Baru Bisa Tesride Mio M3 125 Bluecore

Ndesoedisi.com-nasib menjadi blogger yang tinggal di desa, ketika blogger lain sudah melakukan tesride Mio M3 125 hampir satu tahun yang lalu, Nde baru kemarin kesampaian untuk tesride Mio M3 125. Salah satu alasannya adalah populasi Mio M3 125 didesa Nde cukup jarang, kalaupun ada Nde tidak kenal dengan pemiliknya, kan tidak mungkin SKSD (Sok Kenal Sok Dekat) untuk meminjam unit untuk dites ๐Ÿ˜€

tesride Mio M3 125

tesride Mio M3 125

Kebetulan pada hari Sabtu ada mahasiswa yang pernah kost di rumah Nde, datang untuk bersilaturahmi dengan menggunakan Mio M3 125 yang baru berumur beberapa bulan.

Tesride-Mio-M3-125 (3)

Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan, Nde segera meminjam motor tersebut untuk dites. Sebagai gantinya Nde juga meminjamkan Honda Beat POP kepada Mahasiswa pemilik Mio M3 125 tersebut.

Bagasi Mio M3 lebih luas dibandingkan bagasi Honda Beat Sporty/Beat POP

Bagasi Mio M3 lebih luas dibandingkan bagasi Honda Beat Sporty/Beat POP

  • Ergonomi

Pertama kali duduk diatas jok Mio M3 125 terasa empuk, sedikit lebih empuk dibanding beat POP, dan bedanya jauh dibandingkan dengan Vario 125 lawas yang joknya keras seperti papan atau batu disarungin ๐Ÿ˜†

Review Pemakaian Si Pinky Vario 125 Setelah 10.000 km

Jok dengan tinggi 75 cm (lebih tinggi dibandingkan dengan varian Honda Beat dimana tinggi jok Beat sporty adalah 74 cm dan Beat POP 73,5 cm) , ternyata membuat telapak kaki Nde tidak menapak dengan sempurna, tumit masih terangkat sekitar 1 cm dari tanah (nasib jadi rider mungil nan imut 155 cm/40 kg ๐Ÿ˜† ).

kaki tidka menapak sempurna :lol:

kaki tidak menapak sempurna ๐Ÿ˜†

  • Tempat pengetesan

Jalan raya yang digunakan untuk pengetesan adalah jalur alternatif yang menghubungkan kecamatan Cipeundeuy-Pabuaran, Nde hanya melakukan pengetesan di jalan raya sejauh 3 km bolak-balik, dengan kondisi jalan bervariasi yaitu jalan cor, aspal rata, aspal bergelombang dan tanjakan flyover jalan Tol Cipali.

  • Proses Pengetesan

Disini Nde hanya akan memfokuskan pengetesan performa melewati beberapa kondisi jalan, masalah desain dan tampilan tidak akan Nde bahas karena sudah banyak yang membahas dan motornya sendiri sudah lama mengaspal di jalan raya ๐Ÿ˜€

Putar kunci kontak menunggu beberapa detik menunggu ECU siap. Setelah siap pencet tombol starter terdengar bunyi khas metik Yamaha, tarik gas sedikit, berjalan pelan diatas paving block menuju ke jalan raya terasa bahwa suspensi Mio M3 125 memang stif (atau menurut bahasa Fansboy suspensinya keras).

Memasuki jalan cor sejauh 100 m pertama Nde masih berjalan pelan sekitar 40 km/jam lampu ECO indikator menyala, 100 m selanjutnya Nde mencoba menarik gas sampai kecepatan 70 km/jam ECO indikator langsung padam, sampai diujung jalan cor, Nde mengerem, terasa rem bekerja dengan sangat baik, tidak ada gejala limbung.

ketika gas ditarik, ECO indikator akan padam, tetapi begitu gas stabil di kecepatan tertentu selama beberapa saat, ECO indikator akan menyala. Nde berhasil mengetes ECO indikator menyala pada kecepatan konstan 40 km/jam dan 60 km/jam.

Memasuki aspal Nde kembali menarik gas, mesin 125 cc Bluecore yang mampu memuntahkan tenaga sebesar 7 kW @ 8000 rpm dan torsi 9,6 Nm @ 5500 rpm segera melesat, speedometer menunjuk kecepatan direntang 70-80 km/jam. Nde menempuh jarak kurang lebih 1,5 km sampai flyover Tol Cipali. Sayangnya Nde lupa menengok apakah ECO indikator menyala atau tidak karena konsentrasi melihat kedepan ๐Ÿ˜€ . Setelah melewati flyover, Nde pun putar balik.

Masih penasaran dengan suspensi Mio M3 125, maka Nde kembali melakukan pengujian di jalan cor sejauh 1 km. Mio M3 125 kembali digeber, berbeda dengan pengujian diatas aspal dimana motor masih stabil pada kecepatan 80 km/jam, di atas jalan cor suspensi yang stiff dan ukuran ban standar 70/90-14 (depan) dan 80/90-14 (belakang) membuat handling menjadi kacau dan liar sehingga Nde tidak berani menambah kecepatan. Setelah mendapatkan hasil pengetesan, Nde kembali kerumah.

  • Hasil Pengujian

Mesin 125 cc Mio M3 memang cukup powerful karena lonjakan tenaga muncul dari kecepatan dibawah 10 km/jam (on speedo), menurut Nde lebih baik apabila dibandingkan dengan Beat eSP yang muncul pada kecepatan 15 km/jam (on Speedo) dan Vario 125 lawas yang baru muncul pada kecepatan 40 km/jam (on speedo).

