Pulang Ke Subang & Kopdar Dengan Blogger Tasik

Sebenarnya cerita balik ke Subang ini harusnya dipublish pas masih musim arus balik, tapi berhubung ada banyak kesibukan ya sudahlah menghuni draft dulu, dan sekarang baru sempat dipublish :mrgreen: .

Nde berangkat ke Subang pada tanggal 1 Agustus 2014 jam 07.30, sebenarnya sudah dipaksa naik mobil aja, dan motor dipaketin tapi berhubung pengin naik motor ya dengan sedikit adu argumen akhirnya dikasih ijin juga :mrgreen: .Β  Nde sengaja lewat jalur selatan karena ada janji kopdar dengan Blogger Tasik yaitu mang Asep & mang Fery.

Dari Sampang – Cilacap ke sampai ke Wangon kondisi jalan cukup sempit dan tidak rata, tetapi dari Wangon sampai Lumbir jalan lebar dan mulus, hanya saja kondisinya berkelok-kelok sehingga membutuhkan konsentrasi lebih. Sampai di SPBU Cimanggu Majenang, Nde beristirahat. Spbu 44.53.215 Cimanggu ini mempunyai rest area yang cukup luas & ada tempat berteduh.

Spbu 44.53.214 Cimanggu Majenang (gambar dari google)
Spbu 44.53.214 Cimanggu Majenang (gambar dari google)

Nah disini Nde tertahan cukup lama, awalnya Nde ga akan ngisi bensin karena antrian cukup panjang tetapi mama Aira mengatakan dimana-mana juga ngantri, ya udah akhirnya Nde ikut antri selama 40 menit :mrgreen: . Selesai isi bensin ketika baru berjalan beberapa km, Aira pengin B*B, ya akhirnya Nde mampir lagi ke SPBU didaerah Majenang :mrgreen: .

Selepas SPBU Nde memacu si Pinky sampai melewati kota Banjar, dan Nde sholat Jumat sekaligus beristirahat didaerah Banjar. Jam 13.00 Nde kembali memacu si Pinky menuju Tasikmalaya. Dengan sedikit petunjuk dari Google Map akhirnya ketemu dengan Warung Mang Asep πŸ™‚ .

warungasep belum dotcom :-)
warungasep belum dotcom πŸ™‚

Inilah pertemuan pertama Nde dengan Mang Asep, karena Mang Asep tidak bisa hadir di kopdar Dgujubar yang pertama. Artikel mengenai kopdar ini juga bisa dibaca di sini. Nde beristirahat selama kurang lebih 1 jam di Tasik

Melanjutkan perjalanan
Melanjutkan perjalanan πŸ™‚

Perjalanan dari Cilacap sampai ke Tasik terhitung lancar, tetapi dari Rajapolah sampai Malangbong terjadi kemacetan yang luar biasa sepanjang hampir 20km πŸ˜₯ . Terutama didaerah Gentong.

Di Malangbong pukul 06.00 Nde mengambil jalur alternatif melalui Wado-Sumedang, disini Nde mulai merasa khawatir mengingat jalur Wado merupakan jalur yang di dominasi oleh kebun & pedesaan yang relatif sepi. Sambil berjalan Nde sempat terpikir bagaimana jika tidak ada teman sampai ke Subang 😦 .

Awalnya Nde mengikuti motor pemudik berplat Z dengan tujuan minimal ada teman sampai ke Sumedang, hingga akhirnya Nde ketemu dengan pemudik berboncengan menggunakan Mio J berplat T, Nde langsung membuntuti, tetapi ternyata pemudik tersebut memacu kendaraannya dengan sangat kencang sehingga Nde kesulitan mengikutinya 😦 .

Setelah ketinggalan dari pemudik yang menggunakan Mio J, Nde kembali bertemu dengan dua motor pemudik yang berplat T, Nde pun kembali membuntuti kedua motor tersebut. hingga akhirnya kedua motor tersebut berhenti untuk beristirahat. Nde ikut berhenti & bertanya kemanakah tujuan pemudik tersebut.

Ternyata Pak Asep akan menuju ke Pesawahan-Purwakarta, lalu Nde meminta izin ikut rombongan sampai ke jalan Cagak πŸ™‚ . Alhamdulillah lega rasanya mempunyai teman di perjalanan. Tak lama beristirahat rombongan yang terdiri dari 1 Shogun SP dan 2 buah wantufaif pun melajutkan perjalanan πŸ™‚ .

Pukul 20.00 Nde sampai di Sumedang dan beristirahat sebentar. Jika perjalanan dari Wado sampai Sumedang masih banyak kendaraan yang melintas, maka perjalanan dari Sumedang menuju Subang sangat sepi, jika berpapasan dengan kendaraan biasanya berjalan beriringan. Bahkan ketika melewati hutan pinus (Nde lupa nama daerahnya) Nde tidak berpapasan dengan kendaraan lain 😦 . Tidak terbayangkan jika Nde sendirian melintas di daerah tersebut πŸ˜₯ . Bapak Asep bahkan bercerita kalo tahun kemarin melintas didaerah tersebut jam 02.00 pagi dengan kondisi ban bocor πŸ˜₯ .

Pukul 21.30 Nde sampai di pertigaan Jalan Cagak, disini Nde berpisah dengan rombongan Bp. Asep, karena beliau mengambil jalur Sagalaherang-Wanayasa, sedangkan Nde mengambil jalur kota Subang-Kalijati. Sebelum berpisah Nde meminta nomor HP Bp. Asep, ya siapa tau pas Nde main ke Purwakarta mampir ke rumahnya, atau siapa tau mau mudik bareng lagi πŸ™‚

Dari Jalan Cagak sampai ke kota Subang sangat sepi sehingga Nde bisa memacu si Pinky sampai dengan kecepatan 80 km/jam (ga berani lebih karena kondisi badan yang cape dan jalan yang berkelok-kelok). Begitu keluar dari kota Subang Nde ketemu dengan pemudik yang berasal dari jalur Cikamurang, nah dari Subang sampai Cipeundeuy, iring-iringan kendaraan baik roda 2 maupun roda 4 berjalan dengan kencang, disini si Pinky kembali dipaksa untuk mengimbangi kecepatan para pemudik bermobil yang melaju dengan kecepatan rata-rata 70 km/jam. Hingga akhirnya Nde sampai di Cipeundeuy dengan selamat pada pukul 22.30 wib πŸ™‚ .

Nah itulah cerita Nde pulang kembali ke Subang, hanya saja diperjalanan pulang ini Nde tidak menghitung konsumsi bbm bbm si pinky 😦 karena Nde lebih memikirkan hal-hal yang lain.

Inilah beberapa foto kopdar bersama blogger Tasik, sebagian foto Nde ambil dari blog Mang Asep πŸ™‚

 

salam dari desa πŸ˜‰

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

9 pemikiran pada “Pulang Ke Subang & Kopdar Dengan Blogger Tasik

  1. Ping-balik: Cerita Menghadiri Parjo 2015 | Achirul Personal Blogs

Silahkan Dikomentari

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s