Memori Pengabdian Si Abah (1) Dipaksa Bekerja Keras

Artikel ini berisi sedikit kenangan Nde dengan Si Abah. Karena ceritanya cukup panjang makanya Nde buat dalam beberapa artikel. Silahkan di pelototin :mrgreen:

Si Abah adalah nama panggilan buat Astrea Grand 95 milik keluarga Nde yang dipegang turun temurun dari kakak sulung, sampai ke Nde (bungsu). Sewaktu muda pernah dibawa mudik ke Cilacap sama kakak Nde, sedangkan rutinitasnya adalah dipakai ngantor dari Karawang-Cikarang.

Nde mulai pake motor ini di tahun 2009, dikasih nama Abah karena motor ini umurnya paling tua dibanding motor lain yang ada di rumah, bahkan lebih tua dari umur adik ipar Nde :mrgreen:

kondisi si Abah tahun 2011
kondisi si Abah tahun 2011

Si Abah cukup setia menemani Nde. Awalnya Tahun 2009 sampai 2010, Nde masih bekerja menjadi staf Jurusan Teknik Elektro di STT Texmaco Subang tetapi karena punya kampus di 3 kota (Subang, Purwakarta & Karawang) si Abah terpaksa bolak-balik ke Purwakarta (40 km PP) , dan Karawang (80 km PP), kalo Subang mah ga dihitung orang Kampusnya didepan rumah :mrgreen:

Pada tahun 2011 Nde diterima kerja di PT. Setia Guna Selaras di kawasan Jababeka II Cikarang, otomatis si Abah lah yang menemani (kan belum punya yang lain :mrgreen) padahal si Abah dah berumur 16 tahun 😥 . Sama keluarga disaranin tinggal dirumah kakak di daerah Telukjambe-Karawang Barat, ya udah Nde nurut aja. Dari rumah ke pabrik sekitar 20 km, itu juga potong jalan lewat perumahan didaerah Citarik (masuk lewat depan pabrik ban Multistrada / Corsa).

Ternyata si Abah tidak hanya menempuh jarak 40 km per hari karena saat itu Aira baru berumur 1 bulan, yah namanya juga baru jadi bapak pasti bawaannya pengin bareng sama Aira terus :mrgreen: jadilah Nde pulang 1 minggu 2 sampai 4x, jarak tempuh otomatis bertambah dari rumah di Subang ke pabrik sekitar 75 km.

Selain itu aktivitas ngajar di STT Wastukancana Purwakarta & Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) juga masih dijalankan (semangat buat beli susu :mrgreen: ). Pulang kerja jam 6 sore langsung ngajar di Unsika pulang jam 9 malam kerumah kakak di Telukjambe, kalo pas jadwalnya ngajar di Purwakarta ya pulang kerja, langsung tancap gas (naik si Abah tentunya 😎 ) sampai Purwakarta sekitar jam 19.30 terus ngajar sampai jam 22.00, pulang sampai rumah jam 22.45, terus tidur, pagi-pagi jam 03.30 tancap gas lagi ke Cikarang, kalo lagi malas baru berangkat jam 05.00.

Supaya cepet potong jalan lewat jalur Cibatu-Cisantri-Kopo bisa dilihat jalurnya di blog JARAMBAH : Ramabergawa.blogspot.com cuma foto di Blog tersebut kebun karetnya dah ditebang & udah ada proyek jalan tol. Jalur ini  kebanyakan adalah perkampungan dan kebun, serta ada kebun karet (perasaan Nde sering banget memposting kebun karet ya :mrgreen: )

Ini adalah kebun karet pertama sepanjang kurang lebih 1km, dan sekarang dilintasi proyek jalan tol di ujungnya.

lumayan panjang 1kmKebun karet yan kedua hanya sepanjang 400m, tetapi ada titik yang berbahaya berikut :

gambar dari Ramabergawa.blogspot.com
gambar dari Ramabergawa.blogspot.com

Menurut masyarakat sekitar konon sering terjadi perampokan  karena kondisi jalan tanjakan + tikungan patah 90 derajat, sehingga tidak bisa dilewati dengan kencang.

Kalo dulu ya lumayanlah jam 04.00 jalan lewat sana sendirian (Alhamdulillah aman karena bener-bener sendiri :mrgreen: ), kalo sekarang disuruh lewat sana jam segitu mah ampun deh, mending lewat jalur Sadang, emang bener, kalo dah butuh / terdesak baru deh keluar keberaniannya :mrgreen: .

Tetapi Nde cuma betah selama 7 bulan kerja di Cikarang, karena keseringan bolak-balik dan merasa capek, akhirnya pindah nyari kerjaan yang lebih dekat didaerah Purwakarta aja 🙂 . Dan setelah kerja di Purwakarta Nde baru cerita sama keluarga kalo selama ini berangkat kerja lewat sana 😈 yang tentu saja Nde langsung diceramahi macem-macem, dan seperti biasa dibilangin kalo ada apa-apa gimana ? Nde enteng saja jawabnya, ah Bismillah aja, buktinya sampai sekarang ga ada apa-apa tuch 😈

salam dari desa 😉

bersambung…

 

 

 

 

Iklan

39 pemikiran pada “Memori Pengabdian Si Abah (1) Dipaksa Bekerja Keras

  1. Ping-balik: Memori Pengabdian Si Abah (2) Yang Tak Terlupakan | Achirul Personal Blogs

  2. Ping-balik: Memori Pengabdian Si Abah (3) Akhirnya Si Abah Pensiun | Achirul Personal Blogs

  3. Ping-balik: Wow…Invisible Footstep | Achirul Personal Blogs

  4. Ping-balik: Honda Astrea 800 Bebek Kharismatik Pada Jamannya | Achirul Personal Blogs

  5. Ping-balik: Cerita Menghadiri Parjo 2015 | Achirul Personal Blogs

  6. Ping-balik: Main Ke AHM Plant Karawang | Ndesoedisi

  7. Ping-balik: Kembali Menggunakan Angkutan Umum – Ndesoedisi

  8. Ping-balik: Memori Pengabdian Si Abah (5) Membalas Si Pembully Di Jalanan (Jangan Ditiru !!!) – Ndesoedisi

Silahkan Dikomentari

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s