Mesin All New CB150 R Dan Sonic 150 R Bisa Tetap Beroperasi Hanya Dengan 1 Sensor

Ndesoedisi.com-apa kabar sobat Nde ? Senang rasanya Nde bisa kembali membuat artikel setelah beberapa hari kemarin disibukkan dengan kegiatan didunia nyata. Ya maklum saja namanya ngeblog hanya sekedar hobbi sehingga ketika ada kerjaan lain didunia nyata tentu saja harus lebih diutamakan 😀 .

Sekitar 3 minggu yang lalu, nde diundang ke acara bedah teknologi Mesin All New CB 150 R dan Sonic 150 R yang bertempat di gedung Astra Honda Training Center (AHTC) Sunter. Dalam acara tersebut banyak sekali ilmu & teknologi yang bisa didapatkan. Berhubung blogger-blogger lain juga sudah menjelaskan secara umum, Nde akan menjelaskan sebuah kelebihan lain dari mesin baru All New CB 150 R dan Sonic 150 R yang kebetulan belum dibahas oleh Blogger yang lain.

(pic: Bonsaibiker.com)
(pic: Bonsaibiker.com)

Sebagaimana dijelaskan oleh Bp. Winaryanto selaku instruktur di AHTC, sistem injeksi bisa bekerja dengan optimal karena adanya inputan dari berbagai macam sensor. Pada mesin K56, untuk bekerja secara optimal dibutuhkan minimal 3 buah sensor antara lain :

  • TPS (Throttle Position Sensor) berfungsi untuk mendeteksi sudut bukaan gas, berguna untuk menghitung jumlah bahan bakar yang akan disemprotkan ke ruang bakar.
  • Sensor CKP (Crankshaft Position Sensor) yang berfungsi untuk membaca posisi pergerakan piston. Sensor ini berfungsi untuk menentukan waktu pengapian.
  • Sensor O2 berfungsi untuk mendeteksi emisi gas buang sekaligus sebagai input dalam mengoptimalkan sistem pasokan bahan bakar setelah mendeteksi hasil pembakaran sebelumnya.

Dari penggunaan beberapa sensor tersebut, muncul kekhawatiran dari konsumen bagaimana jika sensor-sensor tersebut mengalami kerusakan dan tidak berfungsi, apakah mesin motor tetap bisa dinyalakan atau tidak ?

Ternyata, mesin K56 didesain bisa tetap dinyalakan meskipun TPS dan sensor O2 mengalami kerusakan. Mesin bisa tetap dihidupkan hanya mengandalkan inputan dari sensor CKP, selama pompa bahan bakar dan sensor CKP masih bisa berfungsi, maka mesin motor All New CB 150 R dan Sonic 150 R masih bisa dihidupkan.

Tetapi, meskipun mesin bisa dihidupkan, mesin tidak akan bekerja secara optimal. Mesin akan sedikit mrebet karena tidak adanya input dari sensor yang lain yang berguna untuk mengoptimalkan sistem pembakaran. Sistem pemasokan bahan bakar dan timing pengapian bekerja berdasarkan alur program khusus pada ECM yang memang didesain untuk mengatasi kondisi malfungsi tersebut.

wah kalau begitu sama aja bohong dong ? ini adalah pembodohan otomotif karena diklaim bisa beroperasi tapi mrebet 😆

Nde rasa, fitur untuk menangani kondisi darurat seperti ini justru sangat berguna buat konsumen, bisa dibayangkan misalnya pulang kerja malam-malam, eh ditengah jalan tiba-tiba motor mengalami masalah karena ada sensor yang tidak berfungsi. Jika ECM tidak diprogram untuk menghadapi situasi seperti ini, maka konsumen terpaksa harus mendorong motor dalam kondisi mati. Iya kalau mogoknya didaerah pemukiman penduduk dan sudah dekat rumah, kalau pas dikebon kosong yang panjangnya ratusan meter kan lumayan horor tuh 😀

Akhir kata, meskipun mesin bisa dinyalakan hanya dengan mengandalkan sebuah sensor, tetapi solusi tersebut sifatnya sementara untuk menghadapi kondisi darurat, bukan untuk digunakan operasional dalam jangka waktu yang lama, sehingga jika ada motor milik sobat Nde yang mengalami kerusakan sensor yang ditandai dengan indikator MIL / Malfunction Indicator Light yang menyala, segera bawa ke bengkel resmi terdekat agar kerusakan bisa segera ditangani dan motor beroperasi dengan optimal.

salam dari desa 😉

Iklan

21 pemikiran pada “Mesin All New CB150 R Dan Sonic 150 R Bisa Tetap Beroperasi Hanya Dengan 1 Sensor

  1. Ping-balik: Di Desa New CB 150 R Mulai Bersliweran, Apakah Menyebabkan Distribusi Vixion Turun ? | Ndesoedisi

  2. Ping-balik: DOHC Nearsquare Pada CBR K45G, Terkecoh Oleh Yamaha & Meremehkan Kehadiran Suzuki | Ndesoedisi

  3. xtrayx

    saya baru saja mengalami kerusakan TPS sensor pada sonic 150, tapi tidak ada gejala kedip injeksi lampu mil di speedometer, singkat cerita dimulai :
    januari 2018 motor berfungsi normal cuma kalo gaspol brebet, jadi tuh kalo gas membuka dengan penuh motor pasti brebet, beberapa bengkel ahass gak tau permasalahan ini, dan bengkel ahass 0001 dewi sartika pun mekaniknya hanya di bersihkan saja throttle bodynya tanpa solusi yang jelas dan cek memakai alat remot injeksi pun tidak ada kerusakan, kelar service motor masih gaspol brebet, ternyata di bengkel pinggir jalan yang hanya bermodalkan kunci seadanya dan gak layak dikatakan bengkel untuk servis motor malah memvonis sensor TPS rusak, dan bener aja maret 2018 setelah ganti sensor TPS ama selenoidnya beli copotan dari grup facebook gejala gaspol brebet hilang,

    sedikit kritik dan saran untuk mesin tetap beroperasi modal 1 sensor sepertinya malah jadi bikin repot pengguna, karena sensor rusak tidak terdeteksi oleh indikator mil, honda harusnya bikin jika ada sensor yang rusak lampu mil harus tetap hidup dan kode berkedip saat motor dinyalakan dan berjalan, semoga dilihat oleh blogger dan pihak ahm yang bersangkutan

    terima kasih

    Suka

Silahkan Dikomentari

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s