Review Filter Ferrox Di Vario 125, Tarikan Semakin Responsif, Tenaga Lebih Merata

Ndesoedisi.com-melanjutkan artikel Nde sebelumnya tentang penggunaan filter udara Ferrox pada Vario 125, maka Nde lanjutkan dengan review penggunaan filter tersebut dan pengaruhnya terhadap performa Vario 125.

Filter-Ferrox-Untuk Vario-125 (6)

Sebelum memulai review, sebagai tambahan informasi kondisi Vario 125 milik Nde masih standar, menggunakan oli MPX 2 (yang sudah waktunya diganti 😥 ), BBM yang digunakan adalah Pertamax. Nde sendiri sebagai rider mempunyai dimensi 155cm / 40 kg, sehingga faktor Power to Weight Ratio akan sangat berpengaruh terhadap hasil pengetesan 😆

Ketika masih menggunakan filter udara original AHM, yang Nde rasakan adalah sebagai berikut:

  • Putaran bawah dari 0 – 40 km/jam tenaga seperti tertahan.
  • Tenaga baru keluar setelah speedometer melewati angka 40 km/jam
  • Tenaga terasa di rentang 60-95 km/jam.
  • Tenaga mulai menurun setelah speedometer melewati angka 95 km/jam.
  • Top Speed mentok diangka 105 km/jam speedometer.
  • Getaran mesin di kecepatan rendah terasa pada kisaran 20-40 km/jam, suara getaran bodi terdengar cukup mengganggu.

Dengan kondisi seperti diatas, jujur saja Nde terkadang merasa kesulitan mengendalikan Vario 125 karena jika gas dibuka pelan tenaga motor seperti tertahan, tetapi jika membuka gas terlalu besar motor akan menghentak sehingga harus pintar-pintar mengatur antara gas dengan rem. Tenaga motor yang tertahan diputaran bawah juga terasa sangat kurang nyaman apabila digunakan untuk membuntuti iring-iringan kendaraan.

Setelah filter Ferrox terpasang, Nde sengaja menggunakan Vario 125 untuk berangkat kerja sekaligus melakukan pengetesan performa filter baru. Kondisi jalan yang dilewati adalah jalan alternatif via kebun karet, dengan kondisi jalan campur antara jalan rusak dan jalan beton. Untuk pengetesan Top speed di lakukan di jalan yang pernah digunakan oleh D’Gujubar untuk mengetes CBR 150 R.

Info mudik (2014) menghindari macet di Sadang Jalur Alternatif Kopo Subang lewat kebun karet

Jalan raya PHP, selang-seling antara jalan rusak dengan jalan beton

trek lurus lebih dari 600m

Trek lurus 600 m++ cukup untuk mengetes top speed … 😈

Hasilnya, terasa peningkatan power yang cukup signifikan sebagai berikut :

  • Power tertahan di putaran rendah bergeser ke angka 20 km/jam
  • Power keluar secara linear & halus pada kecepatan 20-105 km/jam
  • Tenaga mulai turun pada kecepatan 105 km/jam.
  • Top speed mentok di 110 km/jam, terasa sekali limiter bekerja.
  • Tarikan terasa lebih responsif, dan enteng.
  • Getaran mesin berkurang meskipun bila dirasakan masih terasa sedikit pada kecepatan 10-25 km/jam
  • Suara ngorok tidak terlalu terdengar lagi 😆

Dengan perubahan power tersebut, sekarang Vario 125 menjadi lebih nyaman digunakan pada kondisi kecepatan rendah seperti kemacetan & jalan yang jelek. Nde juga lebih pede ketika menguntit iring-iringan kendaraan karena motor menjadi lebih mudah dikendalikan.

Selain mempunyai segudang kelebihan, namanya produk buatan manusia tentu saja tidak luput dari kelemahan, menurut Nde filter udara Ferrox juga mempunyai kelemahan sebagai berikut :

  • harga tergolong mahal untuk sebagian kalangan masyarakat 😆 .
  • ketika servis dibengkel harus diawasi karena tidak semua mekanik mengetahui cara memperlakukan filter udara yang berbahan kawat baja, pembersihan menggunakan bensin, sikat kawat, atau diolesi oli atau cairan lain bisa merusak filter dan bingkainya.
  • pekerjaan tambahan yaitu rajin mengecek & membersihkan filter setiap 2000-5000 km agar tidak ada kotoran yang menyumbat, dan mengakibatkan kerusakan pada filter, berbeda dengan filter biasa yang jika rusak/kotor tinggal diganti, sering-sering mengganti filter Ferrox tentu saja kurang ekonomis.

Itulah kelebihan & kekurangan penggunaan filter Ferrox pada Vario 125, overall Nde sudah puas dengan peningkatan performanya untuk digunakan harian, maklum Nde bukan seorang speedfreak 😀 . Akhir kata Nde teringat pesan dari Mbah Mbuh Sapa bahwa :

kita sebagai pengendara harus tetap waspada, kosentrasi & mengontrol emosi jangan sampai terbuai dengan peningkatan performa motor kita yang pada akhirnya bisa merugikan diri sendiri dan orang lain

salam dari desa 😉

Iklan

33 pemikiran pada “Review Filter Ferrox Di Vario 125, Tarikan Semakin Responsif, Tenaga Lebih Merata

  1. tri_aja_gunung_kidul

    Mlh tak cuci pake sunlite kl bersihib trus tak keringin pake kipas angin..dah 2 th nan msh ok tuh filter tak pasang di vixy sibiru’07

    Suka

  2. Ping-balik: Baru Bisa Tesride Mio M3 125 Bluecore | Achirul Personal Blogs

  3. Ping-balik: Vario 125 Mogok Karena Diisi Pertamax Berwarna Hijau | Ndesoedisi

  4. Ping-balik: Review Honda Beat POP eSP Di Daerah Pedesaan | Ndesoedisi

  5. Ping-balik: Review Honda Beat POP Di Daerah Perbukitan | Ndesoedisi

  6. Ping-balik: Bye-Bye Pinky, Kita Hanya Berjodoh Selama 3 Tahun | Ndesoedisi

Silahkan Dikomentari

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s