Otak-Atik Gathuk (61) Otonomi daerah Otomotif

Artikel “Otak-Atik Gathuk” adalah artikel yang berisi analisa suatu permasalahan dengan menggunakan prinsip mencocokkan segala sesuatu (otak-atik) agar terlihat saling berhubungan (gathuk). Artikel OAG ini merupakan salah satu bentuk humor otomotif. Sebagai sumber rujukan digunakanlah wangsit yang didapat oleh Mbah Mbuh Sapa. Oleh sebab itu, apabila ada nama, tempat, waktu atau kejadian yang sama merupakan ketidaksengajaan yang dibuat secara sengaja yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya 😎

Munculnya mesin berkarakter nearsquare yang dianggap sebagai titik tengah antara mesin overbore dengan overstroke ternyata menambah panjang materi perdebatan antar fansboy meskipun ketiga jenis mesin tersebut mempunyai kelemahan & keunggulan masing-masing.

ilustrasi mesin (pic: google)

ilustrasi mesin (pic: google)

Nah ternyata Mbah Mbuh Sapa mempunyai pandangan tersendiri mengenai hal tersebut. Seperti apakah pandangan Mbah Mbuh Sapa mengenai mesin tersebut ? Mari kita pelototi bersama-sama 😆

Nde : Mbah, saat ini kan masih ramai dibahas mengenai mesin dengan karakter overstroke, overbore dan nearsquare. Meskipun masing-masing punya karakter & keunggulan masing-masing, tapi para fansboy tersebut masih saja memperdebatkan hal tersebut. Nah menurut Mbah, bagaimana langkah yang diambil oleh ATPM menyikapi hal tersebut ?

MMS : jadi harusnya pabrikan itu menjalankan apa yang disebut dengan otonomi daerah otomotif.

Nde : apa itu Mbah ? kalau otonomi daerah biasa sudah tahu, tapi kalau otonomi daerah otomotif, itu saya baru denger Mbah..

MMS : otonomi daerah otomotif itu ya pada prinsipnya sama seperti otonomi daerah. Jadi pabrikan memasarkan motor berdasarkan kondisi geografis masing-masing daerah.

Nde : bisa lebih diperjelas Mbah ?

MMS : jadi gini, kalau dikota-kota besar itu kan lalu lintasnya macet, sedangkan sedangkan didaerah itu masih lancar. Jalan raya di pulau Jawa dengan luar jawa juga berbeda karakteristiknya, di Pulau Jawa susah mencari jalan yang lurus lega tapi sepi, sedangkan diluar pulau Jawa itu masih banyak.

Nde : terus apa hubungannya Mbah ?

MMS : jadi gini, didaerah yang macet itu motor dengan karakteristik overstroke lebih disukai kan ? Sedangkan didaerah yang jalan lurus, panjang dan sepi, mesin overbore itu lebih disukai, jadi seharusnya pabrikan itu membuat & memasarkan masing-masing mesin itu berdasarkan daerahnya. Daerah macet ya jual mesin overstroke, daerah yang jarang macet ya jual yang overbore.

Nde : wah kalau begitu berarti pabrikan harus menyediakan dua model sekaligus dong ?

MMS : iya, dan ini juga bisa dilihat sebagai solusi untuk pabrikan yang kecil-kecil, dimana misalnya suatu produk dari pabrikan kecil laku keras disuatu daerah, tapi kurang laku didaerah lain, maka pabrikan tersebut sebaiknya membuat bengkel resmi & dealer didaerah yang laku itu, jangan seperti sekarang pabrikan kecil bikin dealernya hanya dikota-kota besar, padahal banyak orang didaerah yang ingin membeli produknya.

Nde : tapi kalau seperti itu, kan boros Mbah, masa satu produk dibuat dua versi gimana pabrikan mau untung ?

MMS : lah kamu kan nanya solusi biar fansboy ga pada ribut soal karakter mesin kan ? kalo masing-masing pabrikan sama-sama punya mesin yang setipe kan ga akan meributkan overbore vs nearsquare vs overstroke ? paling ributnya top speed berapa, drag 200m yang menang siapa 😀

Nde : ah itu sie ga ngasih solusi namanya Mbah, malah merugikan perusahaan..

MMS : loh Mbah kan bukan Pegadaian yang menyelesaikan masalah tanpa masalah 😆 😆 😆

Nde : wuasemb, dasar Mbah Mbuh Sapa..

MMS : kan OAG itu :

Tidak percaya syukur, kalo percaya malah takut menjadi musyrik, jadi sobat semua bisa mengambil kesimpulan sendiri kan :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen:

Artikel Otak-Atik Gatuk yang lain bisa dilihat disini

salam dari desa 😉

Iklan

Tentang ndesoedisi

Rural's Automotive Story|Cerita Otomotif Dari Pedesaan
Pos ini dipublikasikan di Otak-Atik Gathuk dan tag , . Tandai permalink.

14 Balasan ke Otak-Atik Gathuk (61) Otonomi daerah Otomotif

  1. mbah_anom berkata:

    ngiahahahahaha yg ini mah artikelnya lebih manusiawi huhahahHH

    Suka

  2. bmspaces berkata:

    jozz 😀

    Suka

  3. lamik gemini berkata:

    biar gak debat, gimana kalau para fb berkoalisi aja? hehe

    Suka

  4. handoyo25 berkata:

    tahu merk viar kan? dia sebenarnya sudah menerapkan “otonomi” menurut versinya sendiri: main di luar jawa, pada segmen yg nggak butuh spek dan design macem2.
    pokoknya cuma motor yg bisa diajak kerja di kebun, naik-turun gunung. titik

    Suka

Silahkan Dikomentari

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s