Otak-Atik Gathuk (50) Spesial HUT RI, Cerita Nasib Suzuki & Indonesia

Ndesoedisi.com-dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-70, Mbah Mbuh Sapa secara spesial kembali hadir dengan membawakan sebuah cerita yang masih ada hubungannya antara dunia otomotif dengan semangat nasionalisme bangsa Indonesia. Yaitu tentang Suzuki & Negara Indonesia.

Artikel “Otak-Atik Gathuk” adalah artikel yang berisi analisa suatu permasalahan dengan menggunakan prinsip mencocokkan segala sesuatu agar terlihat saling berhubungan. Artikel OAG ini merupakan salah satu bentuk humor otomotif. Sebagai sumber rujukan digunakanlah wangsit yang didapat oleh Mbah Mbuh Sapa. Oleh sebab itu, apabila ada nama, tempat, waktu atau kejadian yang sama merupakan suatu ketidaksengajaan yang dibuat secara sengaja yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya😎

Suzuki-way-of-life

Suzuki sebuah perusahaan otomotif yang berasal dari negara Jepang yang menanamkan modalnya di negara kita tercinta Republik Indonesia ternyata nasibnya saat ini juga mirip-mirip dengan nasib bangsa Indonesia. Nah penasaran seperti apa ceritanya ? Mari kita simak penuturan Mbah Mbuh Sapa 🙂

Mbah Mbuh Sapa dengan muka serius memulai ceritanya:

Nasib Suzuki Indonesia itu memang mirip-mirip dengan bangsa Indonesia. Kalau kita berbicara tentang kehebatan Suzuki harus ada embel-embel “dahulu” sama persis seperti kita bercerita tentang negara kita tercinta. Hal tersebut bisa dilihat dari hal-hal berikut ini :

  • Melampaui Jaman

Suzuki terkenal dengan produknya yang melampaui jaman dari Shogun series hingga Satria series. Begitu juga dengan bangsa Indonesia ini, setelah merdeka maka Indonesia segera membangun kekuatan militer,  pada 1960an atau semasa Trikora Indonesia dengan dukungan Uni Soviet memiliki peralatan tempur yang canggih pada masanya bahkan bisa dibilang lebih hebat dari kekuatan militer Indonesia saat ini.

KRI Irian (wikipedia)

KRI Irian (wikipedia)

TNI AL mempunyai KRI Irian (Sverdlov class) sebuah kapal perang berjenis penjelajah ringan (light cruiser) dengan bobot benaman sekitar 13.600 ton (panjang 210m). Sebagai perbandingan, kapal perang terbaru TNI AL yang sempat heboh dibicarakan karena ditolak oleh Singapura yaitu KRI Usman-Harun hanya 1940 ton (89,9 m)

TNI AU mempunyai ratusan pesawat tempur termasuk pembom TU 16. TU 16 merupakan salah satu pesawat pembom buatan Uni Soviet yang canggih pada masanya. Selain itu Indonesia juga memiliki puluhan pesawat pemburu canggih pada masanya seperti MIG-21 Fishbed. Saat ini TNI bahkan tidak memiliki pesawat pembom.

Indonesia pada tahun 1960an juga sudah melakukan riset tentang roket. Bahkan akhirnya pada tahun 1995 Indonesia menjadi negara pertama di Asia tenggara yang mampu memproduksi pesawat terbang yaitu N 250.

Hal-hal diatas tentu saja sangat mirip dengan kondisi Suzuki, dimana dahulu Suzuki terkenal dengan produk yang “lebih” dibandingkan dengan rivalnya, mulai dari Shogun 110, Shogun SP, Shogun Fi hyperinjection, Satria 150 F, hingga produk cbu seperti FXR. Berbicara fitur, sebenarnya dahulu di kelas metik ada Skywave, metik bongsor pertama dengan bagasi yang luas. atau di Shogun 125 series yang sudah menerapkan shutter key sebagai sistem keamanan.

