Suzuki Shogun FI Hyper Injection Yang Lahir & Mati Terlalu Cepat

Berbicara pabrikan Suzuki dahulu memang selalu bikin produk yang “mendahului” jaman. Di kelas bebek, selain Shogun SP yang Nde bahas disini, ada produk yang lain yaitu Shogun FI yang lahir pada tahun 2008 dimana waktu itu seingat Nde motor bebek yang menggunakan injeksi di Indonesia, baru ada Supra X 125 PGM-FI.

Shogun Fi (pict: Suzuki.co.id)
Shogun Fi (pict: Suzuki.co.id)

Nah menurut opini Nde pribadi, Shogun FI ini lahir terlalu cepat,  kondisi konsumen yang waktu itu belum terlalu familiar dengan sistem injeksi, dianggap sebagai penyebab utama konsumen kurang menerima kehadiran motor bebek  injeksi bahkan Supra X 125 R PGM-FI yang notabenenya adalah produk dari sang rajanya motor bebek pun penjualannya kurang memuaskan.

Tetapi tragisnya ketika konsumen sudah mulai familiar dengan sistem injeksi, justru Shogun FI didiscontinyu sehingga apabila dibandingkan dengan produk berlabel hyper yang lain seperti Satria 150 F = hyperunderbone, atau dikelas moge ada Hayabusa = hyperbike 🙂 .Shogun 125 FI hyper injection bisa dikatakan sebagai produk hyper yang gagal bersaing dipasaran 😦

Sistem hyper injection yang digunakan oleh Shogun 125 FI menggunakan sistem Discharge Pump yaitu pompa bensin yang menyatu dengan injector, atau dengan kata lain menggabungkan injector, fuel pump, dan regulator menjadi satu. Sedangkan untuk sistem konvensional, pompa ditempatkan terpisah di tangki bahan bakar.

pic_20120420_01
DCP Shogun 125 FI (pict: Suzuki.co.id)
pic_20120420_03
sistem injeksi konvensional

Kelebihannya adalah aliran bensin tidak membutuhkan tekanan yang terlalu besar untuk sehingga meringankan kerja fuel pump. Kelemahannya adalah posisi tangki harus selalu berada diatas agar bensin dapat mengalir berdasarkan gaya gravitasi ke discharge pump. Dan jika diperlukan penggantian pada injector atau pompa maka harus dilakukan secara Assy.

pic_20120420_02
pict: Suzuki.co.id

Selain sistem DCP, fitur yang lain adalah TO (Tip Over) Sensor yaitu sensor yang akan mendeteksi kemiringan kendaraan apabila mencapai 65° pada saat terjatuh, maka akan memberikan sinyal ke ECM untuk mematikan fuel injector dan pengapian untuk mematikan mesin dalam waktu kurang dari 2 detik untuk keselamatan pengendara. Dan Apabila kunci kontak di OFF kemudian di ON kan maka kendaraan akan berfungsi dengann normal.

Fitur yang lain adalah adanya O2 dan ET sensor. O2 sensor berfungsi untuk mengatur emisi gas buang sehingga lebih ramah lingkungan, sedangkan Engine Temperatur akan memberi sinyal  kepada ECM agar injector menyemprotkan bahan bakar sebanyak yang diperlukan  sehingga pada saat mesin dalam kondisi dingin akan tetap mudah untuk dihidupkan.

Sayangnya produk Shogun 125 Series sudah discontinyu diganti dengan Axelo series, tetapi tampaknya Axelo belum mampu menyamai Shogun 125 Series.

Nde jadi penasaran neh kenapa Suzuki tidak membuat produk hyper injeksi dengan segudang kelebihan fitur dibanding dengan kompetitornya ya ? Mungkin ada diantara sobat Nde yang bisa menjelaskan ?

salam dari desa 😉

Iklan

34 pemikiran pada “Suzuki Shogun FI Hyper Injection Yang Lahir & Mati Terlalu Cepat

  1. Bruud

    Intinya bukan karena sistem injeksinya. tp pada bentuk motor itu sendiri. bentuknya aneh kotak2 kayak robot. trus spatbor belakangnya itu lo y atas kegedean kayak bebek brutune ngembol mblendung abo gedhe…

    Suka

  2. Ping-balik: Inilah Musuh Sesungguhnya Dari Satria 150 F Injeksi & Motor Injeksi Suzuki Lainnya | Achirul Personal Blogs

  3. Ping-balik: Otak-Atik Gathuk (50) Spesial HUT RI, Cerita Nasib Suzuki & Indonesia | Achirul Personal Blogs

Silahkan Dikomentari

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s