Test Ride Honda PCX 150, Tiada Kata Selain Nyaman

Ndesoedisi.com-silaturahmi atau kopdar dengan blogger lain memang bisa membawa banyak berkah bagi siapapun termasuk Nde sendiri. Dalam menghadiri even Pasar Jongkok Otomotif 2015 kemarin, Nde mendapat kesempatan untuk mencoba beberapa motor sekaligus antara lain Ninja 250 Fi milik Mbah Cadox, Soul GT 125 Bluecore dan tesgap Mx King 150 di even Parjo 2015.

Yang terakhir sebelum Nde pulang tentu saja tidak lupa mengetes Sniego Armando de la Kobay, sebuah motor CBU yang mendapat julukan operpreet dari para fanboys yaitu Honda PCX 150 milik mang Kobay, admin Kobayogas sekaligus ketua D’Gujubar.

G Max alias ganteng Maximal :cool:

G Max alias ganteng Maximal 😎

Pertama kali melihat PCX dari dekat, seperti biasa Nde terkena sindrom ketika mengetes motor gambot, dengan bobot 127 kg dan bodi yang bongsor hal yang pertama kali terpikir : wah pasti berat, bodi bongsor ga lincah dll 😦 .

Tetapi begitu duduk diatas jok, motor ditegakkan, semua pikiran itu hilang, ternyata PCX ini beratnya masih terhitung normal. Jok terasa sangat empuk, dan pas, dan seperti biasa sebagai manusia yang berukuran mungil bisa dipastikan bahwa kedua kaki Nde jinjit πŸ˜† .

jinjit :lol:

jinjit πŸ˜†

Tidak perlu berlama-lama karena sudah banyak blogger yang mengulas tentang PCX 150 ini, rem ditarik, kunci kontak diputar, semua instrumen menyala, setelah siap pencet tombol starter mesin pun menyala, suaranya terasa lebih halus dibanding Vario 125 milik Nde πŸ˜† .

Gas diputar pelan, motor melaju dengan pelan, terasa bahwa dari putaran bawah tenaga sudah mengisi, berbeda dengan Vario 125 yang mempunyai jeda di putaran bawah, tetapi cukup bertenaga diputaran tengah. Tampaknya PCX ini mempunyai tenaga yang merata dari bawah sampai keatas, hanya saja karena mengetes di area perumahan jadi tidak bisa mengeksplorasi top speed secara maksimal, maklum banyak polisi lagi tidur πŸ˜€ Dan mungkin juga ini pengaruh dari filter udara yang sudah diganti Ferrox πŸ˜€

gambot tapi cukup ringan :-)

gambot tapi cukup ringan πŸ™‚

Karena berbodi lebih besar dibanding matik biasa pada umumnya, PCX memang terasa kurang lincah kalau digunakan menembus kemacetan oleh rider yang bertubuh kecil seperti Nde, tetapi bagi rider yang sudah terbiasa dengan dimensi PCX tampaknya tidak menjadi masalah. Ketika Nde mencoba selonjoran, posisinya sangat rileks nyaman kalau digunakan untuk perjalanan jauh.

Jalan ditengah perumahan yang banyak dipasang polisi tidur memang tidak bisa digunakan untuk menggali top speed, tetapi bagus untuk menggali sektor pengereman dan suspensi. Rem bekerja dengan baik di kecepatan rendah, tetapi Nde tidak sempat mengetes pengereman panic brake. Suspensi belakang yang sudah diganti dengan YSS memang terasa stiff rupanya berbobot Nde seberat 40kg tidak terlalu berpengaruh terhadap suspensi, hanya saja karena jok PCX empuk membuat kenyamanan tidak terganggu πŸ˜† . Menurut Mang Kobay, suspensi sengaja diganti yang lebih keras untuk mengakomodasi kebutuhan ketika berboncengan dan kecepatan tinggi, karena suspensi asli terlalu lembut.

Akhir kata, pantas saja banyak yang menyambut kedatangan maxi scooter dengan antusias karena memang bikin ketagihan, gara-gara ngetes Sniego juga jadi keracunan pengin beli maxi scooter neh πŸ˜† , tidak lupa Nde ucapkan terimakasih buat Mang Kobay yang sudah mengijinkan Nde mengetes Sniego.

Tesride yang lain :

salam dari desa πŸ˜‰

Iklan

Tentang ndesoedisi

Rural's Automotive Story|Cerita Otomotif Dari Pedesaan
Pos ini dipublikasikan di Honda dan tag , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

12 Balasan ke Test Ride Honda PCX 150, Tiada Kata Selain Nyaman

  1. Kobayogas berkata:

    wahhhh nonghol oge kekekekeke
    Selamat kamis malam, saatnya artikel bikers misteri…
    http://kobayogas.com/2015/04/30/the-merinding-series-pocong-pohon-kepuh-dari-kebondalem-kutuarjo/

    Suka

  2. wtf170 berkata:

    kayak naik perahu

    Suka

  3. donimagie berkata:

    yang disana teriak keras minta kenyamanan, yang sini udah empuk dibikin keras karena butuh kestabilan handling….

    konsumen indonesia emang aneh

    Suka

  4. Kluban.net berkata:

    satu kata:kegedhen

    Suka

  5. Ping balik: Baru Bisa Tesride Mio M3 125 Bluecore | Achirul Personal Blogs

  6. Ping balik: Impresi Singkat Tinggi 155 cm Naik All New CBR 150 R 2016 | Ndesoedisi

Silahkan Dikomentari

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s