  •  Terlena dengan jargon Zero Enemy Thousand Friends, Mengganti Produk Unggulan Dengan Produk Yang Kurang Kompetitif

Setelah turunnya Bung Karno, militer Indonesia bisa dibilang mengalami penurunan kualitas alutsista, alutsista gahar peninggalan orde lama karena diembargo oleh Uni Soviet mulai ditinggalkan karena kesulitan suku cadang. Tetapi sayangnya penguasa Orde Baru yang condong ke negara Barat justru membeli alutsista yang “biasa-biasa” saja. Tahun 1960an Indonesia bisa dibilang sebagai negara terkuat di belahan bumi selatan. Tetapi saat ini, dari segi alutsista, kita harus mengakui kalau kita kalah dari Singapura. Hal itu mirip dengan kondisi Suzuki dimana produk-produk jempolan disuntik mati, produk yang baru kualitasnya justru mengalami penurunan bahkan jauh apabila dibandingkan dengan rival-rivalnya.

Memasuki Orde Baru, memang negara lain juga tidak berani perang secara frontal dengan Indonesia, tetapi setelah reformasi, negara-negara sekitar mulai berani meledek negara Indonesia. Karena sudah lama tidak mendapat ancaman musuh (hanya melawan gerakan sparatis), maka militer Indonesia mulai santai dan tidak melakukan upgrade kekuatan. Hasilnya ketika Malaysia & Singapura meledek Indonesia, Indonesia baru sadar bahwa alutsista yang dimiliki sudah usang, sudah kurang relevan dengan kondisi perang jaman sekarang. Setelah itu baru dicanangkan adanya Minimum Essential Force, yang dimulai pada jaman pak SBY, tetapi tidak tahu apakah Bapak Presiden Jokowi juga akan melanjutkan program tersebut atau tidak.

Suzuki pun terlena, bertahun-tahun berjualan Satria Fu dengan tenang karena tidak ada rival sehingga tidak pernah ada upgrade, hasilnya menjadi kalang kabut ketika AHM meluncurkan Sonic 150 R.

  • Garda Terdepan Tidak Terawat
salah satu contoh Beres Suzuki yang selingkuh

salah satu contoh Beres Suzuki yang selingkuh

Berbicara suatu negara, garda terdepan adalah perbatasan dengan negara lain. Saat ini kondisi daerah perbatasan Indonesia dengan negara lain kondisinya sangat memprihatinkan, banyak patok yang digeser & hilang dicuri. Hal ini juga sama dengan Suzuki, garda terdepan dari atpm adalah dealer. Saat ini banyak sekali dealer Suzuki yang tutup atau beralih menjadi bengkel biasa atau menjadi tempat usaha yang lain bahkan “dicuri” menjadi atpm lain.

Kasus Sipadan & Ligitan bisa menjadi contoh nyata & pelajaran berharga, dimana awalnya Pemerintah “kurang memperhatikan” kedua Pulau tersebut, setelah diklaim oleh Malaysia barulah Pemerintah kebakaran jenggot dan berusaha merebut kembali kedua pulau tersebut, seandainya dari awal Pemerintah lebih peduli dengan memperhatikan pulau Sipadan & Ligitan maka dijamin Malaysia akan sulit merebutnya dari Indonesia. Jika masyarakat di perbatasan tetap tidak diperhatikan oleh Pemerintah, maka suatu saat mereka akan berpindah kelain hati. Persis seperti yang pernah diceritakan sebelumnya bahwa musuh utama dari Suzuki bukanlah produk dari kompetitor tetapi kondisi dealer yang sudah tidak diperhatikan oleh menajemen Suzuki.

  • Loyalis Fanatik
demo fans Suzuki

demo fans Suzuki

Sejelek-jeleknya negara Indonesia, rakyat Indonesia tetap tidak rela jika negaranya dilecehkan oleh negara lain. hal itu terbukti dari hal-hal seperti kasus Ambalat sampai dengan pertandingan Timnas kalah dari Malaysia. Meskipun sebenarnya Pemerintah & Pejabat Indonesia lebih banyak PHP, dan tidak mau mendengar aspirasi rakyatnya. Suzuki pun seperti itu, loyalis akan membela mati-matian nama Suzuki meskipun pihak manajemen Suzuki selama ini hanya memberi PHP dan tidak mau mendengar aspirasi para loyalisnya.

