Akhirnya Memasang Filter Ferrox Di Vario 125

Ndesoedisi.com-tidak terasa si Pinky Wantufaif alias Vario 125 lawas telah menemani keluarga Nde selama hampir dua tahun, setelah Nde mereview penggunaan pada saat 10.000 km, tidak terasa odometer telah menunjukkan angka 18.000. Menurut buku pedoman pemilik seharusnya dilakukan penggantian filter udara pada km 16.000. Tetapi karena S & K berlaku akhirnya baru sekarang dilakukan penggantian filter udara tersebut πŸ˜†

Awalnya Nde akan menggantinya dengan filter udara original AHM, tetapi setelah dipikir-pikir akhirnya Nde memilih untuk menggunakan filter udara aftermarket yang dipercaya mempunyai performa lebih baik meskipun harganya juga cukup lumayan untuk ukuran orang desa seperti Nde. Dari sekian banyak merk, Nde akhirnya memilih merk Ferrox setelah diracunΒ diskusi denganΒ blogger charming pengguna setia filter Ferrox di Yamaha Nmax dan Honda PCXnya. Berikut ini adalah keunggulan dari filter Ferrox :

  • Berbahan serat baja tahan karat T-304 sehingga lebih tahan lama.
  • Bebas perawatan & cukup mudah dibersihkan.
  • Menambah tenaga
  • Plug & play

Dengan berbagai macam kelebihannya Nde rasa Filter Ferrox dengan harga 300 ribuan masih cukup bersahabat dengan kemampuan kantong orang desa seperti Nde πŸ˜€ . Ketika bertemu dengan Mang Kobay di acara kopdar Dgujubar (belum sempat Nde buatkan artikelnya πŸ˜† ) Nde sekalian titip sebuah filter Ferrox untuk Vario 125.

Hanya berselang satu hari, paket berisi Filter Ferrox sampai ke tangan Nde. Daripada penasaran, Nde segera membuka isi kemasan tersebut.

isi kemasan Filter udara Ferrox

isi kemasan Filter udara Ferrox

Ternyata, kemasan berisi sebuah Filter udara Ferrox, dua buah stiker bertuliskan, sebuah stiker himbauan, dan sebuah buku petunjuk.

Filter Ferrox Vario 125

Filter Ferrox Vario 125

Filter Ferrox ini terbuat dari bahan serat kawat stainless steel T-304 yang dibingkai dengan karet alam sehingga lebih lentur dibandingkan dengan filter bawaan Vario 125 yang keras.

Pulang kerja Nde segera membongkar filter udara Vario 125 yang berada diatas cover CVT dengan menggunakan obeng.

Ternyata filter udara original Vario 125 setelah menempuh jarak 18.000 km kondisinya sudah sangat kotor, sehingga wajar apabila menurut buku pedoman pemilik dianjurkan untuk dilakukan pergantian.

Filter Udara Original Vario 125 sudah sangat kotor

Filter Udara Original Vario 125 sudah sangat kotor

Setelah tempat filter udara Vario 125 dibersihkan, Nde segera memasang Filter Ferrox untuk menggantikan filter udara original Vario 125. Setelah semua penutup dipasang & semua baud dikencangkan, proses pemasangan filter baru sudah selesai.

Filter-Ferrox-Untuk Vario-125 (14)

Karena sudah maghrib, maka Nde belum sempat mengetes performa dari filter Ferrox. Untuk reviewnya akan Nde bahas di artikel terpisah.

salam dari desa πŸ˜‰

Iklan

Tentang ndesoedisi

Rural's Automotive Story|Cerita Otomotif Dari Pedesaan
Pos ini dipublikasikan di Review Sparepart dan tag , , , , , , , , . Tandai permalink.

16 Balasan ke Akhirnya Memasang Filter Ferrox Di Vario 125

  1. Kobayogas berkata:

    cieeee mang ndeeee

    Suka

  2. Ping balik: Review Filter Ferrox Di Vario 125, Tarikan Semakin Responsif, Tenaga Lebih Merata | Achirul Personal Blogs

  3. Ping balik: Vario 125 Mogok Karena Diisi Pertamax Berwarna Hijau | Ndesoedisi

  4. ilhami1 berkata:

    Di filter udara vario 125 ada semacam kantong oli. Waktu masih baru ada oli berwarna merah, tapi di km 5000an oli tsb sudah kering.Apa fungsi oli tersebut dan apa perlu diisi ulang?

    Suka

  5. Dunia Traveling berkata:

    mantap filter ferroxnya yahhh.. pengen coba ahhh
    http://www.duniatraveling.co.id

    Suka

  6. Daeng#125 berkata:

    Bisa diganti ke yg lebih kecil itu filternya soalnya terlalu besar menurut sya

    Suka

  7. Ping balik: Si Pinky Yang Tidak (Lagi) Berwarna Pink | Ndesoedisi

  8. Ping balik: Review Honda Beat POP Di Daerah Perbukitan | Ndesoedisi

  9. Ping balik: Bye-Bye Pinky, Kita Hanya Berjodoh Selama 3 Tahun | Ndesoedisi

Silahkan Dikomentari

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s