Obrolan Bocah Korban Sinetron Anak Jalanan

Ndesoedisi.com-setelah sekian lama ramai dibicarakan, akhirnya Sinetron Anak Jalanan mendapat teguran dari KPI. Sinetron yang “konon” (maklum Nde belum pernah sekalipun nonton secara full, paling hanya sekilas ketika memindahkan channel siaran) berisi adegan-adegan yang kurang pantas dipertontonan seperti kebut-kebutan, adegan perkelahian, ucapan yang kurang pantas dan sebagainya.

anak-anak membicarakan Sinetron Anak Jalanan

anak-anak membicarakan Sinetron Anak Jalanan

Dampak dari Sinetron Anak Jalanan tersebut memang sangat terasa. Banyak sekali anak-anak yang membicarakan dan ingin meniru adegan-adegan di Sinetron Anak Jalanan tersebut.Β Salah satunya adalah kejadian yang Nde alami kemarin sore ketika sedang menemani Aira bermain di halaman.

Awalnya ketiga anak tersebut sedang memperhatikan sebuah motor CBR 150 R yang terparkir tidak jauh dari tempat tersebut. Dan ketiga anak tersebut kemudian menghubungkannya dengan adegan Sinetron Anak Jalanan dan terjadilah dialog sebagai berikut :

A : bapakna eta meuli motor balap euy (bapaknya beli motor balap euy)

B : ah aing resep keneh make motocross, bisa standing (ah saya lebih suka pake motocross, bisa standing)

C : tapi mun standing mah stangna teu bisa lempeng (tapi kalau standing mah stangnya tidak bisa lurus)

A : enya eta teh ameh stabil mun standing (iya, itu teh supaya stabil ketika standing)

B : motor kitu (nunjuk CBR 150 R) mah rada hese standingna (motor seperti itu mah agak susah dipakai standing)

C : babari sia teh tinggal kopling weh (gampang itu, tinggal main main kopling aja)

A : lain sia teh, tarik kopling, gas gedean, lepaskeun.. coba mun aing boga motor nu kawas kitu, set…set… kopling lepaskeun, gas… ngeeek…. wuih gagah pisan euy jiga si Boy (bukan begitu, tarik kopling, gas dibesarkan, lepaskan… coba kalau saya punya motor seperti itu…set…set…kopling dilepas, gas… ngeeek… wuih gagah banget euy seperti si Boy)

Dialog terakhir maksudnya anak tersebut berbicara sambil memperagakan seolah-olah sedang naik motor, dan ketika mengatakan gagah banget itu sambil mengusap rambut πŸ˜†

Duh Nde sendiri antara miris dan ingin tertawa mendengarkan dialog tersebut, miris karena anak-anak tersebut telah menjadi korban Sinetron Anak Jalanan dan berkeinginan untuk meniru adegan-adegan di Sinetron tersebut.

Tetapi sekaligus juga ingin tertawa soalnya mendengarkan cerita ketiga anak tersebut seperti yang udah jago banget naik motor sampai bisa teknik wheelie segala, padahal aslinya belum tentu bisa naik motor bebek atau metik aja kakinya belum menapak sempurna, apalagi naik motor-motor sport πŸ˜†

Selain pembicaraan di pos ronda tersebut, Nde juga jadi ingat beberapa waktu yang lalu pernah ditanya oleh salah satu keponakan Nde yang baru berumur 8 tahun dan suka sekali menonton sinetron anak jalanan. Dialognya sebagai berikut :

A : Lik, wis tau numpak motor balap apa urung ? (Om, sudah pernah naik motor balap apa belum )

Nde : wis lah (sudah lah)

A : endi fotone ? (mana fotonya ? )

Nde : kiye… (ini)

motor pinjam Mbah Cadox :lol:

motor pinjam Mbah Cadox πŸ˜†

A : deneng ora di-jumping na Lik ? (kok ga di jumpingin lik ? (maksudnya wheliee)

Nde : ora, lilike ora bisa (engga, om ga bisa πŸ˜₯ )

A : ana sing di-jumping na ora lik ? (ada yang di jumpingin ga om ? )

Nde : ana, tapi kancane lilike sing numpak (ada, tapi teman om yang naik )

A : ndi fotone ? (mana fotonya ? )

Nde : kiye (ini)

Kobayogas in Action

Kobayogas in Action

A : ah kurang duwur lik, ana maning ora ? (ah kurang tinggi, ada lagi ga ? )

Nde : kiye (ini)

Alki in action

Alki in action

A : iya kuwe lik, maen (iya itu om, bagus)

Namanya juga anak-anak, dengan polos menerima apa yang dilihat dan didengar, saking polosnya sampai Mang Kobay dibilang kurang tinggi ngangkat motornya πŸ˜†

Akhir kata, Sinetron-sinetron seperti Anak Jalanan memang sudah waktunya diakhiri karena mampu mempengaruhi & merusak mindset anak-anak dan generasi yang akan datang. Bagaimana menurut sobat semua ?

salam dari desa πŸ˜‰

Iklan

Tentang ndesoedisi

Rural's Automotive Story|Cerita Otomotif Dari Pedesaan
Pos ini dipublikasikan di family dan tag , , , . Tandai permalink.

39 Balasan ke Obrolan Bocah Korban Sinetron Anak Jalanan

  1. benmotor berkata:

    komen heula pertamax baca na engke ah hahaha

    Suka

  2. FΠ­Π―Y berkata:

    Aku gada foto naek cheleng mbah cad 😭

    Suka

  3. danisubject berkata:

    aku ga bisa wheelie om πŸ˜€

    Suka

  4. Mas Sayur berkata:

    Saya juga nggak perNah nonton sinetron itu, Nde…

    Suka

  5. skidrow2nd berkata:

    Mang nde bisa dua bahasa ya πŸ˜€

    Suka

  6. Mase berkata:

    Dalangnya pasti mbah mbuh sapa nih

    Suka

  7. handoyo25 berkata:

    sinetron ini sudah dapat teguran, tapi teuteup aja…………
    http://www.wowkeren.com/berita/tampil/00097826.html

    Suka

  8. sapto berkata:

    Hahahaha….keren lah sing nulis.

    Suka

  9. mbah_anom berkata:

    mereka bisa ngangkat roda depan 😯
    apalah daya abah yang hanya bisa mengangkat derajat tukang panggul kayu πŸ˜₯

    Suka

  10. awansans berkata:

    Dari bahasanya sih ngapak, daerah banyumasan ya gan?? Atau kebumen? Hehe

    http:awansans.wordpress.com

    Suka

  11. Fbh&fby=vvibu berkata:

    Untunge enyong ndeleng tipine jam 10 menduwur…dadi ya mending programe madan waras…

    Suka

  12. kalimalang rider berkata:

    ol nyu satria

    Suka

  13. Ping balik: Ketika Anak 11 Tahun Itu Bertanya, Om Kalo CBR Musuhnya Motor Apa Ya ? | Ndesoedisi

Silahkan Dikomentari

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s