Banyak loyalis Suzuki yang membela diri dengan ungkapan “dulu Suzuki hebat, Produknya Hebat, di MotoGP juga hebat” hal itu juga sama seperti rakyat Indonesia yang mengatakan “dulu Indonesia hebat, ditakuti bangsa lain” tetapi bagaimana jika kata “dulu” itu dihapus ? masihkah kalimat hebat itu masih terbukti sekarang ?

Akhir kata, Mbah Mbuh Sapa berpesan kepada para loyalis Suzuki & seluruh rakyat Indonesia :

Seperti pesan Bung Karno bahwa jangan sekali-kali meninggalkan sejarah (Jasmerah) tetapi jangan terbuai oleh sejarah. Bagaimana pun sejarah itu adalah masa lalu, jadikan sejarah sebagai pelajaran untuk lebih maju di masa depan. Sehebat dan sejelek apapun sejarah kita semua itu sudah lewat, tetapi sekali lagi bukan untuk dilupakan atau terlalu dibangga-banggakan karena yang namanya sejarah itu pasti bukan hasil dari karya kita saat ini, tetapi itu adalah hasil karya para pendahulu kita.

Sejarah ibarat kondisi lalu lintas dibelakang kendaraan kita, dilihat melalui spion ketika kita akan menyalip kendaraan didepan, tetapi jika dilihat terus-menerus malah bisa membuat celaka

Itulah cerita tentang negara Republik Indonesia yang kisahnya mirip-mirip dengan nasib Suzuki kata Mbah Mbuh Sapa. Nde lalu bertanya kenapa ya kok bisa seperti itu ? Mbah Mbuh Sapa menjawab ya mungkin karena sama-sama Indo. Sama-sama Indo gimana mbah ? kejar Nde, Mbah Mbuh Sapa menjawab lah Suzuki kan dibawah Indomobil group, mirip kan nama INDOmobil sama INDOnesia, karena sama-sama berawalan INDO ? Wah, urusan Otak-Atik Gathuk memang Mbah Mbuh Sapa jagonya, yang penting :

Tidak percaya syukur, kalo percaya malah takut menjadi musyrik, jadi sobat semua bisa mengambil kesimpulan sendiri kan :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen:

Artikel Otak-Atik Gatuk yang lain bisa dilihat disini

salam dari desa 😉

Iklan

Tentang ndesoedisi

Rural's Automotive Story|Cerita Otomotif Dari Pedesaan
Pos ini dipublikasikan di Otak-Atik Gathuk dan tag , , , , , . Tandai permalink.

15 Balasan ke Otak-Atik Gathuk (50) Spesial HUT RI, Cerita Nasib Suzuki & Indonesia

  1. Indomoto berkata:

    joossss analisanya 🙂

    Suka

  2. zuroichi berkata:

    Pinter sejarahe.oteke tokcere

    Suka

  3. st3v4nt berkata:

    ya gitu kalau manajemen kisruh….efeknya lanjut terus….

    Suka

  4. Alki Rahmatullah berkata:

    Makin kesini makin “lembek” bahkan menuju ke “hancur”…. Kasihan Suzuki,kasihan negeriku….

    #oot Permisi,izin sharing ya gan.. Versi Android terbaru 6.0 resmi diperkenalkan sama Google. Tetapi dengan nama Marshmallow,bukan Muffin seperti yang santer diberitakan. Kira-kira dapat update gak nih hh nya gan?

    http://alkirahmatullah.com/2015/08/19/android-6-0-marshmallow-resmi-diperkenalkan-ke-publik/

    Suka

  5. arh thea berkata:

    (●≧▽≦)♪ ωααααααασσσσωωωωωωω….. Iıllllııllıı♣§ę┼ůjů♣lıllllııll 😀

    Suka

  6. Ping balik: Di Pedesaan, Satria Fu Injeksi, MX King Dan Supra X 150 Akan Menjepit Sonic 150 R | Ndesoedisi

Silahkan Dikomentari

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s