Otak-Atik Gathuk (51) Falsafah Wiro Sableng Di Dunia Otomotif Roda Dua

Artikel “Otak-Atik Gathuk” adalah artikel yang berisi analisa suatu permasalahan dengan menggunakan prinsip mencocokkan segala sesuatu agar terlihat saling berhubungan. Artikel OAG ini merupakan salah satu bentuk humor otomotif. Sebagai sumber rujukan digunakanlah wangsit yang didapat oleh Mbah Mbuh Sapa. Oleh sebab itu, apabila ada nama, tempat, waktu atau kejadian yang sama merupakan suatu ketidaksengajaan yang dibuat secara sengaja yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya😎

Ketika sedang istirahat siang, Nde tiba-tiba didatangin oleh Mbah Mbuh Sapa setelah beberapa lama menghilang dari peredaran dunia perOtak-Atik Gathukan. Mbah Mbuh Sapa bercerita bahwa falsafah yang ada di novel cerita persilatan ternyata digunakan juga didunia permotoran nyata. Salah satunya yaitu falsafah di cerita Wiro Sableng.

Wiro Sableng adalah nama seorang jagoan di novel persilatan karangan Bastian Tito yang terkenal pada tahun 90an. Karena sangat digemari, Novel silat Wiro Sableng bahkan pernah diangkat ke layar kaca dalam bentuk film dan serial sinetron.

Karena tertarik & penasaran Nde lalu mendengarkan setiap penjelasan Mbah Mbuh Sapa dengan cara saksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya 😆 . Penasaran seperti apa cerita Mbah Mbuh Sapa ? Mari kita simak bersama-sama 😀

Falsafah 212

Pendekar 212 Wiro Sableng
Pendekar 212 Wiro Sableng

Di dalam komik persilatan Wiro Sableng, falsafah yang paling terkenal adalah angka 212, didunia otomotif pun falsafah ini berlaku, angka 212 artinya adalah :

lawanlah DUA buah produk unggulan kompetitor dengan SATU buah produk sandwich, dan lawanlah SATU produk sandwich dengan DUA produk unggulan

Produk sandwich itu apa  Mbah ? tanya Nde, Mbah Mbuh Sapa menjawab sandwich itu kan roti yang diisi dengan berbagai macam sayuran  dsb, produk sandwich itu digunakan untuk memukul dua kompetitor sekaligus. Contohnya seperti :

  • untuk melawan Beat series & Vario series (2 jenis) digunakan Mio M3 125 (1 jenis) secara spesifikasi teknis, Mio M3 125 berada di antara Beat & Vario series, nah untuk melawan Mio M3 125 (1 jenis) digunakanlah Beat eSP dan Beat POP (2 jenis)
  • Tiger & Megapro (2 jenis) dilawan Vixion (1 jenis), Vixion (1 jenis) dilawan CBSF & Verza (2 jenis), Byson & Scorpio jangan dihitung supaya hitungan menjadi pas 212 😆

Selain falsafah 212, ada lagi yang lain yaitu :

 

Falsafah Lawan Sepadan

wiro-sableng-episode-101-gerhana-di

Dalam episode Gerhana Di Gajahmungkur dikisahkan bahwa Datuk Lembah Akhirat mempunyai pusaka sarung tangan penyedot bathin, yang mampu menyerap tenaga dalam & luar dari musuh-musuhnya. Dengan pusaka tersebut akhirnya Datuk Lembah Akhirat mempunyai tenaga dalam yang berlipat ganda, dan sulit dikalahkan meskipun sudah dikeroyok oleh tokoh Silat golongan putih. Ternyata untuk mengalahkan Datuk Lembah Akhirat, Guru sang pendekar berpesan sebagai berikut :

lawanlah manusia dengan manusia, yang gaib dengan yang gaib, lawanlah binang dengan binatang

Awalnya Wiro Sableng kebingungan memecahkan teka-teki petunjuk tersebut, terutama mengenai lawanlah binatang dengan binatang. Tetapi akhirnya Wiro Sableng berhasil mengalahkan Datuk Lembah Akhirat setelah berhasil memecahkan teka-teki petunjuk itu bahwa sarung tangan Penyedot Batin itu terbuat dari kulit ular Kobra.

Didunia permotoran hal tersebut juga berlaku, contohnya :

  • Vixion 150 SOHC overstroke, tidak bisa dilawan oleh CBSF 150 DOHC overbore, sehingga CBSF difacelift dengan spesifikasi DOHC overstroke near square (padahal tetep aja Strokenya lebih panjang dikit 😆 )
  • Suzuki mempunyai Ayago Satria 150 F, akhirnya Honda mengeluarkan Ayago Sonic 150 R
  • Sonic 150 Injeksi, akhirnya Suzuki “akan” menginjeksikan Satria 150 F
  • Motor Honda dilengkapi disc brake di roda depan & belakang, Yamaha akhirnya juga sama.
  • Awalnya Ninja 250 bermain sendiri, akhirnya Honda & Yamaha membuat motor 250 CC

Sehingga tidak aneh apabila motor yang muncul belakangan mempunyai bentuk dan fitur yang mirip-mirip, karena memang seperti itulah kondisi yang ada, jadi silahkan direnungkan sendiri jelas Mbah Mbuh Sapa.

Itulah cerita tentang falsafah dari komik Wiro Sableng berdasarkan wangsit Mbah Mbuh sapa, benar tidaknya tidak usah dipikirkan karena aturan dari Otak-Atik Gathuk yaitu :

Tidak percaya syukur, kalo percaya malah takut menjadi musyrik, jadi sobat semua bisa mengambil kesimpulan sendiri kan :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen:

Artikel Otak-Atik Gatuk yang lain bisa dilihat disini

Iklan

25 pemikiran pada “Otak-Atik Gathuk (51) Falsafah Wiro Sableng Di Dunia Otomotif Roda Dua

      1. Aya mang nu saya lengkap tuh koleksina, tapi episode terakhirna ngagantung..setelah Bastian Tito ga ada, ada yang nerusin tapi cuma beberapa episode & kurang bagus.. ayo donload mang.. novel silat lawas mah loba pdfna 😆

        Suka

  1. Ping-balik: Semoga Satria Fu Injeksi Belum Terlambat Menghadang Sonic 150 R | Achirul Personal Blogs

Silahkan Dikomentari

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s