4 Tahun Bersama Si Nyoi R11-ABS

Ndesoedisi.com-apa kabar sobat semua ? Semoga dalam keadaan sehat semua..amiin. Setelah seminggu lebih disibukkan dengan berbagai kegiatan, akhirnya Nde bisa kembali mengisi blog sederhana ini. Untuk memulainya Nde buatkan sebuah artikel ringan tentang Honda Absolute Revo 110 yang pada hari ini genap berusia 4 tahun menemani Nde sekeluarga.

Si Nyoi R11-ABS adalah motor pengganti Si Abah Astrea Grand 95, yang pernah Nde buat artikelย Memori Pengabdian Si Abah (3) Akhirnya Si Abah Pensiun.ย 4 tahun adalah waktu yang relatif, bisa disebut lama, bisa disebut sebentar tergantung dari sudut pandang masing-masing ๐Ÿ˜€

Revo 110 karbu

Si Nyoi R11-ABS ๐Ÿ˜†

Berbicara pengalaman selama 4 tahun tentu saja cukup banyak ceritanya & sebagian lagi juga Nde sudah lupa ๐Ÿ˜€ . Yang jelas karena Si Nyoi R11-ABS ini adalah kendaraan yang digunakan untuk beraktivitas mencari nafkah maka kendaraan dibiarkan apa adanyaย sesuai standar. Beberapa pengalaman yang masih Nde ingat adalah sebagai berikut :

  • Spion Absolute Revo 110 mempunyai penyakit bawaan yaitu lepasnya lempengan besi didalam spion dan menimbulkan bunyi klotok-klotok sampai akhirnya kaca spion pecah. Sebagai gantinya Nde menggunakan spion merk Aspira, memang lebih awet tetapi sayangnya susah mencari spion yang bertangkai panjang.
  • Seperti motor Honda lainnya, setelah pemakaian beberapa waktu akan timbul bonus berupa irama perkusi, alias bunyi plastik bodi yang renggang :D. Solusinya adalah dengan mengganjal baud dengan karet ๐Ÿ˜†
spion diganjal karet untuk mengurangi bunyi irama perkusi :D

spion diganjal karet untuk mengurangi bunyi irama perkusi ๐Ÿ˜€

  • Absolute Revo 110 mempunyai garansi mesin selama 3 tahun atau 30.000 km. Memang selama ini mesin tidak ada masalah, hanya speeedometer rusak setelah odometer mencapai 30.159 km ketika motor berumur 1,5 tahun. Waktu itu sudah pernah ganti kabel & piringannya, tetapi ternyata masalahnya ada pada sambungan di speedometer yang karatan sehingga speedometer macet. Meskipun sudah disemprot dengan cairan WD tetapi tetap macet, akhirnya dibiarkan saja sampai sekarang ๐Ÿ˜€
odometer mati di

odometer mati di 30.159 km

  • Busi adalah sparepart yang paling awet, karena belum pernah ganti sama sekali sejak pertama Si Nyoi R-11 ABS dibeli ๐Ÿ˜ฏ bahkan sampai busi cadangan yang Nde beli ketika motor mencapai 20.000 km hilang karena lupa dimana menyimpannya ๐Ÿ˜†
  • Kampas rem depan adalah sparepart yang paling sering diganti. Kampas rem ori seharga Rp. 45.000,- mampu bertahan selama 10 bulan, kampas rem KW seharga Rp. 15.000,- hanya mampu bertahan selama 2-3 bulan, sedangkan kampas rem KW seharga Rp. 25.000,- hanya mampu bertahan 4-5 bulan saja. Penyebabnya adalah gaya berkendara Nde yang porsi menggunakan rem depan lebih banyak dibanding rem belakang. Sedangkan kampas rem belakang lumayan awet. Dan baru ganti satu kali sekitar setahun yang lalu ๐Ÿ˜€
  • Rantai sudah 3 kali diganti, 2 kali menggunakan merk Indopart, dan yang terakhir menggunakan gearset merk NPP yang artikelnya baru Nde posting beberapa hari yang lalu.
  • Di sektor mesin belum ada pergantian sparepart, hanya saja saat ini rantai kamrat sudah waktunya diganti ๐Ÿ˜€
  • Soal oli bagaimana ? Awalnya Nde menggunakan oli MPX 1 sesuai anjuran (atau lebih tepatnya sampai gratisan habis ๐Ÿ˜† ), setelah itu ganti Pertamina Enduro Racing,ย ganti lagi Shell Advance AX 5, dan selama 10 bulan terakhir ini menggunakan oli HDEO Meditran SX.

