(Opini) N Max Non ABS Segera Diluncurkan, Mampukah Menarik Konsumen Di Pedesaan ?

Ndesoedisi.com-Yamaha N Max Non ABS sebentar lagi akan diluncurkan. Menurut perkiraan wakHaji TMC disini, akan peluncuran N Max Non ABS akan dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 22 Juni 2015 besok. Dari berbagai info yang masuk juga menyebutkan bahwa harga N Max Non ABS dipastikan dibawah 25 juta rupiah, bisa jadi 22 juta, 23 juta atau bahkan 24,4 juta rupiah seperti yang ditulis oleh Ipan Pertamax 7 disini.

lustrasi Yamaha N Max non ABS

lustrasi Yamaha N Max non ABS

Sebagai orang desa yang tidak mau ketinggalan jaman, tentu saja Nde juga ikut mencari informasi tentang peluncuran dan harga N Max Non ABS tersebut. Selama ini yang Nde rasakan bahwa informasi untuk masyarakat didaerah pedesaan masih kurang, ya mungkin karena mayoritas blogger otomotif tinggal didaerah perkotaan sehingga tidak terlalu paham dengan perilaku konsumen yang ada di pedesaan πŸ˜† . Kebetulan Nde tinggal didesa, akhirnya Nde tertarik juga untuk ikut membahas Yamaha N Max Non ABS tersebut, apakah Yamaha N Max mampu menarik minat konsumen di daerah pedesaan. Seperti apa dan seberapa besar poin-poin yang mempengaruhi minat orang desa untuk membeli Yamaha N Max non ABS ? MAri kita simak bersama-sama πŸ˜€

  • Desain

Tidak bisa dipungkiri bahwa desain sebuah produk merupakan suatu poin yang menjadi daya tarik bagi konsumen. Faktor desain Yamaha N Max bisa dibilang cukup krusial. Bagi orang kota dan orang yang sudah melek internet, tentu saja sudah sangat familiar dengan desain maxi scooter, tetapi tidak bagi orang desa.

Desain maxi scooter bagi orang desa secara umum masih terasa kurang familiar.

Pengalaman Nde menunjukkan foto N MAX ABS pada awal kemunculannya menghasilkan jawaban yang cukup berbeda. Rata-rata menyebut desain M Max seperti metik buatan Cina, tetapi ada yang menyebut seperti motor listrik, dan ada yang menyebut mirip Jet Matic Kymco.

  • Harga

Bagi orang desa harga merupakan komponen yang cukup sensitif dan tentu saja orang desa punya pandangan tersendiri dalam menilai sesuatu. Mayoritas orang desa akan membandingkan suatu produk berdasarkan harga secara langsung tanpa melihat spesifikasi secara detail.

Jika Yamaha N Max Non ABS mempunyai harga di rentang 22 juta – 25 juta, maka mayoritas orang desa akan menganggap bahwa N Max Non ABS overprice.

mengapa demikian ? karena orang desa akan membandingkan dengan harga Vario 150 yang berada di rentang harga 19 – 20 juta. Mengapa dibandingkan dengan Vario 150 ? bukan dengan Honda PCX? ya karena orang desa juga tidak familiar dengan Honda PCX 150. Sedangkan Vario 150 merupakan metik dengan spesifikasi “hampir mirip” terutama dari segi kubikasi yang sudah banyak lalu lalang dipedesaan (baca artikel tersebut disini). Perlu diingat juga bahwa kisaran harga 22juta-25 juta bagi orang desa akan lebih “worth” jika membeli motorsport 150 cc.

  • Image

Faktor image juga mempengaruhi minat beli dari masyarakat pedesaan. Image ini berhubungan dengan poin yang pertama bahwa motor yang mempunyai desain kurang familiar akan mempunyai image sebagai:

motor yang sparepartnya susah dan mahal karena harus ke bengkel resmi

Dalam pandangan orang desa, servis ke bengkel resmi dianggap mahal dan merepotkan. Dengan alasan tersebut masyarakat pedesaan lebih suka melakukan service kendaraan di bengkel biasa,Β  biasanya orang desa hanya melakukan service di bengkel resmi ketika masih dalam masa garansi karena tertarik ada service atau oli gratis.

