Otak-Atik Gathuk (56) Standarisasi Review Blogger

Artikel “Otak-Atik Gathuk” adalah artikel yang berisi analisa suatu permasalahan dengan menggunakan prinsip mencocokkan segala sesuatu (otak-atik) agar terlihat saling berhubungan (gathuk). Artikel OAG ini merupakan salah satu bentuk humor otomotif. Sebagai sumber rujukan digunakanlah wangsit yang didapat oleh Mbah Mbuh Sapa. Oleh sebab itu, apabila ada nama, tempat, waktu atau kejadian yang sama ketidaksengajaan yang dibuat secara sengaja yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya 😎

abaikan saja ilustrasinya :lol:

abaikan saja ilustrasinya 😆

Beberapa waktu yang lalu sempat ramai tentang berita tentang bagaimana jika konsumen yang kecewa membeli suatu motor karena terlalu percaya dengan review dari blogger kondang. Ada berbagai tanggapan mengenai hal tersebut, kurang afdol rasanya jika Nde tidak meminta pendapat dari Mbah Mbuh Sapa, seperti apa jawabannya ? mari kita pelototi bersama-sama 😆

Nde : Mbah, beberapa hari yang lalu kan rame ada berita tentang kekecewaan konsumen yang membeli motor berdasarkan review blogger, nah kemudian banyak yang menanggapi hal tersebut. Bagaimana pendapat Mbah mengenai hal tersebut ?

MMS : oh untuk mengatasi masalah seperti itu, perlu dibuat standarisasi review blogger otomotif & badan penilainya.

Nde : standarisasi yang bagaimana Mbah ? masa blogger harus SNI ?

MMS : jadi begini lho, yang dirasakan oleh para blogger Otomotif ketika melakukan review sebuah produk itu kan beda-beda, maka perlu dibuat sebuah standar untuk menyamakan persepsi.

Nde : bisa diperjelas Mbah ?

MMS : Jadi standar pertama yang harus dibuat adalah tabel kelompok berdasarkan berat & tinggi badan, dan gaya riding misalnya kelompok A merupakan blogger dengan BB/TB : 80-85 kg/170-180 cm gaya riding agresif suka rpm tinggi, kelompok B 80-85kg/170-180 cm gaya riding menengah dan seterusnya, yang penting semua ukuran masuk+gaya riding ada datanya, jangan sampai ada yang ketinggalan.

Nde : Untuk apa Mbah ? Urusan BB/TB itu kan sesnsitif Mbah 😆

MMS : Hal ini sangat penting supaya pembaca itu tinggal mencocokan oh konsumen BB sekian, TB sekian dengan gaya riding begini berarti blogger A yang yang paling mendekati dengan kondisi kondisi konsumen tersebut, jadi contohnya kalau ada blogger yang biasanya naik naked bike 150cc kemudian ganti naik metik 125 cc dan menyimpulkan bahwa naik metik 125 cc itu ga enak & boros jelas kelihatan bahwa blogger tersebut masih menggunakan gaya riding sport 150 cc pada metik sehingga pembaca langsung tahu latar belakang mengapa blogger tersebut beropini seperti itu, sehingga tidak akan menimbulkan perdebatan yang panjang 😆

Nde : setelah itu apalagi Mbah ?

MMS : Setelah itu para blogger Otomotif akan dinilai oleh sebuah badan khusus yang melakukan penilaian secara berkala terhadap blogger tersebut apakah masih akurat atau sudah menyimpang dalam membuat review, dan nanti di blognya terpasang widget lulus uji berkala yang bisa dicek di lembaga pengujinya sehingga bisa dipertanggung jawabkan 😆 Bahkan bila perlu ketika review didampingi oleh tenaga ahli yang membantu melakukan pengukuran misalnya shockbreaker keras atau lembut itu spesifikasi teknisnya seperti apa, akselerasi menjambak itu gaya dorongnya berapa Newton dan seterusnya 😆

Nde : wah repot banget kalo gitu Mbah, dan butuh biaya yang besar

MMS : ya itulah kalau ingin sesuatu berjalan dengan akurat memang harus dibuat standar dan harus ada pengawasan dari pihak ketiga secara berkala.

Nde : Bagaimana kalau bloggernya itu dikasih amplop sama atpm agar nulis yang bagus-bagus Mbah ?

MMS : kalo blogger dibayar oleh ATPM supaya menulis review yang bagus-bagusnya ya artinya blogger itu sama aja kaya bintang iklan. Bintang iklan kan dibayar untuk mengatakan bahwa produk itu bagus 😆

Nde : kalo blogger yang artikel menceritakan blogger lain gimana Mbah ?

MMS : oh itu namanya blogger infotainment, namanya juga bintang pasti menarik perhatian publik, nah kalo bintang iklan di TV kan masuk infotainment di TV nah ini blogger bintang iklan ATPM di blog makanya masuk acara infotainment di blog 😆

Nde : Wah ngawur itu Mbah 😆 , sekarang kalo cara standarisasi blogger itu kan rumit karena melibatkan banyak pihak dan biaya yang sangat besar, ada engga cara lain yang lebih gampang supaya tidak ada lagi konsumen yang merasa tertipu oleh review blogger ?

MMS : ya gampang aja yang harus dipahami bahwa Blogger itu melakukan review atas dasar opini pribadinya, maka supaya lebih yakin ya sebaiknya konsumen melakukan pengetesan sendiri dan itu semua dikembalikan kepada pembacanya.