Sebenarnya, Nde sedikit underestimate ketika akan membeli Honda Absolute Revo 110 ini, ya maklum saja karena waktu itu Nde kan tahun 2012 bakar-bakaran di blog otomotif roda dua juga sudah cukup ramai. Dan komentar miring para fansboy tentang Honda Absolute revo juga cukup membuat panas dingin ๐Ÿ˜† , ย maklum saja waktu itu Nde hanyalah silent reader di blog-blog otomotif sehingga belum begitu paham dengan fenomena para fansboy.

Salah satu hal yang menganggu pikiran Nde waktu itu adalah ketahanan mesin, dan waktu itu Nde sebenarnya lebih memilih Honda Supra X 125 yang memang terkenal lebih bandel, tetapi karena waktu itu dana tidak mencukupi (maklum kerja serabutan ๐Ÿ˜ฅ ) ya akhirnya harus pasrah dengan pilihan Honda Absolute Revo 110 spoke wheel.ย Tetapi seiring dengan berjalannya waktu, waktu selama 4 tahun membuktikan bahwa semua kekhawatiran Nde tentang mesin NF110 tersebut tidak terbukti.

Kini, pengguna motor jenis cub atau bebek memang semakin berkurang karena terdesak oleh matik yang lebih praktis dan ayago atau bebek super yang lebih bertenaga. Motor-motor baru juga keluar dalam waktu yang relatif cepat, tetapi Nde pribadi masih senang menggunakan motor ini, ya mungkin karena ini adalah motor pertama yang bisa Nde beli dari hasil keringat sendiri.

Entah kapanย Si Nyoi R11-ABS akan dipensiunkan, biarlah waktu yang akan menjawabnya..

salam dari desa ๐Ÿ˜‰

Baca juga artikel lainnya ya..

Iklan

Tentang ndesoedisi

Rural's Automotive Story|Cerita Otomotif Dari Pedesaan
Pos ini dipublikasikan di Honda dan tag , , , , , . Tandai permalink.

51 Balasan ke 4 Tahun Bersama Si Nyoi R11-ABS

  1. ardiantoyugo berkata:

    aku pake kakaknya, revo 100… irit, biaya perawatan murah meriah… pernah macet sekali gara gara kerak di piston udah ngumpul banyak… :mrgreen:

    Suka

  2. lamik gemini berkata:

    bantingan shock nya gimana kang?

    Suka

  3. andhi_125 berkata:

    khas bebek sayap, ada musik perkusi seiring waktu ๐Ÿ˜†

    Suka

  4. Bonsai Biker berkata:

    mangstabf
    .
    .
    .
    .
    .
    Aihihih, oot gan, tega nian nih vidio, CBR 150 Efek-kah?

    http://bonsaibiker.com/2016/02/18/tega-nih-vidio-cewek-orang-main-samber-efek-cbr/

    Suka

  5. tiyawann berkata:

    Dari desain lebih suka revo 100 ๐Ÿ˜€

    yang ini kalem desainnya wkk

    Suka

  6. Supra 2002 ku Awet rajet berkata:

    Ciri khas revo 110 itu pada batok lampu yg entah Knapa bs mengelupas dan menghasilkan dua bahkan tiga warna. Soal speedometer itu repotnya kl kabel speedo di ban. Supra saya 14 taun udah 4 kali ganti speedo. Ngehajar lobang aja bs bikin kabel (yg dari kawat) patah didalam dan ngerangsek mesin speedonya ampe rusak. Sementara kharisma bapak saya taun 2003 blom pernah ganti speedo, cm lampunya aja yg putus. Kl malem gelap bgt tu speedo.

    Suka

  7. Ping balik: Si Pinky Yang Tidak (Lagi) Berwarna Pink | Ndesoedisi

  8. Ping balik: Review Honda Beat POP Di Daerah Perbukitan | Ndesoedisi

  9. Ping balik: Ingat Semua Nopol Kendaraan Kantor Tapi Lupa Nopol Kendaraan Sendiri Hahahahaaa | Ndesoedisi

  10. Ping balik: Impresi Tinggi 155 cm Naik Supra GTR150 | Ndesoedisi

  11. Ping balik: Review 1 Tahun Penggunaan HDEO Meditran SX Di Honda Absolute Revo | Ndesoedisi

  12. Ping balik: Bayangan Sekejap Itu Mencegah Terjadinya Kecelakaan | Ndesoedisi

  13. Ping balik: Bye-Bye Pinky, Kita Hanya Berjodoh Selama 3 Tahun | Ndesoedisi

  14. Ping balik: 5 Tahun Bersama Si Nyoi Honda Absolute Revo 110 | Ndesoedisi

Silahkan Dikomentari

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s