Tesride All New Beat eSP & Beat Pop eSP, Lebih Responsif, Nyaman & Lincah

Ndesoedisi.com-Sebelumnya Nde mohon maaf kepada sobat semua, karena baru bisa bikin artikel tesride All New Beat eSP dan Beat POP sekarang alasannya adalah karena padamnya aliran listrik (baca disini).

Sesuai dengan undangan via email yang dikirim oleh Mba Siska AHM Nde menghadiri acara bedah teknologi dan tesride all new Honda Beat eSP (artikel disini). Sebelum acara tesride dimulai  diadakan briefing dan doa bersama supaya acara berjalan dengan lancar.

Briefing & berdoa sebelum tesride

Briefing & berdoa sebelum tesride

Nde sengaja membawa jaket Respiro AHM dan helm murah BMC biar serasi warnanya merah semua 🙂 , untuk sarung tangan & knee protector Nde menggunakan peralatan yang disediakan oleh panitia. Nde mendapat jatah tesride rombongan kedua bersama mang Jejen dan Om Vandra, karena Nde tidak kebagian Honda Beat POP akhirnya Nde menggunakan All New Beat eSP.

wpid-img-20141220-wa0032

pic: mang Kobay (tapi kayaknya yang motret mas IWB deh) :mrgreen:

Impresi pertama naik All New Beat eSP ergonominya sama dengan Beat Fi, meskipun terasa lebih tinggi dibanding Beat POP tetapi masih pas buat postur tubuh Nde yang cuma 155cm :mrgreen: . Perbedaan terasa ketika mesin dinyalakan karena suara bletak sudah menghilang 😎 dan suara mesin terasa lebih halus (mungkin dipengaruhi juga oleh jenis bahan bakar yang digunakan 🙂 ).

kloter kedua siap berangkat :-)

rombongan kedua siap berangkat 🙂

Setelah Marshall memberi aba-aba maka rombongan segera berangkat meninggalkan AHTC (Astra Honda Training Center). Keluar dari gedung AHTC rombongan ketemu jalan rusak bahkan ada genangan air, terasa suspensi All New Beat eSP mampu meredam guncangan di jalan rusak tersebut dengan cukup baik. Setelah masuk ke jalur besar baru Nde mencoba akselerasi All New Beat eSP, terasa bahwa akselerasi lebih responsif dibanding versi lama. AHM mengklaim bahwa untuk berakselerasi sejauh 0-200 m Beat eSP membutuhkan waktu 12.00 detik lebih cepat dari Beat FI yang membutuhkan waktu 13,15 detik. Nde merasakan untuk mencapai kecepatan 0-60 km/jam memang bisa dicapai dengan sangat mudah.

Handling sebagaimana varian metik AHM lainnya juga terasa sangat nyaman, Nde yang belum hapal jalan awalnya sedikit ragu-ragu, tetapi karena jarak ke rombongan yang lain didepan semakin menjauh ya akhirnya Nde pun memberanikan diri selap-selip di kepadatan kendaraan sekaligus mencoba mengeksplorasi performa Beat eSP untuk kondisi stop and go.

Sampai di jalan besar Kemayoran (CMIIW maklum bukan orang Jekardah 😆 ) kondisi jalan lurus dan agak kosong sekitar 500 m, sayangnya Nde sedikit terlambat menyadari bahwa itulah ruas jalan terbaik untuk mengetes top speed, Nde membetot gas dan hasilnya Nde sukses mendahului Om Vandra: . Nde sendiri tidak tahu persis berapa top speednya, yang jelas Nde terakhir melihat speedometer itu menunjukkan lebih dari 105 km/jam dan setelah itu Nde konsentrasi melihat kedepan dan masih membetot gas karena jalan masih tersisa sekitar 100 m 😀 Setelah mengetes top speed Nde melakukan deselerasi, sekaligus mencoba sektor pengereman, hasilnya rem bekerja dengan cukup baik, tidak ada gejala limbung ketika dilakukan pengereman dari kecepatan tinggi.

