Yamaha Xabre 150 Terlalu Segmented, Vixion Harus Diupgrade Agar Kasus Mio Tidak Terulang

Ndesoedisi.com-Yamaha bisa dipastikan akan meluncurkan produk barunya di kelas sport kelas 150 cc, dengan ditandai banyaknya spyshoot dan gosip yang beredar. Info terbaru adalah nama motor Yamaha tersebut adalah Yamaha Xabre atau Sabre 150 setelah sebelumnya dinamakan Yamaha M-Slaz di Thailand dan disebut MT-15 di Indonesia.

Yamaha M-Slaz

Yamaha M-Slaz

Disini Nde sebagai orang desa tidak akan membahas unit Xabre 150 tersebut karena sudah banyak blogger yang membahasnya, tetapi lebih tertarik untuk membahas tentang strategi marketing Yamaha dikelas 150 cc yang masih ada hubungannya dengan artikel sebelumnya yaitu menurunnya distribusi Vixion di bulan November 2015, dimana daerah pedesaan juga merupakan market share yang cukup menjanjikan, buktinya motor yang laris pasti akan bersliweran di desa 😆 .

Bisa dibilang pasar Vixion sebagai penjualan utama sport 150 cc Yamaha sudah mulai mengalami kejenuhan dan mulai terlihat tren yang menurun. Dan disaat itu, Yamaha memilih untuk meluncurkan Yamaha M-Slaz di Thailand, dan sebentar lagi Sabre 150 di Indonesia. Memang jika dilihat dari bentuknya, Yamaha M-Slaz memang jadi dambaan biker di tanah air.

Tapi… perlu diingat, bahwa Xabre 150 yang mempunyai desain streetfighter yaitu bodi bantet, ekor pendek dan lampu yang bengis adalah jenis motor yang segmented, berbeda dengan Vixion series yang merupakan naked bike dengan desain yang umum dan disukai oleh semua kalangan. Menurut opini blogger ahli strategi marketing yaitu Madev, yang menyatakan bahwa nama Xabre itu susah disebut, maka perkiraan penjualan Xabre 150 tidak akan sebanyak Vixion series, apalagi jika benar Xabre 150 dihargai seperti M-Slaz yang mencapai Rp. 30 juta lebih penjualan Xabre 150 akan sulit menembus angka penjualan belasan ribu unit per bulan, seperti yang dibahas oleh

boncengan adalah hal sensitif di Indonesia

boncengan adalah hal sensitif di Indonesia

Dari bentuk bodi yang bantet akan berpengaruh terhadap urusan bonceng-membonceng, padahal di Indonesia urusan bonceng-membonceng itu cukup sensitif (ingat kasus R15 vs CBR 150 R 😀 ). Dengan bentuk jok pembonceng yang cukup pendek seperti itu, jelas hanya akan disukai oleh segelintir orang saja.

Selain desain,yang sensitif adalah masalah harga, memang Xabre 150 sudah dibekali dengan fitur yang paling mantap dikelasnya, tetapi jika bandrol  terlalu tinggi, maka konsumen Indonesia justru lebih suka memburu USDnya sebagai bahan modifikasi seperti artikel sembako modif dari Mang Jejen Macantua.com daripada membeli motornya 😆

Tahun depan jika tidak ada upgrade signifikan dari Vixion dengan timing yang pas, maka Yamaha akan menghadapi kondisi kritis yang sama seperti dikelas metik. Saat ini, kondisi sport Yamaha sudah mulai mirip dengan kondisi metik waktu itu. Dimana penjualan Vixion mulai disalip oleh New CB 150 R, dan Yamaha akan mengeluarkan produk segmented Xabre 150 kalau dianalogikan dikelas metik adalah Mio disalip Honda Beat, Yamaha mengeluarkan GT series. Jika dulu Mio terkena kabar miring velg geol, maka sekarang Vixion terkena kabar miring gampang ngebul 😆

Nde sendiri berharap bahwa tahun depan Yamaha punya banyak kejutan dikelas sport 150 cc yang umum, entah itu upgrade performa NVA dengan menambahkan VVA seperti N-Max, menggunakan DOHC, atau kejutan yang lain yang diluncurkan dengan waktu yang tepat karena bagaimananpun juga produk dengan desain umum seperti Vixion merupakan produk yang berpotensi untuk dijual dengan jumlah unit yang banyak dibandingkan dengan produk segmented seperti Xabre 150. Jangan sampai karena terlalu fokus membuka market baru dengan membuat produk segmented, market utama malah terlupakan.

