Ingin Mencoba Tol Cipali, Waspadai Dan Perhatikan Hal-Hal Berikut Ini

Ndesoedisi.com-tol Cipali telah resmi dibuka pada hari Minggu 15 Juni 2015, Tol sepanjang 116,75 km yang menghubungkan Purwakarta dengan Cirebon itu tentu saja membuat banyak orang yang penasaran ingin mencoba tol Cipali tersebut, apalagi dikabarkan bahwa dalam masa ujicoba, tidak dikenakan tarif tol alias gratis. Tetapi agar kenyamanan tidak terganggu, sebelum mencoba Tol Cikopo Palimanan tersebut, ada baiknya sobat Nde memperhatikan hal-hal berikut ini :

tol Cipali
tol Cipali

  • Sedikitnya SPBU yang telah beroperasi
ilustrasi spbu (pic:google)
ilustrasi spbu (pic:google)

Tol Cipali baru saja diresmikan, tentu saja masih banyak kurangan. Hal yang menjadi perhatian utama adalah jumlahΒ  SPBU yang telah beroperasi secara maksimal. Mengutip berita dari antaranews.com:

Ahmad Bambang Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina menyebutkan ada 4 unit SPBU yang akan beroperasi secara bertahap. Keempat SPBU tersebut masing-masing terletak di rest area km 102 dan km 166 untuk arah Palimanan. Sedangkan untuk arah Cikopo terletak di rest area km 101Β  dan km 164.

Pengoperasian SPBU akan dimulai dari SPBU km 102. Selanjutnya SPBU km 101 mulai beroperasi pada 22 Juni 2015, SPBU km 166 pada 30 Juni, dan terakhir SPBU km 164 pada 7 Juli.

Dengan melihat jadwal beroperasinya SPBU tersebut, berarti saat ini baru ada satu buah SPBU yaitu di km 102 arah Palimanan. dan belum ada SPBU yang beroperasi untuk arah Cikopo dari Cirebon.

Menurut penuturan para pedagang di sekitar pintu tol Kalihurip, meskipun baru dibuka kemarin, tetapi sudah ada korban beberapa mobil yang terpaksa diderek karena kehabisan BBM di tol Cipali tersebut. Mobil yang diderek tersebut keluar melalui tol Kalihurip sebagai pintu tol terdekat.

 

  • Rest Area masih sedikit dan belum beroperasi secara maksimal
Tol Cipali rest area
ilustrasi rest area (pic: Adriansyah Yassin on Flickr)

Saat ini baru ada 4 buah rest area yang beroperasi, sehingga untuk mencoba tol Cipali diperlukan stamina yang prima karena akan menempuh perjalanan yang cukup jauh, sebagaimana dikutip dari antaranews.com:

Saat ini baru ada rest area pada jarak 60 kilometer. Padahal idealnya rest area ada pada jarak 20 hingga 30 km. Dengan jarak tempuh yang panjang tersebut maka fisik pengemudi sangat berpotensi lelah, apalagi sebelumnya telah menempuh perjalanan yang jauh.

Diharapkan ke depan jumlah tempat istirahat bisa ditambah untuk setiap 20 hingga 30 kilometer, sehingga pengemudi bisa istirahat dan tidak membahayakan jiwa dirinya dan pengguna jalan lainnya.

 

  • Masih ada timbunan material di tepi jalan
ilustrasi timbunan material
ilustrasi timbunan material (pic: RiyanArfiansyah on Skyscrapercity)

Jalan tol Cipali memang sudah dibuka secara resmi dan sudah bisa dipergunakan, tetapi sebenarnya belum steril 100%, masih ada sisa-sisa timbunan material yang memang belum dibersihkan di tepi jalan. Selain itu kondisi jalan yang masih kotor dan berdebu tentu saja bisa membahayakan para pengguna jalan.

 

  • Rambu-rambu & marka jalan belum terpasang 100%
tol Cipali, rambu-rambu belum terpasang
ilustrasi penunjuk jalan belum terpasang (pic: Adriansyah Yassin on Flickr)

Rambu-rambu dan marka jalan mempunyai fungsi yang sangat vital, sampai saat ini rambu-rambu dan marka jalan di tol Cipali belum terpasang semua sehingga berpotensi mengganggu kenyamanan pengguna jalan tol Cipali tersebut karena tidak semua pengguna jalan hafal dengan jalur di Tol Cipali.

 

  • Penerangan masih minim
ilustrasi minim penerangan (pic: bangrichie on Skyscrapercity)
ilustrasi minim penerangan (pic: bangrichie on Skyscrapercity)

Menurut pengamatan Nde, penerangan jalan tol Cipali masih sangat terbatas, masih terfokus di area-area tertentu seperti interchange, pintu tol dsb, belum ada penerangan menyeluruh sepanjang jalan tol. Untuk itu para pengguna jalan yang melintas pada malam hari diharapkan untuk waspada, jangan terbawa obsesi untuk memacu kendaraan melebihi kecepatan umum yang disarankan di jalan tol.

Itulah beberapa hal yang harus diwaspadai ketika mencoba jalan tol Cikopo-Palimanan, pertimbangkan dan rencanakan perjalanan dengan baik, agar tidak terjadi masalah ketika mencoba jalan tol tersebut.

salam dari desa πŸ˜‰

Iklan

28 pemikiran pada “Ingin Mencoba Tol Cipali, Waspadai Dan Perhatikan Hal-Hal Berikut Ini

  1. Tifarpus

    Semoga kemacetan bisa berkurang, tahun kemarin parah banget macet pantura. Tahun ini sih ane lebih pilih kereta api, kendaraan pribadi dititipin aja ke saudara, lebih hemat hehe…

    Suka

    1. amin, secara teori kemacetan di Pantura akan teratasi, tetapi kemungkinan macetnya pindah ke daerah Brebes πŸ˜† . Naik kereta api memang lebih hemat tetapi aktivitas pada saat lebaran jadi terbatas ga bisa kemana-mana πŸ˜€

      Suka

  2. Ping-balik: Menjelang Arus Mudik 2015, Jalur Tengah Mulai Diperbaiki | Achirul Personal Blogs

  3. Ping-balik: Ndesoedisi Pulang Ke Cilacap (1) Waspadai Tambalan Di Tol Cipali | Ndesoedisi

Silahkan Dikomentari

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s