Sepanjang jalan ketika tesride setiap bertemu dengan kemacetan, fitur Idling Stop System selalu berfungsi dengan baik, dan untuk menghidupkan mesin juga tidak diperlukan tarikan gas yang kuat, cukup diputar sedikit saja mesin akan kembali menyala.

Setelah kembali ke AHTC, sambil menunggu blogger yang lain selesai tesride Nde mencoba sebuah Beat POP yang tidak digunakan karena tidak ada nomor polisinya. Pertama kali Nde tertarik dengan jok Honda Beat POP yang katanya lebih empuk, jok ditekan-tekan memang terasa lebih empuk meskipun terlihat tipis. Untuk lebih memastikan Nde langsung menaiki motor tersebut, ergonomi memang mirip dengan Honda Beat eSP tetapi dengan jok yang lebih rendah sehingga kedua kaki Nde bisa menapak dengan sempurna.  Nde mengetes Beat POP hanya dengan berputar-putar di area parkir AHTC. Menurut Nde secara umum naik Beat POP itu sama seperti naik Beat eSP, kelebihannya adalah jok lebih empuk dan lebih rendah.

Tesride Beat eSP dan Beat POP sudah, kapan ya Nde bisa tesride Mio M3 125 ?

salam dari desa 😉

 

Iklan

Tentang ndesoedisi

Rural's Automotive Story|Cerita Otomotif Dari Pedesaan
Pos ini dipublikasikan di Honda dan tag , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

26 Balasan ke Tesride All New Beat eSP & Beat Pop eSP, Lebih Responsif, Nyaman & Lincah

  1. Kobayogas berkata:

    foto itu dari kameranya vandra, saya yang moto hehehe

    Suka

  2. Thanks very interesting blog!

    Suka

  3. Hiya! Quick question that’s completely off topic.
    Do you know how to make your site mobile friendly? My site looks weird when viewing from
    my apple iphone. I’m trying to find a template or plugin that might
    be able to correct this issue. If you have any suggestions, please share.
    Thank you!

    Suka

  4. www.youtube.com berkata:

    Somebody essentially lenhd a hand to mak sevwrely articles I would state.

    Thhis is thee very first time I frequented your web page and to his
    point? I surprised with the research you made to make this particular put up extraordinary.
    Excellent activity!

    Suka

  5. Ping balik: Mengintip Workshop Astra Honda Training Center (AHTC) | Achirul Personal Blogs

  6. Ping balik: Start Mio M3 125 Lebih Unggul Dibandingkan Beat | Achirul Personal Blogs

  7. Ping balik: (Video) Mengaktifkan Mesin Beat eSP Dari Posisi Idle Cukup Menggunakan 2 Jari | Achirul Personal Blogs

  8. Ping balik: Akhirnya Ketemu Beat POP Di Jalan | Achirul Personal Blogs

  9. Ping balik: Test Ride Honda PCX 150, Tiada Kata Selain Nyaman | Achirul Personal Blogs

  10. Ping balik: Helm Hadiah Motor, Antara Tidak Dibutuhkan Dan Konsistensi Kampanye Safety Riding | Achirul Personal Blogs

  11. Ping balik: Honda Beat POP Terpilih Sebagai Pengganti Si Jamil Mio Sporty | Achirul Personal Blogs

  12. Ping balik: Baru Bisa Tesride Mio M3 125 Bluecore | Achirul Personal Blogs

  13. Ping balik: Review Honda Beat POP eSP Di Daerah Pedesaan | Ndesoedisi

  14. Ping balik: Beat POP Cool Pixel & Comic Hits, Usaha Menutup Salah Satu Kelemahan Beat POP | Ndesoedisi

  15. Ping balik: Review Honda Beat POP Di Daerah Perbukitan | Ndesoedisi

  16. Ping balik: Impresi Singkat Tinggi 155 cm Naik All New CBR 150 R 2016 | Ndesoedisi

Silahkan Dikomentari

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s