Nde : lah kalo solusinya gampang seperti itu, ngapain Mbah tadi cerita panjang lebar ?

MMS : Lah kalo mbah langsung ngasih tau kaya gitu ya artikelmu jadi ga ada isinya, masa bikin artikel isinya cuma satu alinea, kalo gini kan jadi panjang 😆

Nde : ah dasar Mbah Mbuh Sapa, untung Nde ingat bahwa artikel Otak-Atik Gathuk itu :

Tidak percaya syukur, kalo percaya malah takut menjadi musyrik, jadi sobat semua bisa mengambil kesimpulan sendiri kan :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen:

Artikel Otak-Atik Gatuk yang lain bisa dilihat disini

salam dari desa 😉

Iklan

Tentang ndesoedisi

Rural's Automotive Story|Cerita Otomotif Dari Pedesaan
Pos ini dipublikasikan di Otak-Atik Gathuk dan tag , , , . Tandai permalink.

40 Balasan ke Otak-Atik Gathuk (56) Standarisasi Review Blogger

  1. FЭЯY berkata:

    menyindir series sawareh mah,komo nu matic di banding naked bike 150 cc mah 😆 IYKWIM 😛 http://macantua.com/2015/12/01/all-new-cb150r-with-cbr500-tails/

    Suka

  2. Kobayogas berkata:

    wkwkwkkwwk mbah mendeeemmm

    Suka

  3. Wkwkwkwkwk. Asem bikin ngakak aja mang Nde.

    Eh tapi ada kalau review motor itu juga tergantung dengan kebiasaan sehari-hari pakai motor apa. Contoh kalau saya biasa pakai motor trail lalu nyobain motor matic, dijamin deh suspensi motor matic nggak ada yang enak. Wkwkwkwk

    Suka

  4. handoyo25 berkata:

    Akan lebih baik bila blogger mengajak pembaca mengetahui (memahami) kebutuhan masing2, kalau sudah paham kebutuhannya masing2, maka akan lebih mudah menentukan type/jenis motor yg pas 🙂

    Suka

  5. otoborn.com berkata:

    Mbah Mbuh 93 wkwkwk

    Suka

  6. threeazz berkata:

    Buat artikel ga serius begini, ngalor ngidul…
    Atas-bawah-kanan-kiri kena,
    Panjaaaang tenan…
    Keren..
    Pasti nyusunnya serius bener ini Om..
    Wkwkwk..
    😀

    Suka

  7. supra 2002 ku awet rajet berkata:

    sebenernya konsumen yg dicerita tu bs diblg konsumen polos tp napsu. kebelet pengen beli barang tp gatau barang. kl dah melek internet, minimal pegang motor, rasa2nya agak mustahil ya kalopun ada ya perbandingannya kecil bgt. katakanlah blogger nilai 10 poin, masa iya dr 10 gada satupun yg nyangkut?

    curhat sedikit yoooo…
    saya sempat mau minang NVA (pertengahan 2014), meskipun saya tau itu mesin GL, deltaseng dll. Tp saya liat NVA jauh lebih serius dr OCB, by point pribadi (krn dah liat fisik) gepnya jauh. Yg fatal dan mematikan bt saya wkt itu kabel speedo dan tutup tangki. Alhasil ditolak leasing rekanan kantor sendiri yg katanya promo (tp koq ya ditolak).

    Lalu kluarlah R15, sempat mau minang juga. Bukan krn 100% bagus, tanpa cacat, bensin irit dll. Tp krn itu motor sport fairing jepang pertama kelas 30jutaan. Masa mau beli CBR150 45 juta cm gara2 belain merk? Liat fisik udah, ga jelek2 amat, fitur juga upgrade lah dr NVA (giginya nambah 1). Tapi ya skali lagi kena kendala, bayar panjer sjuta, barang sbulan. lah sjuta nya kmana? masuk DP? O tidak, hangus. Suekkkk… Org lagi susah duit malah dikerjain.

    Last, kluarlah hawar2 K45 lengkap dgn bentuknya. Begitu denger dan liat bocoran gambarnya saya langsung tetapin hati, fix hrs beli. Again, bkn krn 100% tanpa cacat. Temen saya dah ngingetin, honda motor lemot, emang sih irit. Saya sadar bakal dpt motor lemot, honda gitu, palagi AHM punya. Ngarep apa sih? Tp ya gmana resiko slalu ada, ya gak? Tgl 5 Sept launch via web saya langsung ke dealer deket rumah. Yg jaga dealer bingung maksudny apa. Saya tunjukkin webnya eh dia malah tlp DAM Cibereum. Suekkk… Cem mana org ini kerja. Si mbak balik lagi tanya warna sama tanda jadi brapa plus ngasi tau hari sabtu-minggu ada event kl mau liat barangnya dulu. ah bodo amat lah, wes kadung birahi. Singkat cerita aplikasi di acc dan K45 msh saya bayar cicilannya ampe sekarang.

    Dan sampe skarang saya gak pernah nyesel, krn sadar ini pilihan dan resikonya apa. Pembaca blog jg mst sadar itu dan gak bs dipaksakan sama blogger. Dia mau cari apa nyangkut dmotor mana. Jgn cm cari kekurangan motor.

    Suka

  8. artina berkata:

    Terimakasih atas artikel anda yang menarik dan bermanfaat.
    Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis yang bisa anda kunjungi di
    Pusat Studi Teknologi Sistem Informasi

    Suka

Silahkan Dikomentari

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s