Cerita Mudik Lebaran 2014 (Berangkat Ke Cilacap)

Sebelumnya ijinkan Nde mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 H, Minal Aizin Wal Faizin Mohon Maaf Lahir & Batin 🙂

Ditinggal mudik selama 1 minggu lebih membuat blog ini tidak terurus 😦 , nah baru pada kesempatan kali ini Nde akan menceritakan pengalaman selama mudik kemarin.

Mudik lebaran tahun ini terasa berbeda buat Nde karena pertama kalinya Nde mudik menggunakan sepeda motor, ya sebetulnya sie tidak dianjurkan apalagi membawa serta Aira, tetapi ya inilah hidup yang kadang-kadang hanya bisa dimengerti oleh diri kita sendiri 😦 skip-skip-skip dah ah curcol nya  :mrgreen:

Kenapa baru dibikin artikel sekarang ? Jawabannya adalah kalo dibikin artikel sebelum mudik & tersiar di dunia maya, acara mudik pake motor dijamin gagal total, karena banyak sekali famili Nde yang mantengin internet :mrgreen: , dan pasti disuruh ikut kakak karena pada mudik pake mobil semua :mrgreen: . Jadi ceritanya bikin kejutan, tau-tau nongol dirumah naik motor :mrgreen:

Sebelum berangkat mudik si Pinky alias wantufaif tentu saja dipersiapkan terlebih dahulu, setelah diservis di beres, Nde memasang sarung jok anti panas, pengin ikutan nyoba kaya yang lain :mrgreen: .

ikutan pasang sarung jok :-(
ikutan pasang sarung jok 🙂

Selain itu untuk menaruh barang dibelakang behel juga diganti 🙂 .

behel diganti
behel diganti

Nde berangkat Sabtu dinihari pukul 02.00, bersama dengan Mas Dito & Teh Yuli (sayangnya Nde ga sempat foto-foto sebelum berangkat, jadinya foto mereka berdua ga ada 😦 ) Nde mengambil jalur tengah untuk menghindari macet yaitu Subang-Cikamurang-Majalengka-Kuningan-Ciledug-Brebes-Bumiayu-Ajibarang-Cilacap. Sekalian mengantar Teh Yuli ke Kuningan terlebih dahulu. Pada saat berangkat Odometer tercatat pada 5651 km.

Barang bawaan Mudik
Barang bawaan Mudik

Awal berangkat dari Cipeundeuy kondisi lalu lintas terpantau tidak terlalu ramai, Nde berdua bisa berkendara dengan kecepatan sekitar 60 kpj, sampai keluar dari kota Subang, setelah itu kecepatan bertambah hingga 70 kpj, karena kondisi jalan masih belum ramai. Memasuki daerah Cikamurang sekitar jam 04.30 terjadi kemacetan panjang. Di SPBU Cikamurang pertama, Nde beristirahat sambil menunggu waktu sholat Subuh.

Pukul 05.30 lalu lintas sudah kembali lancar & Nde melanjutkan perjalanan, tetapi ternyata setelah berjalan sejauh 1 km, kembali bertemu dengan kemacetan. Penyebabnya adalah banyaknya pengemudi yang mengambil jalur kanan dan bertemu dengan kendaraan dari arah berlawanan (jadi inget artikelnya Mbah Bons yang ini). Karena menggunakan motor Nde tetap bisa jalan menerobos kemacetan meskipun harus terpisah dengan Mas Dito, sedangkan mobil & bus hanya bisa pasrah 😦 .

Macet di Cikamurang
Macet di Cikamurang sejauh 20 km 😦

Kemacetan terurai setelah keluar dari pertigaan Cijelag (bener ga ya ? :mrgreen: ). Dari Cijelag ke Kadipaten cukup lancar. Diperempatan Kadipaten Mas Dito sudah menunggu Nde. Dan Nde beristirahat sebentar sebelum melanjutkan perjalanan ke kota Majalengka. Perjalanan ke Kuningan melalui jalur pegunungan yang Nde ga tau namanya (kalo ga salah Banjaran :mrgreen: ) dan sempat beristirahat sebentar karena hujan.

motor Mas Dito didepan
motor Mas Dito didepan

Sesampainya di Kuningan segera menuju ke daerah Luragung. Tetapi karena kesalahan teknis sempat nyasar 😥 :mrgreen: . Setelah berputar-putar sejauh 40 km 😕 , akhirnya sampai juga di daerah Luragung sekitar jam 10.00 & Nde beristirahat di rumah Teh Yuli.

Sekitar Pukul 11.00, Nde kembali melanjutkan perjalanan ke Ciledug. Motor pun bisa dipacu cukup kencang sambil meliuk-liuk ditepi sungai hingga memsauki perbatasa Jabar-Jateng di daerah Brebes pukul 12.30. Dan Nde beristirahat disebuah Masjid. Disini Nde mempersilahkan Mas Dito untuk berangkat terlebih dahulu karena Nde ingin berkendara lebih santai, dan kebetulan Mas Dito juga ada keperluan lain yang mengharuskan segera sampai di Purwokerto.

