namun untuk beat kluaran awal sdikit agak beda. tarikannya agak ngejambak menurut saya metic karbu itu.

    Suka

Silahkan Dikomentari

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s