  • N Max ABS justru lebih “worth

Dengan beberapa poin yang Nde jabarkan diatas, bukan berarti N Max tidak akan laku di pedesaan, N Max dijamin tetap ada yang beli hanya saja jumlahnya tidak akan terlalu banyak. Siapakah yang mau membeli N Max ? Tentu saja orang desa yang mempunyai ekonomi terbilang menengah keatas, dan update akan informasi otomotif. Update disini bisa jadi mereka memang mengakses internet, bisa juga dari anaknya yang sekolah/kuliah dikota, atau orang desa tetapi bekerja kantoran di kota, atau PNS.

Mengapa Nde mengatakan bahwa bagi orang desa N MAX ABS justru lebih “worth” untuk dibeli ? Karena N Max Non ABS praktis hanya mengandalkan keunggulan pada desain dan VVA pada mesin. Faktor desain sudah Nde jelaskan. Faktor kedua, VVA merupakan teknologi permesinan yang tidak bisa dipahami secara langsung oleh masyarakat pedesaan secara umum. (Ulasan mengenai pemahaman konsumen tentang teknologi yang mengerti anda dengan anda yang mengerti teknologi ada di sini).

Jika desain dan teknologi permesinan tidak efektif ditonjolkan dipedesaan, maka satu-satunya jalan untuk menunjukkan keunggulan N MAX adalah pada teknologi ABSnya. Meskipun tidak semua orang desa mengerti apa itu teknologi ABS, tetapi dengan menjelaskan bahwa :

“ini motor remnya sudah canggih, seperti rem pada mobil yaitu bisa mencegah roda terkunci karena sudah ada alat yang mengaturnya secara elektronik”

Maka secara umum orang desa akan langsung paham bahwa Yamaha N Max ABS adalah motor yang canggih, dan merasa wajar membayar lebih mahal dengan kecanggihannya tersebut. Perlu diingat juga bahwa harga N Max ABS di kisaran 27 juta itu menyamai harga motor-motor sport 150cc seperti Ninja 150 L/V (2 tak) dan beda sedikit dengan harga R15/CBR 150.

Itulah opini pribadi Nde sebagai orang desa tentang Yamaha N Max non ABS, opini ini merupakan murni opini Nde sendiri yang berasal dari hasil pembicaraan dengan beberapa orang tetangga. Akhir kata semoga artikel ini berguna.

salam dari desa πŸ˜‰

Iklan

Tentang ndesoedisi

Rural's Automotive Story|Cerita Otomotif Dari Pedesaan
Pos ini dipublikasikan di Yamaha dan tag , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

30 Balasan ke (Opini) N Max Non ABS Segera Diluncurkan, Mampukah Menarik Konsumen Di Pedesaan ?

  1. arh thea berkata:

    Terlalu mahal bagi kebanyakan warga desa seperti saya mah.. mending vario 150.. β”Όβ”Όeeβ”Όβ”Όee..β”Όβ”Όee

    Suka

  2. baha berkata:

    lawan pario ntar nunggu keong di apgret

    Suka

  3. Mas Sayur berkata:

    Absen wae,Nde…
    Ra mudeng aku..
    .,ono tembung worth worth mbarang..,opo kuwi..?

    Suka

  4. ardiantoyugo berkata:

    dibawah 20jt… wkwkwkwk…

    Suka

  5. cadoxs berkata:

    Nunggu shocknya empuk kek mbit baru borong 😁

    Suka

  6. Kobayogas berkata:

    jadi oge heheheh…wah tampilana beda eung

    Suka

  7. cvnadagroup2017 berkata:

    like

    Suka

  8. peysblog berkata:

    Setuju mang… lengkap pisan euy

    Suka

  9. mbah_anom berkata:

    Klo di bulan puasa beda ya cara pemilihan bahasanya ?
    Kaya ada manis manisnya gituh :v ekekekke

    Suka

  10. smartfaiz berkata:

    punya sodara rumahnya di trenggalek, motor2 tetangganya pada keren2… bertahun2 lalu namanya old CBR 150 CBU bersliweran disono.. klo jaman sekarang ninja 250 buanyak ditemui…. ternyata perkampungan TKW. Nmax mah sepele… πŸ™‚

    Suka

    • ndesoedisi berkata:

      inti artikelnya bukan di daya belinya Om, tapi masalah kurang familiarnya, sebab ditempat saya juga kalo kaya Ninja 250 juga banyak, apalagi sport 150 cc terutama Vixion series & CBSF πŸ˜€

      Suka

  11. top untuk blognya….
    semoga sukses selalu….

    Suka

Silahkan Dikomentari

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s