Review Filter Ferrox Di Vario 125, Tarikan Semakin Responsif, Tenaga Lebih Merata

Suspensi yang stiff kelebihannya adalah membuat motor lebih stabil dipacu pada kecepatan tinggi di jalan aspal yang mulus tetapi menjadi kurang nyaman ketika melintasi aspal bergelombang atau jalan tidak rata seperti jalan cor. Mengingat kondisi jalan di desa secara umum kurang bagus maka menurut Nde, hal tersebut menjadi sebuah kekurangan, apalagi ukuran ban Mio M3 125 standar 70/90-14 (depan) dan 80/90-14 (belakang) terbilang cukup kecil.

Sebaliknya Honda Beat POP yang hadir dengan suspensi dan jok yang cukup empuk ketika dipacu pada kecepatan 80 km/jam diatas jalan cor dan ban yang berukuran satu tingkat lebih besar dibandingkan Mio M3 125 yaitu 80/90-14 (depan) dan 90/90-14 9belakang) membuat handlingnya masih cukup mumpuni, tetapi bukan berarti suspensi yang empuk tanpa kelemahan. Suspensi empuk apabila dipacu dengan kecepatan tinggi motor berayun-ayun dan tentu saja berbahaya.

Masalah handling liar yang Nde alami ketika melintas dijalan cor bisa jadi disebabkan oleh bobot pengendara yang hanya 40 kg, kemungkinan apabila Mio M3 125 dikasih beban lebih berat dan menggunakan ban yang lebih besar akan lebih stabil.

Masalah kemampuan rem yang mumpuni sudah menjadi ciri khas motor-motor Yamaha, menurut Nde lebih baik apabila dibandingkan dengan kemampuan rem dari metik keluaran Honda. Menggunakan Mio M3 125 Nde lebih pede melakukan hard braking.

Kondisi jalan memang kosong tetapi karena kondisi jalan yang bervariasi, maka tidak memungkinkan untuk menggali top speed Mio M3 125 Bluecore, kecepatan 80 km/jam merupakan kecepatan psikologis yang Nde anggap mampu mewakili top speed yang mampu diraih secara umum di jalan raya.

  • ย Kesimpulan

Mengetes motor hanya berjalan sejauh 3 km memang belum mampu menggali potensi motor secara maksimal, tetapi secara umum setelah melakukan pengetesan Mio M3 125 Nde mempunyai kesimpulan sebagai berikut :

Dalam kondisi standar, dengan performa mesinย serta kemampuan rem yang mumpuni, Mio M3 125 sangat cocok apabila digunakan didaerah perkotaan dengan jalan yang relatif mulus, tetapi kurang cocok apabila digunakan didaerah dengan kondisi jalan yang kurang bagus seperti di pedesaan. ย Apabilaย ingin menggunakan Mio M3 125 didaerah pedesaan Nde sarankan ganti suspensi dengan yang lebih empuk & ukuran ban depan-belakang dinaikkan satu tingkat lebih besar.

salam dari desa ๐Ÿ˜‰

Baca Juga :

 

Iklan

Tentang ndesoedisi

Rural's Automotive Story|Cerita Otomotif Dari Pedesaan
Pos ini dipublikasikan di Yamaha dan tag , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

24 Balasan ke Baru Bisa Tesride Mio M3 125 Bluecore

  1. iphong berkata:

    tuku lek…

    Suka

  2. cadoxs berkata:

    pengereman buat matic terlalu mumpuni juga sangat beresiko apalagi bagian depan

    Suka

  3. peysblog berkata:

    Saya ge pernah ek nginjeum ngan kburu geuleuh. Kolot2 eta ngebeye kos nantang ngdrag vs vategawa da cnh sarua 125cc

    http://peysblogcorner.com/2015/09/17/menerawang-bentuk-lampu-satria-150-fi-ternyata-keren-euy/

    Suka

  4. Kobayogas berkata:

    isukan ah macana

    Suka

  5. ubaydillah berkata:

    ฦ—ฦ—ษ..ฦ—ฦ—ษ..ฦ—ฦ—ษ.. “ฬฎ sama sayapun begitu mang, memang begitu nasib rider mungil

    Suka

  6. Jin Galon berkata:

    Saya ganti ban belakang dengan M29S 90/80. Riding Quality jauh meningkat.

    Suka

  7. ockta berkata:

    kl mau test mio j mangga kang k sawangan.. sama athlete 2008 hehehe

    Suka

  8. Ping balik: Spyshoot Yamaha Aerox Indonesia, Semoga Sudah Ada Perbaikan Shock-Spakbor Dan Velg | Ndesoedisi

  9. Ping balik: Review Honda Beat POP eSP Di Daerah Pedesaan | Ndesoedisi

  10. Ping balik: Review Honda Beat POP Di Daerah Perbukitan | Ndesoedisi

  11. Ping balik: Review 1000 KM Pertama Honda Scoopy eSP, Tebakannya Salah Semua | Ndesoedisi

  12. Ping balik: Impresi Awal Suzuki Address 110 | Ndesoedisi

  13. Ping balik: Review Suzuki Address 110, Tak Kenal Maka Tak Sayang | Ndesoedisi

Silahkan Dikomentari

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s