Istirahat di Masjid Brebes
Istirahat di Masjid Brebes
Aira & Mamahnya beristirahat di Brebes
Aira & Mamahnya beristirahat di Brebes

Sampai di daerah pasar Ketanggungan Brebes kembali ketemu macet. Dan setelah melewati pasar kembali normal. Kemacetan mulai terjadi sesampainya di daerah Larangan. Sampai didaerah Songgom lalulintas stuck, motor menmbanjiri bahu kiri & kanan jalan, sebagian lagi menyeberang sungai melintasi sawah dan perkebunan. Akhirnya Nde mengalami sendiri cerita pakdhe Maskur tentang mudik yang harus mendaki gunung & lewati lembah disini 😥 . Jarak sejauh kurang lebih 8 km harus ditempuh selama kurang lebih 3 jam 😥 .

stuck parah
macet parah 😥
melewati sawah & kebun
melewati sawah & kebun :mrgreen:
Pemudik beristirahat
Pemudik beristirahat
Nde pun ikut beristirahat
Nde ikut beristirahat
pemotor merangsek menggunakan bahu jalan
pemotor merangsek menggunakan bahu jalan

Akhirnya setelah bersusah payah menembus kemacetan selama 3 jam, dari daerah Prupuk sampai Linggapura pun kembali lancar, hanya macet dibeberapa titik karena adanya pintu kereta api. Dan pukul 17.00 Nde kembali beristirahat didaerah Linggapura. Selanjutnya karena kondisi badan sudah sangat capek & hari sudah gelap, Nde memutuskan untuk bermalam di rumah kakak didaerah Ajibarang, meskipun jarak kerumah Nde sekitar 30 km lagi. Sampai dirumah kakak tentu saja disambut dengan pandangan setengah tidak percaya kalo Nde naik motor :mrgreen: .

Keesokan harinya Nde baru menuju kerumah di Sampang-Cilacap, untuk menghindari macet Nde melewati jalur Ajibarang-Cilongok-Tanjung-Patikraja-Kebasen-Sampang. Dimana sebagian jalurnya pernah di jelaskan oleh Cak Poer disini. Sampai dirumah pun Nde langsung disambut dengan kehebohan karena nongol naik motor :mrgreen: .

Sampai di rumah cek Odometer telah menunjukkan angka 6025 km. Atau Nde sudah menempuh jarak kurang lebih 374 km. Nah konsumsi BBMnya gimana ? Untuk konsumsi BBM Nde akan menghitung berdasarkan pembelian BBM terakhir sebelum berangkat sampai dengan pengisian terakhir setelah sampai di rumah, yang memang Nde sengaja mencatat angkanya. Memang hasilnya tidak akurat, tetapi setidaknya bisa menggambarkan konsumsi BBM dari si Pinky secara umum.

Posisi Odometer pada pengisian terakhir sebelum berangkat : 5606 km, posisi pada saat pengisian terakhir : 6025 km atau total 419 km, sedangkan pengisian BBM sebanyak : 11,7 liter.

Jadi perkiraan konsumsi BBM kurang lebih = 419 / 11,7 = 35, 8 km / Liter.

BBM yang digunakan adalah Pertamax dan hanya sekali mengisi Premium ketika Nde mengisi bensin di daerah Linggapura.  Lah kok boros banget ? Ya maklum lah orang dipake melewati jalur pegunungan & ketemu macet yang luar biasa, lagian angka segitu kan cuma gambaran kasar aja :mrgreen: jadi jangan buat patokan ya, apalgi buat bakar-bakaran :mrgreen:

Terus impresi naik wantufaif buat mudik gimana ? Ternyata nyaman buat perjalanan jauh, juga nyaman melintas di jalan yang tidak rata, wantufaif juga cukup bertenaga buat menyalip beberapa kendaraan sekaligus 😎 ya iya wong berat total pengendara + barang cuma sekitar 100 kg ( Nde 40 kg, mamah Aira 45 kg, Aira 10 kg, bawaan cuma sekitar 5 kg) maklum keluarga imut, duduk bertiga di jok aja masih ada lebihnya :mrgreen: .

Kelemahan wantufaif yang Nde rasakan adalah tersendatnya tenaga di putaran bawah, sehingga sedikit kurang lincah ketika menghadapi kemacetan, bodi yang besar & berat juga agak susah diajak selap-selip (ini sie salah orangnya :mrgreen: ) tapi overall Nde cukup puas dengan performa si Pinky 🙂 .

Nah itu cerita mudiknya Nde, kalo cerita pas balik ada diartikel selanjutnya, jadi pelototin terus warung Nde ya 🙂

salam dari desa 😉

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

35 pemikiran pada “Cerita Mudik Lebaran 2014 (Berangkat Ke Cilacap)

  1. Ping-balik: Review Pemakaian Si Pinky Vario 125 Setelah 10.000 KM | Achirul Personal Blogs

  2. Ping-balik: Setahun Menunggu Akhirnya Plat Nomor Si Pinky Jadi Juga | Achirul Personal Blogs

  3. Ping-balik: Cerita Menghadiri Parjo 2015 | Achirul Personal Blogs

  4. Ping-balik: Akhirnya Memasang Filter Ferrox Di Vario 125 | Achirul Personal Blogs

  5. Ping-balik: Si Pinky Yang Tidak (Lagi) Berwarna Pink | Ndesoedisi

  6. Ping-balik: Helm Baru Untuk Aira | Ndesoedisi

  7. Ping-balik: Bye-Bye Pinky, Kita Hanya Berjodoh Selama 3 Tahun | Ndesoedisi

  8. Ping-balik: Helm BMC Fuji R Pensiun Setelah 3 Tahun Mengabdi | Ndesoedisi

  9. Ping-balik: Riding Purwakarta-Cilacap Via Jalur Alternatif Cikijing-Banjar | Ndesoedisi

  10. Ping-balik: Cerita Mudik Ke Cilacap 2018 – Ndesoedisi

Silahkan Dikomentari

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s