Bagaimana menurut sobat semua ?

salam dari desa 😉

 

Iklan

Tentang ndesoedisi

Rural's Automotive Story|Cerita Otomotif Dari Pedesaan
Pos ini dipublikasikan di Yamaha dan tag , , , , , . Tandai permalink.

25 Balasan ke Yamaha Xabre 150 Terlalu Segmented, Vixion Harus Diupgrade Agar Kasus Mio Tidak Terulang

  1. supra 2002 ku awet rajet berkata:

    YIMM masih sibuk balap, ngamplengi motor 150 cc pakek mesin bebek ratusan juta dari Jepang. Lupa kalo real war nya di sales, bukan di balap.

    Suka

  2. ninja150ss berkata:

    Bisikan abah abuh sapa nih… 😀

    Suka

  3. Aku suka kamu punya berkata:

    Kebiasaan jelek yamaha tuh ngeluarin motor dengan strategi aneh kayak gini. Anggep saja Mio = Vixion sedangkan Soul GT = M-Slaz.

    Suka

  4. handoyo25 berkata:

    dan Byson semakin dilupakan?
    *padahal AHM masih serius jualan verza lho*

    Suka

    • ndesoedisi berkata:

      wah ini, ada bos Yamaha komen, ngumpet ah 😀

      Suka

      • handoyo25 berkata:

        Jarak usia old vixi ke NVL itu sudah cukup pas utk sebuah facelift, lalu jarak waktu dari NVL ke NVA ini menurut saya mulai agak mepet (mungkin terpicu kompetisi dg CBSF ya).
        Nah, kalo NVA yang “baru lahir kemarin” terus besok (2016) di-upgrade cukup signifikan, maka pemilik NVA bisa “sakit hati”.

        Kalau Yamaha serius ingin mejaga MS sport 150 cc, kan vixion nggak sendirian (seperti halnya duet NCB150R + Verza), masih punya Byson yg potensinya bagus utk kelas 17- 19 juta.

        NVA nggak perlu “rendah diri” menghadapi NCB150R, dia hanya butuh produk pendamping yg sama2 bagus dan siap tempur

        Disukai oleh 1 orang

  5. d-santo berkata:

    Kalau tidak maka yamaha akan semakin “DIDEPAK”

    Suka

  6. d-santo berkata:

    Kalau tidak maka yamaha akan semakin didepak

    Suka

  7. jildhuz berkata:

    kalo menurut gw, shincan jangan di upgrade NVA, tapi di biarin dulu
    tar 2016 baru upgrade nvl jadi nva, tapi jangan nva kaya sekarang, minimal, full led, 6 speed, pake swing arm r15, panel full digital

    jok revisi dikit lah, bikin mirip cbr lokal/pulsar ns, split seat tapi nyambung

    Suka

  8. blade-in berkata:

    Sama seperti kasus Mio, penyakitnya TELMI dan BUDHI… mestinya setelah 5 tahun, NVL sudah DOHC, dan NVA sudah berubah jadi MT15. Tidak seperti sekarang, kepaksa ngeluarkan “produk antara” Si Sabri, hanya untuk sekadar bertahan….TRAGIS. Padahal cuma keledai yg masuk lubang yang sama dua kali.

    Suka

  9. Ping balik: Yamaha Xabre 150, Akankah Menaikkan Standar Fitur Kelas Sport 150cc ? | Ndesoedisi

  10. Ping balik: Nama Xabre Tidak Masalah, Yang Penting Mudah Disebut | Ndesoedisi

Silahkan Dikomentari

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s